Example 728x250
BerandaDarah TinggiKesehatan

Hipertensi dan Kolesterol Tinggi Sering Tak Bergejala, Deteksi Dini Jadi Kunci Pencegahan

485
×

Hipertensi dan Kolesterol Tinggi Sering Tak Bergejala, Deteksi Dini Jadi Kunci Pencegahan

Sebarkan artikel ini

Golansia.com — Hipertensi dan kolesterol tinggi merupakan dua faktor risiko utama penyakit kronis yang sering kali tidak disadari oleh penderitanya. Tanpa gejala yang jelas, banyak orang tidak mengetahui bahwa mereka mengidap kondisi tersebut hingga muncul komplikasi serius.

Hipertensi sendiri terjadi ketika tekanan darah seseorang berada di atas batas normal, yakni tekanan sistolik mencapai 140 mmHg atau lebih dan tekanan diastolik 90 mmHg atau lebih. Faktor risiko hipertensi meliputi riwayat keluarga dan usia, namun pola hidup tidak sehat seperti konsumsi tinggi gula, garam, lemak, serta kurangnya aktivitas fisik menjadi pemicu utama.

“Banyak orang yang tensinya tinggi, gula darah tinggi, tapi mereka enggak sadar karena tidak ada gejalanya. Banyak di event ini, orang tadinya hanya mau cek kesehatan saja, tapi setelah di skrining, ternyata gula darah, tensi, dan kolesterol tinggi,” ujar dr. Patricia dalam acara skrining kesehatan gratis yang diadakan oleh Dexa Medica di Kota Bogor, Jawa Barat (5/5).

Pada kegiatan pemeriksaan tersebut, dari 490 peserta yang hadir, tercatat hampir 60 persen memiliki kadar kolesterol jahat yang tinggi, 45 persen mengalami tekanan darah tinggi, dan 12 persen memiliki kadar gula darah tinggi. Lebih mengkhawatirkan lagi, sebanyak 354 peserta (72%) mengaku belum pernah melakukan pemeriksaan kesehatan sebelumnya, sementara hanya 136 orang yang rutin memeriksakan diri dalam enam bulan terakhir.

Tidak hanya hipertensi, kolesterol tinggi dan diabetes juga termasuk dalam kategori “silent killer”—pembunuh diam-diam. Seseorang bisa saja merasa sehat selama bertahun-tahun, padahal kondisi medis tersebut sudah menggerogoti kesehatan mereka secara perlahan. Berdasarkan Data Statistik Kesehatan Dunia WHO tahun 2012, hipertensi berkontribusi pada 51 persen kematian akibat stroke dan 45 persen kematian akibat penyakit jantung koroner.

Untuk mencegah komplikasi serius, deteksi dini menjadi langkah krusial. Program pemeriksaan kesehatan gratis yang diadakan oleh Dexa Medica bertujuan menjangkau masyarakat luas dengan pendekatan praktis dan berdampak nyata.

Manager Dharma Dexa, Mateus Ramidi, menekankan pentingnya skrining kesehatan secara berkala. “Kami percaya bahwa langkah sederhana seperti cek kesehatan dapat memberikan perubahan besar dalam kualitas hidup seseorang,” ujarnya.

Sejak diluncurkan pada tahun 2024, program Cek Segitiga telah hadir di tujuh kota besar, yaitu Jakarta, Palembang, Bandung, Tangerang Selatan, Surabaya, Yogyakarta, dan kini Bogor. Program ini telah melayani lebih dari 6.000 warga, memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk mendeteksi potensi penyakit kronis secara dini.

Sumber: Kompas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *