Daftar PenyakitKesehatan

Lansia Perlu Waspada, Ini Alasan Aneurisma Otak Lebih Sering Muncul Seiring Bertambahnya Usia

328
Ilustrasi aneurisma otak pada pembuluh darah lansia
Aneurisma otak merupakan tonjolan abnormal pada pembuluh darah yang dapat berbahaya jika mengalami kebocoran atau pecah.

Golansia.com — Bertambahnya usia membawa berbagai perubahan pada tubuh, termasuk pada sistem pembuluh darah. Salah satu kondisi yang perlu diwaspadai adalah aneurisma otak, yaitu tonjolan atau pelebaran abnormal pada dinding pembuluh darah di otak.

Aneurisma dapat dibayangkan seperti tonjolan kecil menyerupai buah beri yang menempel pada pembuluh darah. Kondisi ini sering kali tidak menimbulkan gejala dan baru diketahui ketika seseorang menjalani pemeriksaan untuk masalah kesehatan lain.

Namun, aneurisma yang mengalami kebocoran atau pecah merupakan kondisi darurat. Pecahnya aneurisma dapat menyebabkan perdarahan di sekitar otak dan memicu stroke hemoragik, khususnya perdarahan subaraknoid.

Karena itu, lansia dan keluarga perlu mengenali tanda-tandanya agar pertolongan medis dapat diberikan secepat mungkin.

Mengapa Lansia Lebih Berisiko Mengalami Aneurisma Otak?

Aneurisma otak dapat terjadi pada berbagai kelompok usia. Namun, risikonya cenderung meningkat seiring bertambahnya usia karena pembuluh darah mengalami perubahan dan dapat menjadi lebih rentan.

Aneurisma umumnya terbentuk pada bagian pembuluh darah yang mengalami kelemahan, termasuk di area percabangan pembuluh darah pada dasar otak.

Kondisi ini tidak berarti setiap lansia pasti mengalami aneurisma. Namun, usia merupakan salah satu faktor yang perlu diperhatikan, terutama jika disertai faktor risiko lainnya.

Aneurisma otak paling sering ditemukan pada orang dewasa, terutama dalam rentang usia sekitar 35 hingga 60 tahun.

Perempuan juga diketahui memiliki risiko lebih tinggi dibandingkan laki-laki. Salah satu faktor yang diduga berperan adalah perubahan hormon estrogen setelah menopause.

Aneurisma Otak Sering Tidak Menunjukkan Gejala

Salah satu alasan aneurisma otak sulit dikenali adalah karena sebagian besar aneurisma yang belum pecah tidak menimbulkan keluhan.

Aneurisma berukuran kecil bahkan dapat berada di dalam tubuh tanpa disadari. Kondisinya baru diketahui ketika seseorang menjalani pemeriksaan pencitraan untuk mencari penyebab masalah kesehatan lain.

Namun, aneurisma yang semakin besar dapat menekan jaringan otak atau saraf di sekitarnya.

Beberapa keluhan yang dapat muncul antara lain:

  • Sakit kepala.
  • Penglihatan kabur atau ganda.
  • Nyeri di sekitar atau di belakang mata.
  • Pupil mata membesar.
  • Kelopak mata terkulai.
  • Kesulitan berbicara.
  • Mati rasa atau kelemahan pada salah satu sisi wajah.

Gejala tersebut tidak selalu berarti seseorang mengalami aneurisma otak. Namun, keluhan yang tidak biasa atau terus berulang sebaiknya diperiksakan kepada dokter agar penyebabnya dapat diketahui.

Waspadai Sakit Kepala Hebat yang Datang Mendadak

Situasinya berbeda ketika aneurisma mengalami kebocoran atau pecah.

Pecahnya aneurisma dapat menyebabkan perdarahan di sekitar otak dan memunculkan sakit kepala yang sangat hebat serta terjadi secara tiba-tiba.

Keluhan tersebut dapat disertai berbagai tanda lain, seperti mual dan muntah, leher kaku, sensitif terhadap cahaya, gangguan penglihatan, kelopak mata terkulai, gangguan keseimbangan, rasa mengantuk yang berat, hingga penurunan atau kehilangan kesadaran.

Kondisi seperti ini merupakan kegawatdaruratan medis. Jangan menunggu gejala membaik dengan sendirinya. Segera cari pertolongan medis apabila muncul sakit kepala hebat secara mendadak, terutama jika disertai gangguan kesadaran atau gejala saraf lainnya.

Faktor Risiko Aneurisma Tidak Hanya Usia

Exit mobile version