Example 728x250
BerandaBerita

Kematian Dokter Magang dr Myta Aprilia Azmy Disorot, Rumah Sakit Diminta Diaudit

220
×

Kematian Dokter Magang dr Myta Aprilia Azmy Disorot, Rumah Sakit Diminta Diaudit

Sebarkan artikel ini

Golansia.com — Kematian seorang dokter magang dari Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya memicu sorotan terhadap kondisi kerja tenaga medis muda di rumah sakit daerah. Sejumlah pihak mendesak dilakukannya audit terhadap rumah sakit tempat dokter tersebut bertugas setelah muncul dugaan beban kerja berlebih meski dalam kondisi sakit.

Dokter magang asal Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) ini bernama dr. Myta Aprilia Azmy.

Ia meninggal dunia pada Jumat (1/5/2026) diduga akibat beban kerja berlebih dan sakit.

Melansir dari Sripoku, Myta menjalani program magang di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) KH Daud Arif, Kuala Tungkal, Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Jambi.

Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, kadar oksigen Myta berada di bawah 80 persen.

Ia kemudian dilarikan ke RS Mohammad Hoesin, Palembang, Sumatera Selatan untuk menjalani perawatan intensif.

Sebelum Myta meninggal, Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Unsri (IKA FK Unsri) telah mengirim surat kepada Kementerian Kesehatan RI tertanggal 30 April 2026.

Dalam surat tersebut, mereka menyampaikan kekhawatiran terkait kondisi kerja Myta selama menjalani tugas.

Salah satu poin yang disorot adalah dugaan beban kerja berat tanpa waktu istirahat yang cukup.

Myta juga diduga tetap menjalankan jadwal tugas meski kesehatannya menurun sejak Maret 2026.

“dr. Myta telah melaporkan gejala sakit, namun tetap dijadwalkan jaga malam dalam kondisi sesak napas dan demam tinggi,” bunyi surat IKA FK Unsri, Sabtu (2/5/2026).

 

Masalah Lain

IKA FK Unsri juga menyoroti sejumlah persoalan lain, mulai dari dugaan minimnya supervisi dokter pembimbing hingga kendala fasilitas medis.

“Adanya arahan untuk merahasiakan kondisi ini serta narasi yang menyudutkan dokter internship menjadi perhatian serius kami,” tulis IKA FK Unsri.

Atas temuan tersebut, organisasi alumni mendesak dilakukan audit menyeluruh terhadap rumah sakit tempat Myta bertugas.

Sementara itu, Wakil Bupati Tanjung Jabung Barat Katamso SA meminta pihak rumah sakit memberikan penjelasan terbuka terkait meninggalnya Myta.

Ia juga menyampaikan duka cita atas wafatnya Myta.

“Saya meminta kepada Dirut RSUD untuk segera tindak lanjut sesuai aturan dan transparan. Jangan ada yang ditutup-tutupi,” ujar Katamso dikutip dari TribunJambi, Sabtu (2/5/2026).

“Kami pribadi mengucapkan belasungkawa atas wafatnya almarhumah,” kata Katamso.(DBS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *