Example 728x250
Tips Lansia

6 Cara Mengatasi Mengompol pada Lansia agar Tetap Percaya Diri dan Aktif

434
×

6 Cara Mengatasi Mengompol pada Lansia agar Tetap Percaya Diri dan Aktif

Sebarkan artikel ini
Mengatasi Mengompol pada Lansia
Mengatasi Mengompol pada Lansia

Golansia.com – Masalah mengompol pada lansia sering kali menjadi topik yang dianggap tabu dan memalukan, padahal kondisi ini dapat ditangani jika dikenali sejak dini. Memahami cara penanganannya sangat penting agar para orang tua tetap dapat menjalani hari-hari mereka dengan aktif dan penuh rasa percaya diri.

Mengompol bukan hanya persoalan tidak bisa menahan buang air kecil, tetapi juga berpengaruh besar terhadap kesehatan fisik, kondisi mental, dan kualitas hidup lansia secara keseluruhan.

Menurut dr. Ika Fitriana, SpPD-KGer, Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Geriatri dari RS Hermina Bekasi, mengompol di usia lanjut adalah kondisi yang umum terjadi, bahkan prevalensinya tergolong tinggi di wilayah Asia.

“Wanita di Asia, sekitar 37 persen pernah mengalami mengompol, terutama di usia lanjut. Tapi banyak dari mereka yang malu untuk bicara karena dianggap aib,” kata dr. Ika dalam diskusi media pada Selasa, 27 Mei 2025.

Kenapa Lansia Sering Ngompol?

Seiring dengan pertambahan usia, tubuh mengalami sejumlah perubahan secara biologis. Hal ini juga memengaruhi fungsi kandung kemih, kekuatan otot panggul, serta sistem saraf yang mengatur proses buang air kecil.

Akibatnya, kemampuan kandung kemih untuk menampung urin menurun, kontrol terhadap buang air kecil menjadi lebih lemah, sehingga lansia cenderung lebih sulit menahan keinginan untuk pipis.

“Kadang batuk sedikit langsung keluar urine, atau pas buru-buru ke kamar mandi, sudah keburu keluar duluan. Ini sering terjadi karena kontrolnya sudah berkurang,” tambah dr. Ika.

Selain usia, ada beberapa faktor risiko lain yang memperparah kondisi ini, seperti:

  • Obesitas
  • Riwayat melahirkan banyak anak
  • Penyakit kronis seperti stroke, diabetes, dan demensia
  • Sarkopenia (penurunan massa otot akibat penuaan)

Apa Penyebab Kencing Terus pada Lansia?

Inkontinensia urine atau kondisi mengompol pada lansia umumnya terbagi menjadi dua jenis:

Kesulitan menahan urine – Terjadi ketika kandung kemih tidak mampu menyimpan urine dengan baik, sehingga buang air kecil bisa terjadi secara tiba-tiba.

Kesulitan mengosongkan kandung kemih – Biasanya disebabkan oleh gangguan seperti pembesaran prostat, yang membuat urine keluar sedikit demi sedikit dan tidak tuntas.

Selain itu, ada pula inkontinensia yang bersifat sementara atau akut, seperti yang disebabkan oleh infeksi saluran kemih. Namun, pada lansia, kondisi ini lebih sering bersifat persisten atau jangka panjang, sehingga banyak dari mereka harus mengenakan popok dewasa untuk menjaga kenyamanan dan kebersihan.

Cara Mengatasi Mengompol pada Lansia

Jangan remehkan dampak mengompol. Banyak lansia jadi menarik diri dari lingkungan sosial karena malu. Mereka tidak lagi pergi ke tempat ibadah, enggan berkumpul dengan teman, bahkan jadi takut bepergian jauh karena takut ngompol di jalan.

“Lama-lama mereka jadi malas beraktivitas, ototnya makin kisut, mudah infeksi, dan akhirnya bisa memicu kepikunan karena kurang stimulasi sosial,” kata dr. Ika.

Agar lansia tetap aktif dan percaya diri, berikut beberapa cara mengatasi mengompol yang disarankan oleh dr. Ika:

  1. Latihan otot panggul (senam Kegel)

Latihan ini efektif memperkuat otot yang berfungsi menahan urine. Lakukan rutin setiap hari.

  1. Mengatur pola minum

Jangan terlalu banyak atau terlalu sedikit minum. Kurangi konsumsi minuman berkafein dan alkohol.

  1. Latihan kandung kemih (bladder training)

Biasakan buang air kecil secara teratur, misalnya setiap dua hingga tiga jam, agar kandung kemih terlatih dan tidak mudah ‘bocor’.

  1. Menjaga berat badan ideal

Obesitas meningkatkan tekanan pada kandung kemih dan memperparah inkontinensia.

  1. Konsultasi ke dokter

Beberapa kasus membutuhkan obat-obatan atau tindakan medis tertentu, tergantung penyebabnya.

  1. Gunakan popok dewasa jika diperlukan

Ini bukan hal memalukan. Popok membantu lansia tetap bergerak bebas tanpa khawatir bocor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *