Example 728x250
Tips Sehat Manula

Studi: Jalan Cepat Bantu Turunkan Risiko Gangguan Kognitif pada Lansia hingga 50 Persen

134
×

Studi: Jalan Cepat Bantu Turunkan Risiko Gangguan Kognitif pada Lansia hingga 50 Persen

Sebarkan artikel ini
Lansia berjalan cepat di taman sebagai olahraga untuk membantu menjaga kesehatan otak dan menurunkan risiko gangguan kognitif.
Ilustrasi lansia berjalan cepat sebagai bagian dari aktivitas fisik rutin. Penelitian menunjukkan kebiasaan ini dapat meningkatkan aliran darah ke otak, merangsang produksi protein BDNF, menjaga fungsi memori, dan membantu mengurangi risiko gangguan kognitif serta demensia.

Golansia.com – Kebiasaan berjalan kaki dengan langkah yang lebih cepat ternyata dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan otak, terutama pada usia lanjut. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa lansia yang rutin berjalan cepat memiliki risiko gangguan kognitif yang jauh lebih rendah dibandingkan mereka yang berjalan dengan kecepatan biasa.

Temuan ini berasal dari gabungan tiga penelitian besar, yakni Health and Retirement Study (HRS-INS), LongGenity Study, dan RUSH Memory and Aging Project (RUSH MAP). Secara keseluruhan, sekitar 4.000 peserta terlibat dalam riset yang mengumpulkan data mengenai kecepatan berjalan, hasil tes fungsi kognitif, pencitraan otak, hingga hasil pemeriksaan jaringan otak setelah meninggal.

Para peneliti kemudian mengelompokkan peserta yang memiliki kecepatan berjalan setidaknya 1,5 standar deviasi di atas rata-rata kelompok usianya sebagai “super walkers” atau pejalan super.

Risiko Gangguan Kognitif Berkurang Hingga 50 Persen

Dikutip dari EatingWell, hasil analisis menunjukkan bahwa kelompok pejalan super memiliki risiko mengalami gangguan kognitif sekitar 50 persen lebih rendah dibandingkan peserta dengan kecepatan berjalan normal.

Tak hanya itu, peserta yang aktif bergerak juga mengalami penurunan fungsi kognitif yang lebih lambat, baik pada kemampuan mengingat maupun fungsi berpikir lainnya.

Pemeriksaan otak menunjukkan kelompok yang aktif secara fisik memiliki volume hipokampus yang lebih besar. Hipokampus merupakan bagian otak yang berperan penting dalam proses pembentukan memori dan kemampuan belajar.

Selain itu, mereka juga cenderung memiliki tingkat penyakit Alzheimer yang lebih rendah. Meski demikian, hasil otopsi otak tidak menemukan perbedaan mencolok terkait perubahan patologis yang berkaitan dengan demensia antara peserta yang aktif dan kurang aktif.

Mengapa Jalan Cepat Lebih Bermanfaat?

Peneliti menjelaskan bahwa intensitas berjalan menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi kesehatan otak.

Saat seseorang berjalan lebih cepat, aliran darah ke seluruh tubuh, termasuk otak, meningkat. Kondisi ini membantu mengoptimalkan suplai oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan sel-sel otak agar tetap berfungsi dengan baik.

Aktivitas fisik juga merangsang produksi Brain-Derived Neurotrophic Factor (BDNF), yaitu protein yang berperan dalam menjaga kesehatan sel saraf, meningkatkan kemampuan belajar, serta mempertahankan daya ingat.

Selain itu, ayunan lengan yang lebih aktif saat berjalan cepat diyakini ikut merangsang aktivitas berbagai area otak. Menariknya, berkurangnya ayunan lengan dan perubahan pola berjalan justru sering menjadi salah satu tanda awal penurunan fungsi kognitif.

Jalan Kaki, Olahraga Sederhana dengan Banyak Manfaat

Berjalan kaki merupakan olahraga yang mudah dilakukan hampir di mana saja tanpa memerlukan biaya besar. Aktivitas ini membantu menjaga kesehatan jantung, meningkatkan fungsi paru-paru, memperkuat otot, sekaligus memperbaiki suasana hati.

Bagi yang belum terbiasa berjalan kaki secara rutin, para ahli menyarankan memulai dengan durasi singkat beberapa kali dalam seminggu. Intensitas dan lama latihan dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai kondisi kebugaran.

Sementara bagi yang sudah rutin berjalan kaki, meningkatkan kecepatan pada beberapa bagian perjalanan atau menerapkan metode latihan interval dapat memberikan manfaat yang lebih besar. Menambahkan rute menanjak juga dapat meningkatkan intensitas latihan, asalkan dilakukan dengan tetap memperhatikan keamanan serta menggunakan alas kaki yang nyaman.

Para peneliti menilai, kebiasaan sederhana seperti berjalan cepat secara rutin dapat menjadi salah satu cara efektif untuk membantu menjaga fungsi otak sekaligus menurunkan risiko gangguan kognitif dan demensia pada usia lanjut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *