Daftar Penyakit

Ketahui Dampak Bradikardia pada Lansia

789
Ketahui Dampak Bradikardia pada Lansia
Bradikardia lansia

Golansia.com – Secara umum, denyut jantung seseorang dipengaruhi oleh usia dan aktivitas yang dilakukannya. Sebagai contoh, orang yang berolahraga biasanya memiliki denyut jantung yang lebih cepat dibandingkan dengan mereka yang sedang bersantai.

Namun, jika denyut jantung terlalu cepat atau terlalu lambat, hal ini dapat menimbulkan masalah kesehatan. Lambatnya denyut jantung, yang dalam dunia medis disebut sebagai bradikardia, sering terjadi pada lansia. Berikut ini penjelasan selengkapnya mengenai kondisi tersebut!

Dampak Bradikardia pada Lansia

Melambatnya detak jantung umumnya tidak menimbulkan gejala yang mencolok. Namun, jika detak jantung yang lambat sering terjadi dan disertai dengan gangguan irama jantung, kondisi ini perlu mendapatkan perhatian serius.

Meski terkadang tak menimbulkan gejala, ada kalanya bradikardia bisa menimbulkan berbagai kondisi fisik, seperti di bawah ini:

  • Sesak napas;
  • Hampir pingsan atau pingsan;
  • Kelelahan;
  • Pusing;
  • Nyeri di dada;
  • Kelemahan;
  • Mudah lelah saat beraktivitas fisik; dan
  • Linglung atau masalah pada ingatan.

Bradikardia dapat berdampak pada organ dan jaringan tubuh lainnya yang tidak mendapatkan pasokan darah yang cukup. Cara paling mudah untuk mengetahui apakah detak jantung normal atau tidak adalah dengan menghitung denyut nadi di pergelangan tangan selama satu menit.

Sebagai acuan, detak jantung normal untuk orang dewasa adalah sekitar 60–100 kali per menit. Untuk anak-anak usia 1–12 tahun, detak jantungnya berkisar antara 80–110 kali per menit, sedangkan bayi (di bawah satu tahun) memiliki detak jantung antara 100–160 kali per menit.

Pada sebagian orang, memiliki detak jantung yang lambat (kurang dari 60 detakan per menit), seperti atlet profesional, tidak menimbulkan gejala apapun karena itu mungkin sudah sesuai dengan kebutuhan tubuh mereka. Namun, pada sebagian orang lainnya, kondisi ini bisa menandakan adanya masalah pada sistem listrik jantung. Ini berarti alat pacu jantung alami tubuh tidak bekerja dengan baik, sehingga jantung berdetak sangat lambat dan tidak mampu memompa darah untuk memenuhi kebutuhan organ tubuh.

Penting untuk diingat bahwa pada tahap yang parah, bradikardia bisa berakibat fatal. Seseorang yang berusia 65 tahun atau lebih cenderung memiliki detak jantung yang lebih lambat dan lemah. Oleh karena itu, lansia memerlukan penanganan dan perawatan khusus.

Jika bradikardia pada lansia tidak ditangani dengan tepat, dapat menyebabkan berbagai komplikasi, seperti hipertensi, hipotensi, sinkop (pingsan), angina pektoris, hingga gagal jantung.

Awasi Penyebabnya

Gangguan jantung ini bisa disebabkan oleh banyak faktor. Nah, berikut ini hal yang bisa menyebabkannya menurut para ahli:

  • Adanya infeksi pada jaringan jantung.
  • Terjadinya kerusakan jaringan jantung, terkait penuaan,
  • Penumpukan zat besi pada organ (hemokromatosis).
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi).
  • Komplikasi dari operasi jantung,
  • Cacat jantung kongenital dan kelainan jantung bawaan lahir.
  • Sleep apnea obstruktif dan gangguan pernapasan berulang selama tidur.
  • Penyakit peradangan, seperti demam reumatik atau lupus.

Jika kamu merasa memiliki masalah medis seperti bradikardia, segeralah mencari bantuan dari tenaga medis yang ahli. Pengobatan untuk kondisi ini harus disesuaikan dengan penyebabnya. Misalnya, jika bradikardia disebabkan oleh penggunaan obat-obatan tertentu, dokter akan menghentikan penggunaan obat tersebut atau menggantinya dengan alternatif yang lebih aman untuk jantung.

Exit mobile version