Golansia.com – Pembengkakan pada lengan atau kaki mungkin terlihat seperti keluhan biasa, terutama pada usia lanjut. Namun, jika pembengkakan menetap, terasa berat, atau disertai perubahan pada kulit, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan.
Salah satu penyebabnya bisa berupa limfedema, yaitu pembengkakan yang terjadi akibat gangguan aliran cairan limfa di dalam sistem limfatik.
Kondisi ini dapat dialami siapa saja, tetapi lansia memiliki sejumlah faktor yang membuat mereka lebih rentan mengalami gangguan pada sistem limfatik.
Apa Itu Limfedema?
Limfedema terjadi ketika sistem limfatik tidak mampu mengalirkan cairan limfa dengan baik. Akibatnya, cairan tersebut menumpuk di jaringan dan menyebabkan pembengkakan.
Sistem limfatik sendiri merupakan bagian penting dari sistem kekebalan tubuh. Jaringan ini membantu mengangkut cairan limfa, zat sisa, serta berbagai komponen yang berkaitan dengan pertahanan tubuh melalui pembuluh dan kelenjar getah bening.
Limfedema dapat muncul pada satu sisi tubuh maupun kedua sisi, terutama di lengan atau kaki.
Salah satu penyebab yang cukup dikenal adalah kerusakan atau pengangkatan kelenjar getah bening sebagai bagian dari penanganan kanker. Kondisi tersebut dapat mengganggu jalur aliran cairan limfa sehingga cairan lebih mudah menumpuk.
Mengapa Lansia Lebih Rentan Mengalami Limfedema?
Pertambahan usia menyebabkan berbagai perubahan pada tubuh. Sejumlah fungsi organ dan kemampuan tubuh dalam mempertahankan keseimbangan juga dapat mengalami penurunan.
Pada usia lanjut terjadi proses yang dikenal sebagai immunosenescence, yaitu perubahan dan penurunan fungsi sistem kekebalan yang berkaitan dengan proses penuaan.
Sistem limfatik memiliki hubungan erat dengan sistem imun. Di dalamnya terdapat cairan limfa yang membawa berbagai zat, termasuk sel-sel yang berperan dalam pertahanan tubuh, menuju kelenjar getah bening.
Kelenjar tersebut kemudian membantu menyaring dan menangani berbagai zat asing maupun limbah seluler.
Seiring bertambahnya usia, perubahan pada jaringan, pembuluh limfatik, aktivitas fisik, serta kondisi kesehatan tertentu dapat membuat sistem tersebut tidak bekerja seoptimal sebelumnya. Namun, penting dicatat bahwa penuaan itu sendiri bukan berarti seseorang pasti mengalami limfedema.
Risiko biasanya menjadi lebih besar apabila terdapat faktor lain, seperti riwayat operasi atau terapi kanker yang melibatkan kelenjar getah bening, infeksi, kurang bergerak, obesitas, atau kondisi medis tertentu.
Kenali Gejala Limfedema pada Lansia
Pembengkakan merupakan tanda limfedema yang paling mudah dikenali. Namun, gejalanya tidak berhenti pada perubahan ukuran lengan atau kaki.
Menurut Mayo Clinic, beberapa tanda yang dapat muncul antara lain:
- Pembengkakan sebagian atau seluruh lengan maupun kaki, termasuk jari;
- Lengan atau kaki terasa berat dan kencang;
- Gerakan anggota tubuh menjadi lebih terbatas;
- Muncul rasa sakit atau tidak nyaman;
- Mengalami infeksi berulang;
- Kulit menjadi lebih keras atau menebal.
Pada sebagian orang, pembengkakan dapat berkembang secara perlahan sehingga tidak langsung disadari.
Karena itu, lansia maupun keluarga sebaiknya memperhatikan perubahan pada ukuran, rasa, dan kondisi kulit anggota tubuh secara berkala.
Apakah Limfedema Bisa Dicegah?
