Daftar Penyakit

Mengapa Orang Lanjut Usia Bisa Terkena Chikungunya?

3243
Orang Lanjut Usia Bisa Terkena Chikungunya
Chikungunya

Golansia.com – Menjaga kebersihan lingkungan menjadi salah satu hal yang bisa dilakukan untuk menghindari sarang nyamuk. Chikungunya bukan hanya demam berdarah atau malaria tetapi juga penyakit yang ditularkan oleh nyamuk. Nyamuk Aedes Aegypti atau Aedes Albopictus merupakan dua jenis nyamuk yang dapat menularkan penyakit chikungunya.

Tinggal di lingkungan yang kotor dan bepergian ke daerah yang mewabah chikungunya merupakan beberapa faktor yang tidak dapat diduga dapat meningkatkan risiko penyakit chikungunya. Namun tidak hanya itu: bayi dan orang lanjut usia sangat rentan terkena chikungunya. Ayo pelajari lebih lanjut tentang chikungunya di sini!

Lansia dan Chikungunya

Chikungunya merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus yang ditularkan oleh nyamuk. Faktanya, Chikungunya tidak bisa menular dari orang ke orang. Orang sehat tertular chikungunya bila digigit nyamuk Aedes aegypti atau Aedes albopictus yang sebelumnya menggigit penderita chikungunya.

Penyakit ini dapat menyerang siapa saja, namun chikungunya sangat rentan menyerang bayi dan orang lanjut usia atau lansia. Mengapa ini terjadi? Menurut Science Daily, virus yang dibawa nyamuk ternyata bisa menyebabkan pasien mengalami berbagai gejala. Kondisi ini disesuaikan dengan pertahanan diri atau sistem imun tubuh. Pada orang yang daya tahan tubuhnya kuat, penyakit chikungunya terkadang tidak menimbulkan gejala apa pun, berbeda dengan orang yang daya tahan tubuhnya lemah atau dalam hal ini adalah orang lanjut usia, sehingga gejalanya sangat berbahaya.

Tidak ada salahnya ketahui beberapa gejala yang akan dialami oleh pengidap chikukngunya, seperti kondisi demam hingga 39 derajat celcius, mengalami kondisi nyeri otot yang disertai dengan nyeri sendi, pembengkakan pada bagian sendi yang alami nyeri, sakit kepala, hingga muncul ruam pada beberapa bagian tubuh. Sebaiknya segera kunjungi rumah sakit terdekat jika anak-anak atau lansia mengalami gejala yang serupa dengan kondisi penyakit chikungunya. Penanganan yang tepat tentunya akan menurunkan berbagai risiko gangguan kesehatan yang berbahaya. Meskipun tidak menyebabkan kematian, nyatanya gejala chikungunya yang tidak diatasi dengan cepat dapat menyebabkan kelumpuhan pada beberapa bagian tubuh untuk sementara.

Namun tidak hanya pada lansia dan bayi yang baru dilahirkan. Melansir Centers for Disease Control and Prevention, beberapa pengidap penyakit kronis, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, atau penyakit jantung juga lebih rentan mengalami penyakit chikungunya.

Cegah Chikungunya

Melakukan tes darah menjadi salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mendiagnosa penyakit chikungunya. Hingga saat ini belum ada vaksin yang dapat digunakan untuk mencegah atau pengobatan yang pasti bisa dilakukan untuk mengatasi kondisi chikungunya. Melansir Badan Kesehatan Dunia (WHO) pencegahan dapat dilakukan untuk menghindari penyakit chikungunya. Perkembangan biakan nyamuk chikungunya nyatanya dapat dicegah dan diturunkan dengan menghilangkan sarang nyamuk. Melakukan pembersihan lingkungan, membuang barang-barang yang tidak terpakai, menutup tampungan air, hingga menggunakan insektisida untuk membunuh nyamuk.

Selain itu, tidak ada salahnya untuk selalu gunakan krim anti nyamuk dan juga pakaian dengan lengan panjang serta celana panjang untuk menurunkan risiko gigitan nyamuk. Hal ini menjadi salah satu pencegahan yang bisa dilakukan. Para lansia, sebaiknya hindari berpergian ke lokasi yang menjadi wabah chikungunya karena dapat tingkatkan risiko penularan chikungunya.

Exit mobile version