Golansia.com – Presbikusis merupakan istilah medis untuk gangguan pendengaran yang berkembang secara perlahan pada orang lanjut usia seiring pertambahan umur. Kondisi ini termasuk hal yang umum dialami oleh lansia.
Secara umum, gangguan pendengaran dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:
- Konduktif (melibatkan telinga luar atau tengah)
- Sensorineural (melibatkan telinga bagian dalam)
- Campuran (kombinasi keduanya).
Penuaan dan paparan kronis terhadap suara keras dapat berperan pada gangguan pendengaran.
Faktor lain, seperti kotoran telinga yang berlebihan, untuk sementara dapat mengurangi seberapa baik telinga menghantarkan suara.
Penyebab
Tidak ada satu penyebab pasti yang diketahui untuk presbikusis.
Umumnya, kondisi ini terjadi akibat perubahan pada telinga bagian dalam yang berlangsung secara alami seiring proses penuaan.
Selain itu, faktor genetik dan paparan suara keras—seperti dari konser musik rock atau penggunaan headphone dengan volume tinggi—juga dapat memberikan pengaruh signifikan.
Beberapa faktor yang berperan dalam terjadinya gangguan pendengaran terkait usia antara lain:
- Riwayat keluarga (gangguan pendengaran terkait usia cenderung menurun dalam keluarga)
- Paparan berulang terhadap suara keras
- Merokok (perokok lebih mungkin mengalami gangguan pendengaran dibandingkan bukan perokok)
- Kondisi medis tertentu, seperti diabetes
- Obat-obatan tertentu, seperti obat kemoterapi untuk kanker.
Gejala
Kehilangan pendengaran sering terjadi secara perlahan seiring waktu.
Gejala presbikukis meliputi:
- Kesulitan mendengar orang-orang di sekitar Anda
- Harus menaikkan volume di TV
- Sering meminta orang untuk mengulangi diri mereka sendiri
- Frustrasi karena tidak bisa mendengar
- Suara tertentu tampak terlalu keras
- Masalah pendengaran di area bising
- Masalah membedakan suara tertentu, seperti “s” atau “th”
- Lebih banyak kesulitan memahami orang dengan suara bernada tinggi
- Suara berdenging di telinga.
Bicaralah dengan dokter jika memiliki gejala-gejala ini. Gejala presbikusis mungkin seperti gejala masalah medis lainnya.
Diagnosis
Jika pendengaran tiba-tiba hilang, terutama hanya pada satu telinga, segera dapatkan pertolongan medis.
Konsultasikan dengan dokter apabila kesulitan mendengar mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Gangguan pendengaran akibat penuaan biasanya berkembang perlahan, sehingga pada tahap awal penderitanya sering tidak menyadarinya.
Untuk memastikan diagnosis, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh. Langkah ini bertujuan mengetahui apakah ada masalah medis yang menjadi penyebab gangguan pendengaran. Dengan bantuan alat bernama otoskop, dokter dapat memeriksa kondisi dalam telinga.
Kadang, penumpukan kotoran telinga dapat menyumbat saluran pendengaran dan memicu gangguan tersebut. Dalam beberapa kasus, pasien akan dirujuk ke dokter THT atau ahli pendengaran (audiolog).
Pemeriksaan pendengaran khusus akan membantu menentukan sejauh mana tingkat gangguan yang dialami.
Perawatan
Tidak ada obat untuk gangguan pendengaran terkait usia.
Perawatan difokuskan pada peningkatan fungsi sehari-hari. Hal berikut ini dapat berguna:
- Alat bantu Dengar
- Amplifier telepon dan alat bantu lainnya
- Bahasa isyarat (bagi mereka yang mengalami gangguan pendengaran parah)
- Membaca ucapan (membaca bibir dan menggunakan isyarat visual untuk membantu komunikasi)
- Implan koklea mungkin direkomendasikan untuk orang dengan gangguan pendengaran yang parah.
Komplikasi
Gangguan pendengaran tidak hanya berdampak pada fungsi fisik, tetapi juga dapat menimbulkan masalah psikologis.
Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi berkembang menjadi ketulian.
Pencegahan
Cara paling penting untuk mencegah presbikukis adalah dengan melindungi pendengaran, seperti:
-
- Hindari suara keras dan kurangi paparan kebisingan
- Kenakan penutup telinga atau penutup telinga khusus berisi cairan (untuk mencegah kerusakan pendengaran lebih lanjut).
