Example 728x250
KesehatanOsteoporosis

Teh atau Kopi, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan Tulang Lansia? Ini Temuan Peneliti

243
×

Teh atau Kopi, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan Tulang Lansia? Ini Temuan Peneliti

Sebarkan artikel ini
teh untuk kesehatan tulang lansia
wanita lansia indonesia sedang minum kopi di rumahnya

Golansia.com — Pilihan minuman harian seperti teh dan kopi ternyata dapat memengaruhi kesehatan tulang, khususnya pada wanita lanjut usia.

Sebuah penelitian terbaru menemukan bahwa konsumsi teh secara rutin berkaitan dengan kepadatan tulang yang lebih baik. Sebaliknya, konsumsi kopi dalam jumlah berlebihan justru dikaitkan dengan penurunan kesehatan tulang.

Wanita Lansia Rentan Osteoporosis

Dilansir dari Science Alert, osteoporosis menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling sering dialami wanita berusia di atas 50 tahun.

Kondisi ini terjadi ketika pembentukan tulang baru tidak mampu menggantikan jaringan tulang lama, sehingga tulang menjadi rapuh dan mudah patah.

Risiko osteoporosis meningkat setelah menopause akibat menurunnya kadar estrogen yang berperan penting dalam menjaga metabolisme tulang.

Penelitian Libatkan Ribuan Wanita Lansia

Tim peneliti dari Flinders University, Australia, menganalisis kebiasaan konsumsi teh dan kopi pada sekitar 9.700 wanita Amerika Serikat berusia di atas 65 tahun.

Penelitian dilakukan selama 10 tahun melalui survei berkala yang meneliti pola konsumsi minuman harian para peserta.

Para peneliti kemudian mengukur kepadatan mineral tulang atau Bone Mineral Density (BMD) menggunakan teknologi sinar-X pada area panggul dan tulang paha.

Teh Dinilai Membantu Menjaga Kepadatan Tulang

Hasil studi yang dipublikasikan dalam Nutrients menunjukkan bahwa wanita yang rutin minum teh memiliki kepadatan tulang panggul lebih tinggi dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi teh.

Para peneliti menduga kandungan katekin dalam teh berperan membantu kerja sel pembentuk tulang.

Enwu Liu, ahli epidemiologi dari Flinders University, menyebut peningkatan kecil pada kepadatan tulang tetap memiliki dampak besar dalam mengurangi risiko patah tulang pada populasi lansia.

Kopi Berlebih Bisa Berdampak Negatif

Sebaliknya, konsumsi kopi lebih dari lima cangkir per hari ditemukan berkaitan dengan penurunan kepadatan tulang.

Kafein diduga dapat mengganggu penyerapan kalsium dalam tubuh sehingga berdampak pada kekuatan tulang.

Efek negatif tersebut bahkan lebih besar pada wanita yang juga memiliki kebiasaan mengonsumsi alkohol.

Tidak Harus Berhenti Minum Kopi

Meski begitu, peneliti menegaskan hasil studi ini bukan berarti seseorang harus berhenti total mengonsumsi kopi.

Konsumsi kopi dalam jumlah wajar masih dapat dilakukan, sementara teh dalam porsi sedang dinilai bisa menjadi pilihan sederhana untuk membantu menjaga kesehatan tulang.

Selain menjaga pola konsumsi minuman, para ahli tetap menekankan pentingnya asupan kalsium, vitamin D, aktivitas fisik, dan gaya hidup sehat untuk mencegah osteoporosis pada lansia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *