Golansia.com — Diabetes kerap berkembang tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Tidak sedikit orang baru mengetahui kadar gula darahnya tinggi saat menjalani pemeriksaan kesehatan rutin, meski selama ini merasa sehat dan tidak mengalami keluhan berarti.
Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa risiko diabetes tidak hanya dipengaruhi pola makan, tetapi juga kebiasaan sehari-hari yang sering dianggap sepele. Salah satunya adalah kurang bergerak dan terlalu lama duduk dalam waktu yang panjang.
Dokter Adam Prabata mengungkapkan, kebiasaan sedentari atau minim aktivitas fisik merupakan salah satu pola yang cukup sering ditemukan pada pasien dengan kadar gula darah tinggi.
Menurutnya, duduk berjam-jam tanpa diselingi aktivitas fisik dapat menurunkan sensitivitas insulin secara bertahap. Ketika hal itu terjadi, kemampuan tubuh dalam mengatur kadar gula darah ikut terganggu meski seseorang belum merasakan gejala apa pun.
“Mekanismenya adalah otot yang nggak aktif jadi kurang sensitif terhadap insulin yang kemudian membuat regulasi gula darah kita jadi terganggu pelan-pelan,” ujar dr Adam.
Ia menjelaskan, banyak pasien datang ke poliklinik setelah hasil pemeriksaan menunjukkan kadar gula darah yang sudah tinggi. Padahal sebelumnya mereka merasa sehat dan tidak menyadari adanya gangguan metabolik yang sedang berkembang.
Fenomena ini sejalan dengan karakteristik diabetes tipe 2 yang sering disebut sebagai silent disease atau penyakit yang berkembang secara perlahan tanpa tanda-tanda yang mudah dikenali. Pada banyak kasus, gejala baru muncul ketika kadar gula darah telah tinggi atau komplikasi mulai terjadi.
Karena itu, dr Adam mengingatkan pentingnya menjaga tubuh tetap aktif bergerak setiap hari. Aktivitas fisik membantu otot menggunakan glukosa sebagai sumber energi sekaligus meningkatkan sensitivitas insulin sehingga kadar gula darah lebih terkontrol.
Selain menjaga pola makan, masyarakat juga dianjurkan mengurangi kebiasaan duduk terlalu lama, terutama bagi pekerja kantoran atau mereka yang menghabiskan sebagian besar waktunya di depan komputer.
Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga perlu dilakukan, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti kelebihan berat badan, riwayat diabetes dalam keluarga, tekanan darah tinggi, atau usia yang semakin bertambah.
Dengan kombinasi pola hidup aktif, pengaturan makan yang baik, dan deteksi dini melalui pemeriksaan kesehatan, risiko diabetes dapat ditekan sebelum berkembang menjadi masalah kesehatan yang lebih serius.(DBS)

















