Golansia.com — Pernahkah Anda merasakan sensasi nyeri tajam seperti tersengat listrik yang menjalar di area wajah bagian bawah atau rahang? Rasa sakit ini sering kali muncul tiba-tiba, terutama ketika Anda menyentuh wajah, mengunyah, berbicara, atau bahkan saat menyikat gigi.
Jika iya, bisa jadi Anda tengah menghadapi trigeminal neuralgia. Ini adalah kondisi kronis yang mempengaruhi saraf trigeminal—saraf yang bertanggung jawab membawa sensasi dari wajah ke otak. Ketika saraf ini terganggu, rasa sakit yang menusuk, dingin, atau panas bisa timbul tanpa peringatan.
Bayangkan, hanya dengan sentuhan ringan seperti merias wajah, bercukur, atau mencuci muka, rasa sakit yang luar biasa dapat menyerang. Bahkan tindakan sederhana seperti menyikat gigi bisa menjadi mimpi buruk bagi penderita trigeminal neuralgia.
Menurut Dr. Gibran Aditiara Wibawa, SpBS(K), MBA, seorang Dokter Spesialis Bedah Saraf dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan, trigeminal neuralgia terjadi ketika ada gangguan pada saraf trigeminal akibat tekanan dari pembuluh darah normal, baik arteri maupun vena, yang berada di dekat dasar otak. Tekanan ini merangsang saraf trigeminal dan memicu rasa sakit yang intens.
Beragam faktor bisa memicu kondisi ini, seperti penuaan, tumor yang menekan saraf, stroke, atau trauma wajah. Pada penderita Multiple Sclerosis, penyakit autoimun yang menyerang sistem saraf pusat dan otak, trigeminal neuralgia bisa terjadi ketika lapisan pelindung saraf—selubung mielin—mengalami kerusakan, memperburuk kondisi nyeri yang dialami.
“Trigeminal neuralgia lebih sering terjadi pada wanita daripada pria, dan lebih mungkin terjadi pada orang yang berusia lebih dari 50 tahun,” kata dr Gibran dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Selasa (24/9/2024).
Untuk mengatasinya, dokter dapat memberikan obat-obatan. Jika terapi menggunakan obat sudah tidak memberikan efek bagi pasien, dokter akan memberikan tindakan lain, seperti suntikan dan operasi.
Tindakan operasi atau pembedahan untuk mengatasi trigeminal neuralgia dinamakan dekompresi mikrovaskular atau microvascular decompression (MVD).
Dokter Gibran menjelaskan, MVD merupakan prosedur pemindahan atau pengangkatan pembuluh darah yang bersentuhan dengan akar trigeminal untuk mengembalikan fungsi saraf yang terganggu.
Selama tindakan, dokter akan membuat sayatan kecil (minimal invasif) berukuran sekitar 5 cm di belakang telinga pada sisi tempat rasa sakit berasal.
“Kemudian, melalui lubang kecil tersebut, dokter akan memindahkan pembuluh darah yang bersentuhan dengan saraf trigeminal dan menempatkan bantalan lembut di antara saraf dan pembuluh darah yang bersentuhan tadi. MVD dapat membantu menghilangkan atau mengurangi sebagian besar rasa sakit pasien,” kata dr Gibran yang sudah berpengalaman melakukan MVD.
Tahapan pemeriksaan trigeminal neuralgia
Sebelum melakukan prosedur MVD atau terapi lain, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk menentukan diagnosis pasien.
Dokter Spesialis Bedah Saraf Mayapada Hospital Tangerang dr Centery, SpBS, mengatakan, diagnosis trigeminal neuralgia dilihat dari beberapa hal.
Pertama, nyeri seperti apa yang dirasakan. Nyeri pada kasus trigeminal neuralgia dapat berupa sensasi nyeri hebat, seperti sengatan listrik. Kedua, bagian wajah mana yang mengalami rasa sakit. Apakah meliputi bagian saraf trigeminal atau tidak. Ketiga, hal apa yang menjadi pemicu rasa nyeri.
“Nyeri akibat trigeminal neuralgia biasanya disebabkan oleh rangsangan ringan pada pipi, seperti makan, minum, berbicara, tersenyum, atau aktivitas ringan lain, bahkan ketika terkena angin sejuk atau sepoi-sepoi,” ungkap dr Centery.
Dokter yang berpengalaman dalam menangani kasus trigeminal neuralgia itu melanjutkan, pemeriksaan kondisi tersebut meliputi pemeriksaan neurologis dan pencitraan menggunakan MRI kepala.
Pemeriksaan neurologis dilakukan dengan menyentuh dan memeriksa bagian wajah untuk membantu dokter menentukan dengan tepat di mana rasa sakit terjadi dan cabang saraf trigeminal mana yang mungkin terpengaruh.
Tes refleks juga dapat membantu dokter menentukan apakah gejala yang dialami disebabkan oleh saraf terkompresi atau kondisi lain.
“Pemeriksaan MRI kepala berguna untuk menentukan apakah trigeminal neuralgia disebabkan oleh multiple sclerosis, tumor, atau penyebab lain,” jelas dr Centery.
Pemeriksaan, diagnosis, hingga penanganan trigeminal neuralgia minimal invasif melalui MVD dapat dilakukan oleh tim dokter yang ahli dan berpengalaman,seperti dr Gibran, dr Centery, dan dokter ahli lain di layanan Tahir Neuroscience Center Mayapada Hospital.
Sebagai layanan unggulan berstandar internasional yang dimiliki seluruh unit Mayapada Hospital, Tahir Neuroscience Center hadir untuk menangani berbagai gangguan saraf, otak, dan tulang belakang secara komprehensif.
Tahir Neuroscience Center didukung oleh tim dokter multidisiplin, seperti dokter spesialis neurologi, dokter spesialis bedah saraf, dan dokter neurologi subspesialis intervensi yang ditunjang dengan kelengkapan fasilitas serta peralatan medis canggih.
Selain berpengalaman menangani kasus trigeminal neuralgia, Tahir Neuroscience Center Mayapada Hospital juga telah menangani berbagai kasus kompleks lain dengan tindakan advanced, seperti Digital Subtraction Angiography (DSA), Deep Brain Stimulation untuk penanganan parkinson, operasi saraf tulang belakang secara minimal invasif (minim sayatan), serta operasi tumor tulang belakang.
