Example 728x250
Jantung

Lansia Rentan Polisitemia Vera, Kenali Gejala dan Cara Penanganannya

201
×

Lansia Rentan Polisitemia Vera, Kenali Gejala dan Cara Penanganannya

Sebarkan artikel ini
polisitemia vera pada lansia
lansia indonesia terkena penyakit Polisitemia Vera

Golansia.com — Polisitemia Vera merupakan penyakit yang tergolong jarang terjadi, namun berpotensi serius jika tidak ditangani. Kondisi ini ditandai dengan produksi sel darah merah berlebih di sumsum tulang, sehingga darah menjadi lebih kental dan alirannya melambat.

Akibatnya, risiko terjadinya penyumbatan pembuluh darah meningkat, yang dapat memicu komplikasi seperti gangguan jantung maupun stroke.

Benarkah Lansia Lebih Berisiko?

Kelompok lanjut usia (lansia) diketahui memiliki risiko lebih tinggi mengalami polisitemia vera. Meski demikian, penyakit ini tetap bisa menyerang siapa saja, baik pria maupun wanita.

Menariknya, banyak penderita tidak menyadari kondisi ini karena perkembangan penyakit berlangsung perlahan dan sering kali tanpa gejala pada tahap awal. Diagnosis biasanya baru diketahui saat pemeriksaan darah untuk kondisi lain.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Gejala polisitemia vera umumnya muncul setelah penyakit berkembang. Beberapa tanda yang sering dilaporkan antara lain:

  • Tubuh mudah lelah dan terasa lemah
  • Sakit kepala berkepanjangan
  • Gangguan penglihatan seperti kabur
  • Muncul memar tanpa sebab jelas
  • Mimisan spontan
  • Nyeri dan pembengkakan pada sendi
  • Sesak napas
  • Rasa gatal, terutama setelah mandi air hangat

Gejala-gejala ini sering dianggap sepele, padahal bisa menjadi tanda adanya gangguan pada sistem peredaran darah.

Penanganan untuk Mencegah Komplikasi

Hingga saat ini, polisitemia vera belum dapat disembuhkan. Namun, pengobatan tetap penting dilakukan untuk mengontrol kondisi dan mencegah komplikasi serius.

Beberapa metode penanganan yang umum dilakukan meliputi:

1. Flebotomi (Pengeluaran Darah)

Prosedur ini mirip dengan donor darah, bertujuan mengurangi jumlah sel darah merah agar kekentalan darah menurun.

2. Obat Penekan Produksi Sel Darah

Dokter dapat memberikan terapi obat seperti interferon atau hydroxycarbamide untuk mengontrol produksi sel darah merah.

3. Pencegahan Pembekuan Darah

Pemberian obat pengencer darah dosis rendah, seperti aspirin, dilakukan untuk mengurangi risiko penggumpalan.

Perawatan Mandiri di Rumah

Selain pengobatan medis, penerapan gaya hidup sehat juga berperan penting dalam mengelola kondisi ini. Beberapa langkah yang bisa dilakukan antara lain:

  • Menjaga pola makan seimbang dan berat badan ideal
  • Rutin melakukan aktivitas fisik ringan
  • Menghindari mandi air hangat jika memicu rasa gatal
  • Tidak menggaruk area kulit yang gatal untuk mencegah infeksi

Polisitemia vera mungkin jarang terjadi, namun dampaknya bisa serius jika diabaikan. Oleh karena itu, penting untuk mengenali gejalanya sejak dini, terutama bagi lansia, agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *