BeritaJawa Tengah

Becak Listrik Bantu 100 Pengayuh Lansia di Purwakarta Tetap Produktif

50
Pengayuh becak lansia Purwakarta menggunakan becak listrik untuk bekerja
Sebanyak 100 pengayuh becak lansia di Purwakarta menerima bantuan becak listrik untuk membantu aktivitas mencari nafkah.

Golansia.com — Bertambahnya usia tidak serta-merta menghentikan semangat untuk tetap bekerja. Hal itu dirasakan para pengayuh becak lanjut usia di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, yang kini mendapat dukungan berupa becak listrik.

Bantuan tersebut memberi harapan baru bagi para pengayuh yang selama bertahun-tahun mengandalkan tenaga kaki untuk mencari penghasilan. Dengan dukungan tenaga listrik, mereka berharap dapat terus bekerja tanpa harus mengeluarkan tenaga sebesar ketika menggunakan becak konvensional.

Salah satu penerima bantuan, Ajat, mengaku bersyukur mendapatkan becak listrik. Pria yang telah mengandalkan becak kayuh sejak awal 2000-an tersebut mengatakan kondisi fisiknya kini tidak lagi sekuat sebelumnya.

“Alhamdulillah, kami merasa terbantu karena saya ini sudah tua, tenaga sudah berkurang. Sekarang dikasih becak listrik,” ujar Ajat saat ditemui di Taman Pasanggrahan Padjajaran, Purwakarta, Rabu (30/9/2026).

Becak Listrik Diharapkan Menarik Penumpang

Setelah menerima becak listrik, Ajat berencana tetap mencari penumpang di lokasi yang selama ini menjadi tempatnya mangkal, yakni sekitar Puskesmas Kota Purwakarta.

Ia berharap kendaraan baru tersebut dapat meningkatkan minat masyarakat untuk kembali menggunakan jasa becak.

Selama ini, para pengayuh becak harus berhadapan dengan berbagai pilihan transportasi lain, salah satunya ojek. Bagi Ajat, tampilan becak listrik yang lebih modern dapat menjadi salah satu daya tarik tersendiri.

Ia berharap masyarakat yang sebelumnya memilih ojek juga mau mencoba menggunakan becak listrik.

Menurutnya, perubahan bentuk dan teknologi pada kendaraan tersebut membuat becak terlihat lebih modern dibandingkan becak kayuh biasa.

Masih Beradaptasi dengan Kendaraan Baru

Meski memberikan kemudahan, penggunaan becak listrik tetap membutuhkan proses adaptasi.

Ajat mengaku telah mencoba mengendarai kendaraan tersebut saat mengikuti uji coba yang berlangsung di kantor Dinas Perhubungan. Ia sudah dapat menjalankannya, tetapi masih perlu waktu agar terbiasa.

“Alhamdulillah, sedikit-sedikit bisa, tapi belum lancar,” katanya.

Bagi pengayuh yang selama puluhan tahun terbiasa mengendalikan becak secara manual, kehadiran teknologi baru tentu membutuhkan penyesuaian. Namun, kesempatan tersebut sekaligus membuka pengalaman baru bagi mereka untuk tetap menjalankan pekerjaan dengan dukungan kendaraan yang lebih ringan digunakan.

Baterai Jadi Hal Baru yang Perlu Dipikirkan

Selain belajar mengoperasikan kendaraan, Ajat mulai memikirkan kebutuhan pengisian baterai.

Untuk sementara, ia berencana mengisi daya becak listrik di rumah. Namun, ia berharap ke depan tersedia fasilitas pengisian daya di sejumlah lokasi yang mudah dijangkau, termasuk di sekitar stasiun atau tempat-tempat yang sering menjadi titik aktivitas masyarakat.

Mengenai kemungkinan tambahan biaya listrik rumah tangga, Ajat mengaku belum mengetahui secara pasti karena baru mulai menggunakan kendaraan tersebut.

Hal itu menjadi salah satu hal yang perlu dipelajari para penerima seiring dengan penggunaan becak listrik dalam aktivitas sehari-hari.

100 Pengayuh Becak Lansia Terima Bantuan

Sebanyak 100 pengayuh becak lanjut usia di Purwakarta menerima bantuan becak listrik dalam kegiatan yang berlangsung di Taman Pasanggrahan Padjajaran pada Rabu (30/9/2026).

Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah kepada pengayuh becak yang telah lanjut usia.

Menurut dia, penerima bantuan merupakan pengayuh berusia 55 tahun ke atas yang dinilai sudah mengalami keterbatasan tenaga untuk mengayuh becak konvensional.

Bantuan tersebut tidak diarahkan kepada pengayuh yang masih muda ataupun masyarakat yang memiliki profesi berbeda.

Para penerima juga tetap diperbolehkan menjalankan aktivitas seperti sebelumnya. Mereka dapat mencari penumpang di wilayah dan lokasi mangkal masing-masing, termasuk kawasan pasar.

Menjaga Penghasilan di Usia Lanjut

Bagi para pengayuh becak penerima bantuan, becak listrik bukan sekadar kendaraan baru. Kendaraan tersebut diharapkan menjadi sarana untuk mempertahankan aktivitas ekonomi ketika kekuatan fisik mulai berkurang.

Di tengah perubahan pilihan transportasi masyarakat, mereka tetap berusaha mempertahankan mata pencaharian yang selama ini menjadi sumber penghasilan.

Dengan bantuan tenaga listrik, para pengayuh lansia berharap dapat bekerja dengan beban fisik yang lebih ringan sekaligus memberikan layanan transportasi yang tetap dibutuhkan masyarakat.

Kisah Ajat dan puluhan pengayuh lainnya menunjukkan bahwa kesempatan untuk tetap produktif dapat menjadi hal penting bagi masyarakat lanjut usia yang masih ingin bekerja dan mandiri.

Exit mobile version