Example 728x250
BerandaKolom Kesehatan

Menyusuri 3 Tahun Kiprah OBKESINDO untuk Bangsa

417
×

Menyusuri 3 Tahun Kiprah OBKESINDO untuk Bangsa

Sebarkan artikel ini

Oleh: Dr. Abidinsyah Siregar

Golansia.com —Alhamdulillah… Puji Tuhan, Perkumpulan Observasi Kesehatan Indonesia (OBKESINDO) atau Indonesia Health Observer (IHO) telah berusia 3 (tiga) tahun sejak Deklarasi di Gedung Museum Kebangkitan Nasional (STOVIA) Jakarta pada 1 Agustus 2022.

Kelahirannya diawali diskusi santai, fokus hingga serius sejumlah Tokoh Nasional dan para mantan Pejabat Madya dan Pratama dari berbagai Kementerian dan Lembaga serta TNI/POLRI, Tokoh Perempuan dan Intelektual Profesional yang semakin gelisah melihat sektor Kesehatan melambat dan bahkan sebagiannya memburuk, sehingga mencapai kondisi Triple Burden Disease dan Double Burden Nutrition. Tampak begitu rapuhnya saat menghadapi Pandemi Covid-19 sejak awal 2020 hingga awal 2023. Manajemen tatakelola buruk dan Peran Aktif Masyarakat serta Perilakunya tidak mendukung.

Menurut BPS, level dukungan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) hanya sekitar 20-30%. Indonesia benar-benar memprihatinkan, dengan angka kesakitan dan kematian yang termasuk tertinggi didunia serta masa pandemik yang sangat panjang.

Sejumlah anak bangsa yaitu Dr.Abidinsyah Siregar,DHSM,MBA,MKes (Purnabakti PTM/Ahli Utama Kemenkes/BKKBN), Mayjen TNI (Purn) Dr.Ben Yura Rimba,MARS (Mantan Kapuskes TNI), HM Joni SH,MH (Lawyer), Dra.Gemala Hatta,MM,Ph.D (Putri Proklamator Bung Hatta), DR.Chazali H.Situmorang,Apt, MSc (Mantan Sekjen Depsos/Deputi Kemenko PMK/Ketua DJSN), Brata T Hardjosubroto (Komite Pramuka Asia Pasifik), Dra.Adryati Rafly (mantan Wakil Ketua Konsil Kedokteran Indonesia/KKI), Ir.Hanifah Husein Baldan (Tokoh Perempuan/ KOWANI) dan DR.Haslinda Daulay,SE,MSi (Purnabakti WI Kemenkes) mendirikan Perkumpulan OBKESINDO.

Mendapat Rekomendasi Kemenkes RI (2022) dan Pengesahan sebagai Perkumpulan oleh Menkumham, SK No.AHU-0012395.AH.01.Tahun 2022.

Dimotori Abidin dan Ben, Diskusi para pendiri yang berjalan berulang antara Jakarta dan Hambalang menyadari sepenuhnya bahwa Kualitas Pelayanan Kesehatan yang Komprehensif dan Proporsional, yang meliputi Promosi/Pemeliharaan Kesehatan, Pencegahan, Pengobatan dan Rehabilitasi akan menghasilkan Manusia Indonesia yang tangguh sebagai pilar Ketahanan Nasional untuk menjamin keberlangsungan tekad nilai-nilai Kemerdekaan yang berwujud lahir dan tumbuhnya putra-putri Bangsa yang sehat, cerdas dan tangguh, berakhlak mulia, memiliki daya saing dengan Umur Harapan Hidup yang semakin panjang dan produktif.

Itu bukan hal sulit manakala Penyelenggara Negara bidang Kesehatan sadar dan menghimpun semua sumberdaya, utamanya dukungan Masyarakat dikelola dengan Responsibilitas dan Akuntabilitas tinggi untuk mencapai Visi/Misinya.

Untuk pencapaian itu, Perkumpulan OBKESINDO memposisikan dirinya sebagai Mitra Strategis Kritis yang mendorong Implementasi Program Pembangunan Kesehatan tidak berhenti pada OUTPUT, tetapi harus menjangkau OUTCOME dan menjadi BENEFIT nyata ditengah Masyarakat.

Dengan VISI “Indonesia Sehat Dalam Keadilan dan Adil Dalam Kesehatan”, OBKESINDO bekerja dengan MISI :

1. Mendorong terpenuhinya Hak hidup sehat seluruh rakyat Indonesia melalui pendekatan Pembangunan Nasional Berwawasan Kesehatan.

2. Memberikan Konsep alternatif berbasis Observasi untuk perbaikan Kualitas Kesehatan pada seluruh Kementerian/Lembaga dan Daerah.

3. Membangun Kemitraan dan Menggalang Potensi untuk Perbaikan Sarana/Prasarana Lingkungan hidup sehat dan prilaku Masyarakat.

4. Mendorong Percepatan Ketersediaan Pelayanan Kesehatan Yang Terpadu, Menyeluruh dan Berkesinambungan dengan dukungan Tenaga Kesehatan dan Fasilitas Kesehatan yang adil dan merata.

5. Melayani Pengaduan Masyarakat, menemukan solusi dan penyelesaian kepada pihak yang bertanggungjawab.

6. Membangun Kerjasama Internasional untuk Peningkatan kualitas Pembangunan Kesehatan Nasional dan Masyarakat Indonesia.

Syukur Alhamdulillah Perkumpulan ini mendapat Dukungan Menteri Kesehatan, Menteri Hukum dan HAM, Ketua DPR RI, Kemendukbangga/BKKBN, Mendagri, BPJS-Kesehatan serta Kementerian dan Lembaga lainnya.

Dalam 2 (dua) tahun pertama telah terbentuk Kordinator Wilayah pada 18 Provinsi, dari Aceh hingga Papua Barat. Mendapat sambutan hangat dari para tokoh lintas ilmu, lintas profesi, lintas suku non partisan dengan komitmen yang tinggi untuk menemukan dukungan selektif efektif.

Beberapa aksi yang menonjol, Aceh memberikan Penghargaan atas kepedulian Keluarga Besar Adhyaksa/ Kejaksaan pada Upaya Penurunan Stunting. Bengkulu kerjasama dengan Pimpinan dan Masyarakat Adat untuk penguatan PHBS. Kalimantan Barat melakukan kerjasama dengan APDESI untuk optimalisasi berbagai target Program Pembangunan Desa. Jawa Timur merespons Sambutan Gubernur Khofifah untuk Penguatan Prioritas Pembangunan Daerah, diperkuat dengan gagasan Gerakan Rumah Pangan Sehat. Daerah Istimewa Jogyakarta memberi perhatian pada Penguatan program Wisata Kesehatan (Health Tourism) melalui Obat Bahan Alam khas Indonesia. Sulawesi Selatan mendukung penuh Program Makan Siang Gratis dan siap melakukan Pengawasan. Juga mendorong perhatian pada Pelayanan Kesehatan Kusta.
Dan Papua Barat mendorong lebih keras perbaikan Gizi, Kesehatan dan Pendidikan.
11 (sebelas) Wilayah lain juga dengan berbagai program berbasis evidens hasil Observasi nya masing-masing.

Semangat para Observer tidak terlepas dari ciri khas motif yang menjiwainya, yaitu tekad untuk mendorong Program Pembangunan Kesehatan “ tidak berhenti pada Output, tetapi harus dan harus menjadi Outcome dan Benefit”.

Satu contoh yang nyata. Program “ISI PIRINGKU” tidak boleh berhenti pada Narasi dan Pajangan saja. Makan adalah bahagian yang sangat penting dalam kehidupan sehari-hari rakyat Indonesia. Dalam Filosofi makan rakyat Indonesia, makanan tidak hanya sebagai kebutuhan dasar tetapi juga bahagian dari kehidupan sosial, budaya dan spiritual serta masa depan

Bangsa Indonesia. 3 kali makan sehari sesungguhnya kesempatan dan peluang emas bagi Negara untuk membangun Sumberdaya manusia Indonesia yang luarbiasa.

Dari sana lahir anak bangsa yang tumbuh, cerdas, berakhlak, pencipta kerja dan menjadi wujud nyata pencapaian Keadilan dan Kesejahteraan Bagi seluruh rakyat Indonesia, sebagaimana menjadi amanat dan janji Kemerdekaan RI 1945.

Tidak optimalnya program cerdas strategis “Isi Piringku”, karena berhenti pada indikator yang belum prioritas dan tidak dikerjakan secara lintas sektoral.

Rendahnya kualitas bahan pangan. Masih rendahnya cakupan air bersih. Sangat rendahnya konsumsi makan ikan kilogram/perorang pertahun. Belum adilnya ketersediaan pangan dan terjangkau masyarakat diseluruh wilayah Indonesia. Semuanya menuntut kecerdasan dan kepiawaian Sektor Kesehatan melakukan pendekatan Kolaboratif dan Sinergistik, tidak bisa jalan sendiri kalau tak ingin Program hanya jadi pajangan, sementara determinan semakin memburuk.

Dalam pidato deklarasi 1 Agustus 2022, Ketua Umum BPP OBKESINDO/IHO Dr.Abidinsyah Siregar,DHSM,MBA,Mkes memberikan 3 (tiga) prioritas cepat, mudah, murah, menjangkau luas, dengan Anggaran yang rendah namun menjanjikan perbaikan kualitas kesehatan seluruh anak Bangsa diseluruh wilayah Negara, yaitu :

(1).Seluruh rakyat Indonesia memiliki “Catatan Medis” untuk Menekan Faktor Risiko Sakit dan Tindakan cepat mudah murah jika terserang penyakit.

(2).Program “Isi Piringku” diselenggarakan secara nyata dan menjangkau seluruh wilayah Indonesia dengan pendekatan Kolaborasi Lintas Sektoral.

(3).”Program Calon Dokter Ikatan Kerja” untuk menjamin ketersediaan dan penempatan Tenaga Medis diseluruh Fasilitas Pelayanan Kesehatan Primer.

Visi, Misi, Filosofi Outcome & Benefit serta Pendekatan Kuat pada Promotif dan Preventif, telah mengundang banyak Tokoh Nasional ikut memberi pencerahan dan Tokoh Regional yang sekaligus memimpin Korwil OBKESINDO. Mereka lebih banyak bukan Dokter atau Profesional Kesehatan. Mereka Guru Besar/ Tokoh dibidang Pendidikan, Sosial, Kebudayaan/Adat, Hukum. Bukan Politisi.

Jenderal TNI (Purn) DR (HC) Agum Gumelar (Mantan Gubernur Lemhannas, mantan Menhub, Menko Polkam, Ketua Umum DPP IKAL Lemhannas) yang menghadiri langsung Deklarasi OBKESINDO 1 Agustus 2022 di Gedung STOVIA Jakarta, dalam Sambutannya mengatakan “ Kesan pertama saya melihat Deklarasi ini, saya melihat para deklataror, penggagas, pendiri, mayoritas Purna tugas, purna ASN, Purnawirawan TNI/Polri. Saya rasa ini pertanda bahwa kita yang purna tugas itu belum purna pengabdian pada Bangsa ini” (kanal-kesehatan.com).

DIRGAHAYU 3 TAHUN PERKUMPULAN OBSERVASI KESEHATAN INDONESIA (OBKESINDO), “MENDORONG KEDAULATAN RAKYAT UNTUK HIDUP SEHAT”.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *