Example 728x250
KesehatanMenu Makanan Sehat

Jangan Remehkan Garam, Otak dan Jantung Membutuhkannya

182
×

Jangan Remehkan Garam, Otak dan Jantung Membutuhkannya

Sebarkan artikel ini

Golansia.com — Selama ini garam lebih sering dikaitkan dengan risiko hipertensi dan penyakit jantung akibat konsumsi berlebihan. Namun, tidak banyak yang menyadari bahwa mineral sederhana ini justru memiliki peran penting dalam menjaga fungsi dasar tubuh, mulai dari membantu otak berpikir hingga memastikan jantung berdetak secara normal.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memang menganjurkan konsumsi garam tidak lebih dari 5 gram atau sekitar satu sendok teh per hari untuk mengurangi risiko penyakit kardiovaskular. Meski demikian, tubuh tetap membutuhkan natrium yang terkandung dalam garam untuk menjalankan berbagai proses biologis penting.

Guru Besar Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Indonesia, Prof Agustino Zulys menjelaskan, tubuh manusia membutuhkan garam setiap hari agar dapat bekerja secara optimal.

“Setiap hari manusia itu butuh garam. Bahkan di dalam tubuh kita itu ada 100 sampai 250 gram garam yang itu dibutuhkan untuk proses berpikir kita,” kata Prof Zulys dalam unggahan video di akun Instagram pribadinya, dikutip Kamis (4/6/2026).

Menurut dia, salah satu fungsi terpenting garam berkaitan dengan kerja sistem saraf, khususnya otak. Natrium yang berasal dari garam berperan dalam menghantarkan impuls listrik antarsel saraf sehingga memungkinkan manusia berpikir, mengingat, bergerak, dan merespons berbagai rangsangan.

“Di dalam otak kita ini ada sel-sel saraf yang bekerja karena adanya ion-ion natrium salah satunya,” ujar dia.

Selain berperan dalam sistem saraf, garam juga memiliki fungsi penting dalam menjaga ritme kerja jantung. Aktivitas jantung tidak hanya bergantung pada otot yang kuat, tetapi juga pada keseimbangan elektrolit di dalam tubuh.

Prof Zulys menjelaskan, detak jantung yang teratur dipengaruhi oleh keseimbangan ion natrium dan kalium yang bekerja di dalam sel-sel jantung.

“Kemudian juga jantung kita ini bisa berdetak dengan teratur karena apa? Karena ada sistem channel garam, ion-ion natrium, kalium di dalam sel-sel di jantung kita,” ucapnya.

Dalam dunia medis, natrium termasuk salah satu elektrolit utama yang berfungsi mengatur keseimbangan cairan tubuh, transmisi sinyal saraf, hingga kontraksi otot. Ketika kadar natrium terlalu rendah atau mengalami kondisi yang dikenal sebagai hiponatremia, seseorang dapat mengalami gejala seperti pusing, mual, lemas, kebingungan, kram otot, hingga gangguan kesadaran pada kondisi yang lebih berat.

Meski memiliki manfaat penting, konsumsi garam tetap harus dilakukan secara seimbang. Dia mengingatkan bahwa kelebihan maupun kekurangan garam sama-sama dapat menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan.

Konsumsi garam yang berlebihan diketahui dapat meningkatkan risiko hipertensi atau tekanan darah tinggi. Sebaliknya, kekurangan garam juga dapat mengganggu fungsi saraf dan jantung sehingga tidak bekerja secara optimal.

“Kelebihan garam tidak bagus juga akan menyebabkan hipertensi, tapi kekurangan garam ini juga menyebabkan bahaya yang menyebabkan kerja jantung, kerja saraf kita akan menjadi tidak normal. Oleh karena itu, kita cukupkan makan garam seadanya,” kata Prof Zulys.

Penjelasan tersebut menunjukkan bahwa garam bukan sekadar penyedap makanan yang memberi rasa gurih. Di balik penggunaannya sehari-hari, garam merupakan komponen penting yang membantu menjaga fungsi otak, saraf, jantung, dan keseimbangan cairan tubuh.

Karena itu, kunci utamanya bukan menghindari garam sepenuhnya, melainkan mengonsumsinya dalam jumlah yang cukup dan sesuai kebutuhan tubuh. Dengan menjaga keseimbangan asupan garam, tubuh dapat menjalankan berbagai fungsi vital secara optimal tanpa meningkatkan risiko gangguan kesehatan akibat kekurangan maupun kelebihan natrium.(DBS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *