Example 728x250
Pikun

Lansia Suka Lupa, Apakah Berarti Pikun?

434
×

Lansia Suka Lupa, Apakah Berarti Pikun?

Sebarkan artikel ini
lansia sering lupa apakah pikun
Lansia Lupa

Golansia.com – Banyak orang menilai bahwa lansia yang sering lupa pasti mengalami pikun atau demensia. Padahal, anggapan tersebut tidak selalu benar. Lupa pada usia lanjut bisa terjadi karena berbagai faktor dan tidak serta-merta menandakan adanya gangguan serius pada fungsi otak.

Pikun atau demensia sendiri merupakan kondisi penurunan daya ingat, kemampuan berpikir, serta fungsi sosial yang sampai mengganggu aktivitas sehari-hari. Namun, tidak semua kasus sering lupa pada lansia dapat dikategorikan sebagai pikun.

Sering Lupa Belum Tentu Pikun

Spesialis Geriatri, Czeresna Heriawan Soedjono, menjelaskan bahwa sering lupa pada lansia tidak selalu identik dengan pikun.

Menurutnya, seiring bertambahnya usia, seseorang kerap dihadapkan pada lebih banyak persoalan dan pikiran. Kondisi tersebut dapat membuat lansia menjadi mudah lupa, terutama terhadap hal-hal kecil atau kegiatan yang terlewat.

Sebagai contoh, seorang lansia berniat melakukan sesuatu, namun karena banyak urusan atau pikiran yang menumpuk, ia lupa melakukannya. Lupa seperti ini masih tergolong wajar dan tidak bisa langsung diartikan sebagai pikun.

Dengan kata lain, lansia bisa sering lupa karena memikirkan banyak hal, bukan karena mengalami gangguan daya ingat yang berat.

Kapan Lupa Disebut sebagai Pikun?

Pikun atau demensia mulai patut dicurigai ketika lupa yang dialami sudah mengganggu aktivitas sehari-hari. “Kita sebut pikun jika sering lupa itu sampai menimbulkan gangguan dalam kehidupan sehari-hari,” jelas Czeresna.

Pada kondisi ini, seseorang bukan hanya lupa hal kecil, tetapi juga kehilangan kemampuan melakukan aktivitas yang sebelumnya sudah sangat akrab atau familier baginya.

Misalnya, lansia yang sebelumnya mampu menggunakan telepon seluler atau remote televisi, tiba-tiba menjadi bingung dan tidak tahu cara menggunakannya. Hal serupa juga bisa terjadi pada aktivitas ibadah.

Contoh lainnya adalah lupa urutan gerakan dan bacaan sholat, padahal aktivitas tersebut telah dilakukan sejak kecil dan menjadi rutinitas harian. Kesulitan menjalankan kegiatan yang sudah sangat dikenal ini merupakan salah satu tanda awal pikun.

Gejala Awal Pikun yang Perlu Diwaspadai

Selain kesulitan melakukan aktivitas yang familier, gejala awal pikun lainnya adalah perilaku berbicara atau bertanya secara berulang-ulang. Lansia bisa menceritakan hal yang sama atau mengajukan pertanyaan yang sama berkali-kali karena lupa bahwa ia sudah menyampaikannya sebelumnya.

Kondisi ini menunjukkan adanya gangguan pada fungsi memori jangka pendek dan menjadi salah satu ciri awal demensia yang perlu mendapat perhatian.

Kapan Harus ke Dokter?

Jika lansia mulai menunjukkan tanda-tanda lupa yang mengganggu aktivitas sehari-hari, seperti tidak mampu melakukan kegiatan rutin, sering bingung, atau terus mengulang pertanyaan yang sama, sebaiknya segera dilakukan pemeriksaan ke dokter.

Deteksi dan penanganan sejak dini sangat penting untuk mencegah kondisi pikun atau demensia berkembang menjadi lebih berat dan berdampak luas pada kualitas hidup lansia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *