Example 728x250
Daftar Penyakit

Waspadai Demam Berdarah Pada Lansia

1511
×

Waspadai Demam Berdarah Pada Lansia

Sebarkan artikel ini
Demam Berdarah Pada Lansia
Demam Berdarah Pada Lansia

Golansia.com – Demam berdarah merupakan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk yang umum terjadi di daerah tropis. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, termasuk orang lanjut usia atau lansia.

Jika demam berdarah menyerang orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti lansia, dikhawatirkan akan menimbulkan dampak yang sangat serius. Oleh karena itu, demam berdarah menjadi salah satu penyakit yang harus diwaspadai oleh para lansia.

Demam berdarah disebabkan oleh salah satu dari empat virus dengue yang berkerabat dekat. Virus ini juga terkait dengan virus penyebab West Nile dan demam kuning.

Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi virus demam berdarah. Oleh karena itu, nyamuk dapat tertular jika menggigit seseorang yang sudah terdapat virus demam berdarah dalam darahnya. Nyamuk kemudian dapat menularkannya ke orang lain melalui gigitannya. Namun demam berdarah tidak bisa menular langsung dari satu orang ke orang lain.

Waspadai Demam Berdarah dengan Mengenal Gejalanya

Gejala demam berdarah biasanya baru muncul sekitar 4–6 hari setelah infeksi dan dapat berlangsung hingga 10 hari. Gejala umum demam berdarah, antara lain:

  • Demam tinggi yang terjadi secara tiba-tiba;
  • Sakit kepala yang parah;
  • Nyeri otot dan sendi yang parah;
  • Nyeri di belakang mata;
  • Kelelahan;
  • Mual;
  • Muntah;
  • Ruam kulit, yang muncul 2–5 hari setelah timbulnya demam; dan
  • Perdarahan ringan, seperti hidung berdarah atau mimisan, gusi berdarah, atau mudah memar.

Kadang-kadang, demam berdarah menimbulkan gejala yang ringan sehingga dapat disalahartikan sebagai gejala flu atau infeksi virus lainnya. Anak-anak yang lebih muda dan orang-orang yang belum pernah terinfeksi virus demam berdarah sebelumnya cenderung mengalami kasus yang lebih ringan daripada anak-anak yang lebih besar dan orang dewasa.

Bahaya Demam Berdarah pada Lansia

Meski begitu, demam berdarah tetap perlu diwaspadai karena dapat berkembang menjadi masalah serius. Contohnya, demam berdarah dengue, yaitu komplikasi langka yang ditandai dengan demam tinggi, kerusakan pada kelenjar getah bening dan pembuluh darah, perdarahan dari hidung dan gusi, pembesaran hati, dan kegagalan sistem peredaran darah. Gejala juga dapat berkembang menjadi perdarahan hebat, syok, dan kematian. Kondisi ini disebut juga sindrom syok dengue (DSS).

Orang-orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti para lansia dan orang-orang yang terinfeksi dengue untuk kedua kalinya diyakini berisiko lebih besar untuk terkena demam berdarah dengue.

Dari data yang masih terbatas, menunjukkan bahwa pengidap dengue lanjut usia memiliki tingkat fatalitas kasus yang paling tinggi, tetapi pathogenesis kematian pada pengidap dengue lansia masih belum jelas. Pengidap lanjut usia juga rentan mendapatkan infeksi yang didapat dari rumah sakit atau hospital-acquired infection (HAI), sehingga menempatkan mereka pada risiko kematian terkait infeksi.

Penanganan Demam Berdarah pada Lansia

Sebenarnya tidak ada obat khusus yang dapat mengobati infeksi dengue. Bila orangtuamu atau lansia yang kamu kenal mengalami gejala-gejala demam berdarah, kamu bisa memberikan obat penghilang rasa sakit seperti acetaminophen untuk meredakannya. Penting untuk diingat, hindari memberikan aspirin karena dapat memperburuk perdarahan.

Selain itu, orang lanjut usia yang terkena demam berdarah juga harus beristirahat, minum banyak cairan dan pergi menemui dokter. Bila kondisi pengidap lansia memburuk dalam 24 jam pertama setelah demam turun, segera bawa ke rumah sakit untuk diperiksa apakah terjadi komplikasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *