Example 728x250
Daftar Penyakit

Penyebab Kaki Bengkak pada Lansia: Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

250
×

Penyebab Kaki Bengkak pada Lansia: Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Sebarkan artikel ini
Lansia mengalami kaki bengkak akibat edema sambil berkonsultasi dengan dokter mengenai penyebab dan penanganannya.
penyebab kaki bengkak pada lansia

Golansia.com – Kaki bengkak pada lansia merupakan keluhan yang cukup sering terjadi seiring bertambahnya usia. Dalam dunia medis, kondisi ini dikenal sebagai edema, yaitu penumpukan cairan berlebih pada jaringan tubuh yang umumnya terjadi di tungkai, pergelangan kaki, hingga telapak kaki.

Meski kerap dianggap sebagai bagian dari proses penuaan, kaki bengkak tidak boleh diabaikan. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang memerlukan penanganan medis, terutama jika disertai gejala lain seperti nyeri, kemerahan, atau sesak napas.

Mengapa Kaki Lansia Bisa Bengkak?

Seiring bertambahnya usia, fungsi pembuluh darah vena di kaki dapat mengalami penurunan atau dikenal sebagai insufisiensi vena. Akibatnya, aliran darah menuju jantung menjadi kurang optimal sehingga darah dan cairan menumpuk di bagian bawah tubuh.

Selain gangguan pada pembuluh darah, pembengkakan kaki juga dapat dipicu oleh sejumlah penyakit lain, antara lain:

  • Gagal jantung kongestif.
  • Gangguan fungsi ginjal.
  • Penyakit hati (liver).
  • Efek samping beberapa jenis obat, seperti obat penurun tekanan darah.

Karena penyebabnya beragam, pemeriksaan dokter diperlukan untuk memastikan sumber masalah sehingga penanganannya sesuai dengan kondisi masing-masing pasien.

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Pembengkakan pada kaki memerlukan perhatian medis apabila disertai salah satu kondisi berikut:

  • Nyeri yang semakin berat.
  • Kulit tampak kemerahan atau terasa hangat.
  • Sesak napas.
  • Bengkak tidak berkurang meski kaki sudah diangkat lebih tinggi.
  • Pembengkakan hanya terjadi pada satu sisi kaki secara tiba-tiba.

Gejala tersebut dapat mengarah pada kondisi medis yang lebih serius sehingga sebaiknya segera diperiksa oleh dokter.

Obat yang Sering Digunakan untuk Mengatasi Kaki Bengkak

Penanganan edema harus disesuaikan dengan penyebabnya. Berikut beberapa obat maupun suplemen yang umum digunakan berdasarkan rekomendasi tenaga medis.

1. Furosemide

Furosemide merupakan obat diuretik yang membantu tubuh membuang kelebihan cairan melalui urine. Obat ini banyak digunakan untuk mengatasi pembengkakan akibat penyakit jantung, ginjal, maupun hati.

Karena termasuk obat keras, penggunaan Furosemide harus berdasarkan resep dokter. Dosis pada lansia juga perlu disesuaikan untuk mengurangi risiko efek samping.

2. Thrombophob Gel

Gel yang mengandung heparin sodium ini membantu memperlancar aliran darah dan mengurangi pembengkakan akibat peradangan pembuluh darah vena atau varises.

Penggunaannya cukup dioleskan tipis pada area yang bengkak sebanyak dua hingga tiga kali sehari sesuai aturan pakai.

3. Venosmil

Venosmil mengandung hidrosmin, yaitu senyawa yang membantu memperkuat dinding pembuluh darah vena dan mengurangi kebocoran kapiler.

Obat ini umumnya diberikan pada penderita insufisiensi vena kronis yang menyebabkan kaki terasa berat sekaligus bengkak. Karena termasuk obat keras, penggunaannya harus mengikuti petunjuk dokter.

4. Blackmores Celery 7000

Suplemen herbal ini mengandung ekstrak biji seledri (Apium graveolens) yang secara tradisional dipercaya memiliki efek diuretik ringan sehingga membantu mengurangi penumpukan cairan dalam tubuh.

Meski dapat menjadi terapi pendukung, penggunaannya tetap sebaiknya dikonsultasikan dengan tenaga kesehatan, terutama bagi lansia yang memiliki penyakit kronis atau mengonsumsi obat rutin.

Cara Mengurangi Kaki Bengkak di Rumah

Selain menjalani pengobatan sesuai penyebabnya, beberapa langkah sederhana berikut dapat membantu meredakan pembengkakan:

  • Tinggikan posisi kaki menggunakan bantal saat duduk atau tidur agar berada di atas posisi jantung.
  • Batasi konsumsi garam karena natrium dapat meningkatkan penumpukan cairan.
  • Lakukan aktivitas fisik ringan, seperti berjalan kaki secara rutin, untuk memperbaiki sirkulasi darah.
  • Hindari mengenakan pakaian atau kaus kaki yang terlalu ketat pada area betis maupun paha.
  • Istirahatkan kaki secara berkala bila terlalu lama berdiri atau duduk.

Jangan Anggap Sepele Kaki Bengkak pada Lansia

Kaki bengkak memang sering dialami oleh orang lanjut usia, namun bukan berarti kondisi ini selalu normal. Pembengkakan dapat menjadi tanda adanya gangguan pada jantung, ginjal, hati, maupun sistem pembuluh darah.

Apabila keluhan berlangsung terus-menerus, semakin berat, atau muncul bersama gejala lain yang mengkhawatirkan, segera lakukan pemeriksaan ke dokter agar penyebabnya diketahui dan penanganan dapat diberikan sedini mungkin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *