Example 728x250
BerandaKolom Kesehatan

Gelora Bung Karno, Menggelorakan Prestasi dan Kesehatan Menua Bermartabat

571
×

Gelora Bung Karno, Menggelorakan Prestasi dan Kesehatan Menua Bermartabat

Sebarkan artikel ini

Insight: Dr. Abidin, Observer Kesehatan

Bersama beberapa rekan alumnus Fakultas Kedokteran USU Medan se-Jabodetabek, kami sudah berulang kali melakukan kegiatan olahraga—jalan-lari-jalan mengelilingi stadion sebanyak 5–7 kali dengan durasi sekitar 60 menit. Diterpa mentari pagi, suasana terasa begitu menyegarkan. Kadang, kami janjian secara dadakan dengan Dr. Irvan Adenin, seorang ginekolog; Dr. Jhonwan, ahli penyakit anak; atau Dr. Aufi, ahli bedah. Mereka selalu menjadi inisiator kegiatan.

GELORA BUNG KARNO

Gelanggang Olahraga (Gelora) Bung Karno merupakan tempat favorit untuk olahraga santai. Lokasinya kaya akan udara segar karena dikelilingi oleh tanaman hijau dengan kapasitas fotosintesis tinggi yang menghasilkan oksigen melimpah.

Penamaan stadion diambil dari nama Presiden RI pertama, Soekarno, yang juga menjadi pencetus pembangunan stadion dan kompleks olahraga ini. Pada awalnya, GBK dibangun untuk menjadi lokasi penyelenggaraan Asian Games IV tahun 1962.

Stadion GBK Senayan, Jakarta, merupakan bagian dari Kompleks Gelanggang Olahraga Bung Karno. Di dalam kompleks ini, terdapat Stadion Sepak Bola Nasional yang pada saat Asian Games 1962 memiliki kapasitas lebih dari 100.000 orang. Setelah direnovasi untuk Asian Games 2018, kapasitas kursi dikurangi menjadi 80.000 orang, menyesuaikan dengan standar evakuasi dan kenyamanan.

Di area kompleks juga tersedia berbagai fasilitas olahraga, seperti kolam renang, hoki, tenis, panahan, bulu tangkis, jogging track, softball, dan masih banyak lagi.

Pembangunan GBK dimulai pada 8 Februari 1960, melibatkan sekitar 40 insinyur teknik dari Indonesia, didukung oleh 12.000 pekerja sipil dan militer yang bekerja siang dan malam. Pembangunan ini didampingi oleh tenaga ahli dari Uni Soviet, Hongaria, Swiss, Jepang, Prancis, dan Jerman. Perdana Menteri Uni Soviet, Nikita Kruschev, bahkan datang langsung untuk melakukan pemancangan tiang pertama.

Pada 21 Juli 1962, sebulan sebelum Asian Games 1962 dimulai, Presiden Soekarno meresmikan Stadion Utama GBK.

Stadion GBK dikelilingi oleh trek atau jalan lingkar yang biasa digunakan untuk jalan dan lari oleh masyarakat umum pecinta olahraga sehat. Panjang trek dalam mencapai 920 meter, sedangkan trek luar 1.100 meter.

Di bagian dalam stadion terdapat lapangan seluas 1,75 hektare dengan lapangan sepak bola berukuran 105 × 70 meter.

Stadion yang kini berwajah baru memiliki kualitas kursi yang lebih baik. Jenis kursinya berupa single seat dan flip-up, mengikuti standar FIFA dalam aspek kenyamanan dan keamanan.

SEHATKAH AREA GBK UNTUK LANJUT USIA?

Taman Kota GBK dikenal juga sebagai Taman Kota Senayan, sebuah kawasan terbuka di pusat Kota Jakarta yang berfungsi sebagai ruang hijau dan lahan konservasi. Sebelumnya, area ini merupakan lapangan golf atau golf driving range yang kemudian direnovasi menjelang Asian Games 2018.

Setelah Asian Games 2018 berakhir, Taman Kota GBK berubah menjadi area hijau yang indah dan menarik. Dengan antusiasme tinggi dari masyarakat, pemerintah pusat secara resmi menjadikan tempat ini sebagai destinasi wisata baru di Jakarta. Kawasan ini juga berfungsi sebagai paru-paru kota, tampak semakin hijau dan sejuk berkat tanaman dan rerumputan yang ada.

Bagi usia lanjut di atas 60 tahun, tidak ada pantangan berolahraga, bahkan sangat dianjurkan, asalkan dilakukan dengan hati-hati. Olahraga jalan-lari dapat menjadi pilihan yang baik.

Olahraga simultan jalan-lari sangat baik untuk kesehatan jantung. Jantung yang sehat akan mengalirkan darah ke seluruh tubuh sehingga semua organ berfungsi optimal. Bonusnya, otot yang kencang dan kontraksi yang baik akan membantu tugas jantung dalam pengaliran darah, sehingga jaringan dan organ mendapat nutrisi dan oksigen yang cukup. Semua ini menghasilkan energi untuk beraktivitas sepanjang hari, tetap cerdas, dan gembira. Bonus lainnya adalah peningkatan keseimbangan yang mengurangi risiko jatuh.

OLAHRAGA JALAN & LARI

Olahraga jalan dan lari secara bergantian dan kontinu memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan kesejahteraan. Manfaat fisiknya antara lain meningkatkan kesehatan jantung, mencegah gangguan pembuluh darah yang berisiko stroke, menguatkan otot, meningkatkan fleksibilitas, mengurangi risiko jatuh, menurunkan berat badan, dan meningkatkan kesehatan tulang.

Secara mental, olahraga ini bermanfaat untuk mengurangi stres, meningkatkan suasana hati, konsentrasi, serta rasa percaya diri. Kualitas tidur pun meningkat, sekaligus mengurangi risiko insomnia yang sering terjadi pada usia lanjut.

PERSIAPAN SEBELUM OLAHRAGA

Sebelum olahraga jalan-lari, pastikan untuk memilih pakaian yang nyaman, menyerap keringat, dan tidak terlalu tipis agar tidak kedinginan. Gunakan sepatu yang pas di kaki dan tidak terlalu berat. Pilih rute yang teduh dan tidak terpapar sinar matahari langsung, serta pastikan untuk banyak minum air putih.

Di GBK, ada dua pilihan rute: ring dalam yang sedikit lebih pendek, sekitar 900 meter, dan lebih teduh dari sinar matahari; serta ring luar yang lebih lebar dengan panjang trek sekitar 1.100 meter jika ingin merasakan paparan mentari.

Cukup 5 putaran pada trek ring tengah, dengan jarak sekitar 5.000 meter (setara 7.000 langkah atau sekitar 50–60 menit), sudah merupakan prestasi terbaik jika dilakukan 2–3 kali seminggu. Minimal 30 menit saja sudah cukup.

Dalam kondisi tertentu, misalnya memiliki masalah kesehatan, sebaiknya konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

Jangan lupa membawa identitas dan uang secukupnya untuk kebutuhan pribadi, misalnya toilet berbayar, membeli minuman, atau bersedekah untuk amal jariyah.

Setelah berolahraga, cari tempat istirahat sejenak, nikmati duduk santai minimal 30–60 menit sambil minum air putih, berbincang dengan rekan sebaya, dan membaca pesan-pesan bermanfaat yang membangun rasa optimis agar hidup lebih indah dan berkualitas.

MENUA BERMARTABAT DAN BERMANFAAT
GBK, Mei 2025.
Dr. Abidin
Koordinator WAG Menua Bermartabat

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *