Example 728x250
Kesehatan

Kebiasaan Makan Sendirian Picu Risiko Masalah Kesehatan pada Lansia

340
×

Kebiasaan Makan Sendirian Picu Risiko Masalah Kesehatan pada Lansia

Sebarkan artikel ini
lansia makan sendirian
seorang lansia indonesia sedang makan sendirian di rumah

Golansia.com – Kebiasaan makan sendirian pada lanjut usia (lansia) ternyata dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Hal ini terungkap dalam kajian terbaru yang merangkum sejumlah studi internasional oleh peneliti dari Flinders University, Australia.

Penulis utama kajian tersebut, Caitlin Wyman, seorang ahli gizi berlisensi sekaligus kandidat doktor di Caring Futures Institute, menegaskan bahwa makan tidak semata soal pemenuhan gizi. Aktivitas makan bersama juga memiliki nilai sosial yang berpengaruh terhadap nafsu makan, variasi asupan makanan, serta kesejahteraan lansia secara menyeluruh.

“Berbagi makanan merupakan aktivitas sosial penting yang dapat memengaruhi pola makan dan kualitas hidup,” ujar Wyman, dikutip dari SciTechDaily.

Lansia yang Makan Sendirian Lebih Sedikit Konsumsi Sayur

Kajian yang dipublikasikan dalam jurnal Appetite ini menggabungkan temuan dari 24 penelitian di berbagai negara, mulai dari Jepang hingga Amerika Serikat. Fokus kajian adalah kebiasaan makan lansia berusia 65 tahun ke atas yang tinggal mandiri.

Hasil analisis menunjukkan bahwa lansia yang sering makan sendirian cenderung memiliki kualitas pola makan yang lebih rendah. Mereka lebih jarang mengonsumsi buah, sayur, serta sumber protein seperti daging, padahal protein berperan penting dalam menjaga massa otot dan fungsi fisik di usia lanjut.

Salah satu studi di Swedia bahkan menemukan bahwa lansia yang makan sendirian memiliki kemungkinan 32 persen lebih rendah untuk mengonsumsi sayuran secara rutin. Selain itu, kelompok ini tercatat hampir empat kali lebih sering mengandalkan makanan siap saji dibanding lansia yang makan bersama orang lain, sebagaimana dilaporkan StudyFinds.org.

Pengaruh Lingkungan Makan terhadap Massa Otot

Penelitian ini melibatkan data lebih dari 80.000 lansia di 12 negara. Temuannya memperkuat bukti bahwa suasana dan lingkungan saat makan sangat memengaruhi kesehatan fisik lansia.

Beberapa studi dalam kajian tersebut menunjukkan bahwa lansia yang terbiasa makan sendirian berisiko lebih tinggi mengalami penurunan berat badan yang tidak disengaja serta kondisi frailty. Penurunan berat badan tanpa sebab jelas pada lansia dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, bahkan meningkatkan risiko kematian.

Frailty sendiri merupakan kondisi medis yang ditandai dengan melemahnya kekuatan dan daya tahan tubuh. Jika kondisi ini berkembang, lansia menjadi lebih rentan terjatuh, mengalami disabilitas, hingga kehilangan kemampuan untuk hidup mandiri.

Menurut para peneliti, pola makan di usia tua tidak hanya dipengaruhi perubahan fisik seperti menurunnya rasa lapar atau perubahan selera. Faktor sosial juga memegang peranan penting.

“Kami memahami bahwa penuaan membawa perubahan fisiologis, tetapi temuan ini menunjukkan bahwa faktor sosial sama pentingnya,” jelas Wyman.

Ia menambahkan, makan bersama dapat memperkuat ikatan sosial, meningkatkan rasa senang, sekaligus memperbaiki asupan gizi. Oleh karena itu, menciptakan lebih banyak kesempatan makan bersama—baik dengan keluarga, teman, maupun melalui program komunitas—dinilai mampu meningkatkan kualitas hidup lansia yang tinggal di rumah.

Deteksi Dini dalam Layanan Kesehatan Lansia

Penulis pendamping kajian ini, Dr. Alison Yaxley dari Flinders University, menilai hasil penelitian ini relevan bagi sistem layanan kesehatan lansia.

“Pertanyaan sederhana mengenai kebiasaan makan dapat membantu mengidentifikasi lansia yang berisiko mengalami masalah gizi,” ujar Yaxley.

Para peneliti juga merekomendasikan pengembangan program berbasis komunitas, seperti kelompok makan warga, kegiatan makan lintas generasi, hingga kerja sama dengan kafe lokal. Inisiatif tersebut dinilai efektif untuk mengurangi jumlah lansia yang harus makan sendirian sekaligus menjaga kesehatan mereka.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *