Berita

Jemaah Lansia Tersesat di Masjidil Haram, Timwas DPR Sampaikan Pesan Penting untuk Petugas Haji

339
Jemaah Lansia Tersesat di Masjidil Haram
Jemaah Lansia Tersesat di Masjidil Haram

Golansia.com – Di tengah padatnya ribuan jemaah haji Indonesia yang bersiap menyelesaikan ibadah tawaf wada sebelum kembali ke tanah air, sebuah kejadian mengharukan terjadi di Masjidil Haram. Seorang jemaah lansia tampak kebingungan setelah kehilangan arah usai tawaf.

Ketua Tim Pengawas Haji DPR RI, Cucun Ahmad Syamsurijal, secara langsung menemukan jemaah tersebut yang ternyata berinisial MAZ. Ia berasal dari Surabaya dan merupakan bagian dari Kloter SUB 87, Rombongan 3. Diduga kelelahan setelah melaksanakan seluruh rangkaian ibadah haji, termasuk di Mina, MAZ akhirnya tersesat dan tidak dapat kembali ke hotel penginapan usai tawaf wada.

Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh petugas haji untuk lebih sigap dalam menjaga dan mendampingi jemaah lansia yang rentan tersesat, terutama di tengah keramaian Masjidil Haram.

“Saya melihat beliau sendirian, tampak kelelahan dan kebingungan. Saya pun menghampiri dan mencoba menanyakan asalnya serta tempat ia menginap,” ujar Cucun saat diwawancarai wartawan di Makkah, Arab Saudi, pada (10/6/2025).

Cucun segera berinisiatif menenangkan MAZ sambil memeriksa gelang identitas yang dikenakan serta Kartu Nusuk yang terpasang di tasnya untuk mendapatkan informasi mengenai kloter dan rombongannya. Tak lama kemudian, Cucun melihat seorang petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) melintas di area pelataran Masjidil Haram dan langsung memanggilnya. Petugas tersebut segera menangani situasi dan membawa MAZ kembali ke hotel dengan koordinasi yang cepat.

Cucun menilai kejadian ini sebagai pengingat pentingnya kesiapsiagaan dan kepedulian petugas, terutama menjelang akhir masa ibadah haji saat kondisi fisik jemaah umumnya mulai menurun.

“Ini adalah fase pasca-puncak haji. Petugas seharusnya tetap siaga penuh, terutama di sekitar Masjidil Haram. Mereka harus terlatih untuk menangani jemaah tersesat, mulai dari mengenali identitas lewat gelang hingga mengantar kembali ke penginapan,” ujar politisi Fraksi PKB ini.

Berikut parafrase dari paragraf tersebut dengan gaya formal dan padat:

Cucun menambahkan bahwa peristiwa ini akan menjadi bahan evaluasi bagi Tim Pengawas Haji DPR RI, khususnya dalam hal pengawasan terhadap jemaah lanjut usia dan penanganan pasca puncak ibadah di Mina yang sangat menguras energi.

“Ini bukan semata persoalan teknis, tetapi menyangkut aspek kemanusiaan. Jangan sampai ada jemaah yang terlantar atau tidak mendapat bantuan,” tegas Wakil Ketua DPR RI itu.

Exit mobile version