Example 728x250
Kesehatan

Mengapa Lansia Perlu Menjaga Kesehatan Mental?

287
×

Mengapa Lansia Perlu Menjaga Kesehatan Mental?

Sebarkan artikel ini
kesehatan mental lansia
ilustrasi: seorang lansia yang menunjukkan kesehatan mental lansianya

Golansia.com – Lansia, yakni mereka yang berusia di atas 60 tahun, memasuki fase akhir dalam perjalanan hidup manusia. Pada periode ini, kesehatan mental menjadi aspek yang sangat penting untuk dijaga, selain kesehatan fisik.

Seiring bertambahnya usia, berbagai perubahan hidup mulai terjadi dan dapat memengaruhi kondisi psikologis seseorang. Menurut World Health Organization (WHO), lansia lebih rentan mengalami peristiwa-peristiwa yang berdampak emosional, seperti kehilangan pasangan atau anggota keluarga, penurunan pendapatan, hingga hilangnya peran atau tujuan hidup. Selain itu, melemahnya fungsi tubuh juga dapat menambah beban mental.

Penurunan kondisi fisik yang terus berlangsung dapat memicu stres berkepanjangan, yang kemudian berkembang menjadi masalah kesehatan mental. Carlos Augusto de Mendonca Lima dan Gabriel Ivbijaro dalam Mental Health and Wellbeing of Older People: Opportunities and Challenges (2013) menyebutkan bahwa gangguan kesehatan mental dapat memengaruhi kemampuan dasar lansia dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Dampaknya bisa berupa menurunnya kemandirian, berkurangnya otonomi, hingga merosotnya kualitas hidup.

Karena itu, lansia membutuhkan mental yang kuat untuk mampu beradaptasi dengan berbagai perubahan—baik dari sisi kondisi fisik, sosial, maupun finansial. Tanpa kesehatan mental yang terjaga, mereka berisiko lebih tinggi mengalami gangguan seperti stres, depresi, gangguan tidur, kecemasan, demensia, hingga Alzheimer.

MedlinePlus mencatat sejumlah tanda peringatan gangguan mental pada lansia, di antaranya:

  • Perubahan suasana hati yang drastis

  • Pola makan dan tidur yang tidak biasa

  • Menarik diri dari orang lain atau aktivitas yang dulu disukai

  • Kebingungan, mudah lupa, cepat marah, atau merasa takut

  • Kehilangan minat dan merasa hidup tidak bermakna

  • Keluhan nyeri yang tidak memiliki penjelasan medis

  • Rasa sedih yang terus-menerus atau keputusasaan

  • Lebih mudah tersinggung atau bersikap agresif

  • Mengalami halusinasi atau mempercayai sesuatu yang tidak nyata

  • Memikirkan untuk menyakiti diri sendiri maupun orang lain

Memahami perubahan mental pada lansia dan memberikan dukungan yang tepat sangat penting agar mereka tetap menjalani masa tua dengan kualitas hidup yang baik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *