Example 728x250
Berita

Lansia 91 Tahun di China Sering Bicara dengan Televisi, Kehadiran “Anak Sementara” Mengubah Hidupnya

19
×

Lansia 91 Tahun di China Sering Bicara dengan Televisi, Kehadiran “Anak Sementara” Mengubah Hidupnya

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi lansia perempuan berusia 91 tahun di China yang mendapatkan pendampingan dan perhatian dari pekerja jasa pendamping lansia
Jasa pendamping lansia di China membantu warga lanjut usia yang tinggal sendiri melalui bantuan sehari-hari dan teman berbincang.

Munculnya layanan seperti yang dijalankan Yingwei berkaitan dengan perubahan pola kehidupan masyarakat China, termasuk perpindahan penduduk dari daerah asal menuju kota-kota besar.

Associate Professor Teresa Kuan dari Chinese University of Hong Kong menjelaskan bahwa perubahan struktur masyarakat dan pola interaksi sosial dapat memengaruhi kemampuan seseorang mempertahankan hubungan dengan keluarga maupun lingkungan sekitarnya.

Sebagian orang meninggalkan kampung halaman untuk mencari pekerjaan di perkotaan. Sementara itu, lulusan perguruan tinggi juga kerap berpindah ke wilayah lain demi membangun karier.

Perpindahan tersebut dapat membuat seseorang berjauhan dari keluarga, teman lama, serta jaringan sosial yang sebelumnya menjadi tempat berbagi dan meminta pertolongan.

Dalam kondisi demikian, layanan pendamping berbayar menjadi salah satu pilihan bagi orang yang membutuhkan bantuan praktis maupun teman untuk menjalani kegiatan tertentu.

Menurut perkiraan perusahaan sekuritas Sinolink yang dikutip dalam laporan tersebut, nilai sektor jasa pendamping di China mencapai sekitar 7,4 miliar dolar AS pada 2025. Namun, data mengenai keseluruhan industri ini masih terbatas.

Jenis layanan yang ditawarkan pun beragam. Selain mendatangi rumah lansia, ada pendamping yang membantu pelanggan ketika berobat ke rumah sakit hingga menemani perjalanan wisata.

Dari Mendampingi ke Rumah Sakit hingga Mendaki Gunung

Liu Yanyan, perempuan berusia 23 tahun, bekerja sebagai pendamping medis di Beijing. Ia membantu pelanggan bertemu dokter, mengambil hasil pemeriksaan, hingga mengambil obat.

Sebagian pelanggannya merupakan anak muda yang baru pindah ke Beijing untuk bekerja. Mereka belum tentu memiliki teman dekat yang bisa dimintai bantuan ketika harus menjalani pemeriksaan kesehatan.

Yanyan menjelaskan bahwa menggunakan jasa profesional terkadang terasa lebih nyaman karena pelanggan tidak harus merasa berkewajiban membalas bantuan teman dengan bentuk pemberian lain.

Layanan pendamping juga berkembang dalam kegiatan rekreasi. Wang Zhoutao, mantan tentara, misalnya, menawarkan jasa menemani orang mendaki Gunung Huangshan di Provinsi Anhui.

Pendampingan yang diberikan tidak terbatas pada menemani perjalanan. Ia juga memberikan semangat, membantu mengambil foto, serta mencairkan suasana melalui percakapan dan lelucon.

Zhoutao pernah mendampingi seorang perempuan muda yang merasa dikucilkan di tempat kerja dan ingin membuktikan kemampuannya melalui pendakian. Perjalanan yang berat dan cuaca panas sempat membuat perempuan itu ingin menyerah.

Namun, dengan dorongan dan pendampingan sepanjang perjalanan, keduanya akhirnya berhasil menyelesaikan pendakian.

Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa sebagian pelanggan mencari lebih dari sekadar bantuan teknis. Mereka juga menginginkan teman yang dapat memberikan dukungan selama menghadapi tantangan tertentu.

Hubungan Profesional yang Memberi Ruang untuk Bercerita

Teresa Kuan menjelaskan bahwa hubungan dengan pendamping berbayar memiliki karakter berbeda dibandingkan pertemanan biasa.

Dalam hubungan profesional, bentuk bantuan dan harapan kedua pihak cenderung lebih jelas. Bagi sebagian orang, batasan tersebut dapat membuat mereka merasa lebih nyaman ketika ingin membagikan persoalan pribadi atau meminta pertolongan.

Meski demikian, jasa pendamping bukan pengganti seluruh peran keluarga maupun hubungan sosial yang terjalin secara alami. Layanan ini lebih tepat dipahami sebagai salah satu pilihan untuk membantu memenuhi kebutuhan praktis dan sosial seseorang.

Kisah Yang yang kini merasa lebih bahagia setelah mendapatkan kunjungan rutin memperlihatkan betapa pentingnya perhatian dalam kehidupan lansia.

Bagi orang yang tinggal sendiri, kehadiran seseorang yang mau mendengarkan cerita, membantu pekerjaan rumah, atau sekadar menemani makan dapat memberikan arti yang jauh lebih besar daripada yang terlihat.

Pada akhirnya, persoalan kesepian tidak selalu membutuhkan solusi yang rumit. Terkadang, waktu yang diluangkan untuk mendengarkan dan menemani seseorang menjadi langkah sederhana yang membuat hari-harinya terasa lebih berarti.

Catatan redaksi: Artikel ini disusun berdasarkan materi berita yang diberikan. Informasi, kutipan, tanggal, dan data industri sebaiknya dicocokkan kembali dengan laporan BBC asli sebelum diterbitkan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *