Example 728x250
Tips Lansia

Penelitian Ungkap Potensi Manfaat Hewan Peliharaan bagi Kesehatan Lansia

19
×

Penelitian Ungkap Potensi Manfaat Hewan Peliharaan bagi Kesehatan Lansia

Sebarkan artikel ini
Lansia tersenyum sambil membelai kucing peliharaan di rumah.
Kehadiran hewan peliharaan dapat menjadi teman bagi lansia dan berpotensi mendukung aktivitas serta kesejahteraan emosional.

Golansia.com — Memasuki usia lanjut, seseorang dapat mengalami perubahan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari berkurangnya aktivitas sosial hingga meningkatnya risiko kesepian dan keterbatasan fisik. Dalam situasi tersebut, kehadiran hewan peliharaan berpotensi memberikan teman sekaligus membantu menjaga kesejahteraan emosional dan aktivitas harian.

Sejumlah penelitian mengaitkan kepemilikan hewan peliharaan dengan berbagai manfaat kesehatan, termasuk berkurangnya rasa kesepian, tingkat stres yang lebih rendah, serta meningkatnya aktivitas fisik. Meski demikian, manfaat yang dirasakan setiap orang dapat berbeda, bergantung pada kondisi kesehatan, lingkungan, dan jenis hewan yang dipelihara.

Geriatris dari UCI Health, University of California, Dr. Lisa Gibbs, menjelaskan bahwa hewan peliharaan dapat menghadirkan hubungan emosional dan memberikan rasa memiliki tujuan bagi lansia, terutama mereka yang mengalami keterasingan sosial.

Manfaat Hewan Peliharaan bagi Kesehatan Lansia

1. Membantu Mengurangi Kesepian

Bagi lansia yang tinggal sendiri atau jarang berinteraksi dengan orang lain, hewan peliharaan dapat menjadi teman dalam menjalani rutinitas sehari-hari.

Kehadiran hewan di rumah dapat memberikan kesempatan untuk membangun ikatan emosional. Aktivitas sederhana seperti memberi makan, mengajak bermain, atau sekadar duduk bersama hewan peliharaan bisa menjadi bagian menyenangkan dari keseharian.

Namun, hewan peliharaan bukan pengganti sepenuhnya bagi hubungan sosial dengan keluarga, teman, dan lingkungan. Interaksi antarmanusia tetap penting untuk mendukung kesehatan mental dan kualitas hidup lansia.

2. Mendorong Aktivitas Fisik

Merawat hewan peliharaan dapat membuat lansia lebih aktif sesuai kemampuan fisiknya. Memberi makan, membersihkan tempat tinggal hewan, menyisir bulu, atau bermain bersama merupakan contoh kegiatan yang melibatkan gerakan tubuh.

Bagi lansia yang memelihara anjing, kegiatan berjalan-jalan bersama hewan tersebut juga dapat menambah kesempatan untuk beraktivitas di luar rumah dan berinteraksi dengan tetangga.

Meski begitu, jenis aktivitas perlu disesuaikan dengan keseimbangan tubuh, kekuatan otot, dan kemampuan berjalan. Lansia yang memiliki risiko jatuh sebaiknya memilih kegiatan yang aman serta tidak memaksakan aktivitas fisik yang terlalu berat.

3. Berpotensi Mendukung Kesehatan Kardiovaskular

Sejumlah penelitian mengaitkan kepemilikan hewan peliharaan dengan indikator kesehatan kardiovaskular yang lebih baik pada kelompok tertentu. Aktivitas fisik, hubungan emosional, dan rutinitas harian yang terbentuk ketika merawat hewan mungkin turut berperan.

Sebagian penelitian juga menemukan hubungan antara interaksi dengan hewan dan perubahan respons stres, termasuk tekanan darah pada kondisi tertentu.

Namun, temuan tersebut tidak berarti bahwa memelihara hewan secara langsung mencegah penyakit jantung atau hipertensi. Faktor lain, seperti pola makan, aktivitas fisik, kebiasaan merokok, dan kondisi kesehatan sebelumnya, tetap perlu diperhitungkan.

Karena itu, hewan peliharaan sebaiknya dipandang sebagai salah satu kemungkinan pendukung kesejahteraan, bukan pengganti pengobatan atau pemeriksaan kesehatan.

4. Berkaitan dengan Fungsi Kognitif

Beberapa penelitian observasional pada lansia menemukan bahwa kepemilikan hewan peliharaan berkaitan dengan penurunan fungsi kognitif yang lebih lambat pada aspek tertentu, termasuk memori dan kemampuan verbal.

Aktivitas merawat hewan dapat membantu mempertahankan rutinitas, memberikan rangsangan mental, dan mendorong interaksi sosial. Hal-hal tersebut berpotensi mendukung kehidupan sehari-hari lansia.

Meski demikian, hubungan antara kepemilikan hewan dan fungsi kognitif masih perlu ditafsirkan secara hati-hati. Penelitian yang menemukan hubungan tidak serta-merta membuktikan bahwa hewan peliharaan menjadi penyebab langsung perlambatan penurunan kognitif.

Kesehatan otak dipengaruhi banyak faktor, termasuk aktivitas fisik, kualitas tidur, pola makan, kondisi pembuluh darah, dan hubungan sosial.

5. Berpotensi Mendukung Kesehatan Emosional

Merawat hewan dapat memberikan rutinitas dan rasa tanggung jawab. Bagi sebagian lansia, kegiatan tersebut membantu menghadirkan struktur dalam keseharian, terutama setelah pensiun atau ketika aktivitas sosial berkurang.

Interaksi dengan hewan juga dapat memberikan rasa nyaman dan membantu mengalihkan perhatian dari kekhawatiran sehari-hari.

Sejumlah penelitian mengamati hubungan antara kepemilikan hewan dan gejala depresi atau kecemasan. Namun, hasilnya tidak selalu sama pada setiap kelompok. Pengaruhnya dapat bergantung pada karakteristik pemilik, jenis hewan, kondisi kesehatan, dan dukungan sosial yang tersedia.

Jika lansia mengalami kesedihan berkepanjangan, kehilangan minat, atau gejala depresi yang mengganggu aktivitas sehari-hari, bantuan profesional tetap diperlukan.

Memilih Hewan Peliharaan Sesuai Kondisi Lansia

Meskipun memiliki potensi manfaat, keputusan memelihara hewan perlu mempertimbangkan kemampuan dan kebutuhan lansia. Hewan yang cocok bagi seseorang belum tentu sesuai bagi orang lain.

Beberapa hal berikut perlu diperhatikan sebelum memutuskan memelihara hewan.

Pertimbangkan ukuran dan temperamen hewan. Anjing yang terlalu kuat menarik tali dapat mengganggu keseimbangan pemilik, sedangkan hewan kecil yang sering bergerak di sekitar kaki berisiko membuat lansia tersandung. Pilih hewan dengan karakter yang sesuai dan mudah ditangani.

Sesuaikan dengan kemampuan fisik. Anak anjing atau anak kucing umumnya membutuhkan perhatian, pelatihan, dan tenaga lebih besar. Hewan dewasa dengan perilaku yang sudah terbentuk mungkin lebih sesuai bagi lansia yang memiliki keterbatasan mobilitas.

Hitung biaya perawatan. Kebutuhan makanan, perlengkapan, vaksinasi, pemeriksaan dokter hewan, dan perawatan rutin perlu masuk dalam perencanaan keuangan. Memelihara hewan sebaiknya tidak menimbulkan beban yang mengganggu pemenuhan kebutuhan pokok pemilik.

Perhatikan kondisi kesehatan. Alergi, risiko infeksi, gangguan keseimbangan, dan keterbatasan fisik perlu dipertimbangkan. Kebersihan hewan dan lingkungan tempat tinggalnya juga harus dijaga.

Siapkan dukungan keluarga. Jika lansia membutuhkan bantuan untuk memberi makan, membersihkan tempat tinggal hewan, atau membawanya ke dokter hewan, keluarga dan teman dapat dilibatkan dalam perencanaan.

Pentingnya Menyiapkan Rencana Perawatan

Sebelum memelihara hewan, lansia dan keluarganya perlu memikirkan siapa yang akan merawat hewan apabila pemilik jatuh sakit, harus menjalani perawatan di rumah sakit, atau tidak lagi mampu memenuhi kebutuhannya.

Rencana tersebut dapat mencakup keluarga, teman, pengasuh yang bersedia membantu, atau organisasi penyelamat hewan yang tepercaya.

Persiapan ini penting agar kesejahteraan pemilik dan hewan tetap terjaga. Keputusan memelihara hewan sebaiknya dibuat berdasarkan kesiapan jangka panjang, bukan hanya keinginan sesaat.

Pada akhirnya, hewan peliharaan dapat menjadi teman yang bermakna bagi sebagian lansia. Potensi manfaatnya akan lebih optimal apabila disertai pilihan hewan yang tepat, perawatan yang bertanggung jawab, dukungan sosial, dan perhatian terhadap kondisi kesehatan pemilik.

Memelihara hewan bukan satu-satunya cara untuk menjaga kesehatan di usia lanjut. Aktivitas fisik yang sesuai, hubungan sosial yang baik, pola hidup sehat, dan pemeriksaan kesehatan berkala tetap menjadi bagian penting dalam menjaga kualitas hidup lansia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *