Example 728x250
Olahraga ManulaTips Sehat Manula

Senam Otak Lansia Dinilai Efektif Cegah Pikun dan Jaga Daya Ingat di Usia Senja

144
×

Senam Otak Lansia Dinilai Efektif Cegah Pikun dan Jaga Daya Ingat di Usia Senja

Sebarkan artikel ini
senam otak lansia
senam otak lansia

Golansia.com – Menurunnya daya ingat menjadi salah satu masalah kesehatan yang sering dialami lanjut usia atau lansia. Kondisi mudah lupa hingga penurunan fungsi kognitif kerap menimbulkan kekhawatiran keluarga, terutama ketika mulai mengganggu aktivitas sehari-hari.

Salah satu metode yang kini banyak direkomendasikan untuk membantu menjaga kesehatan otak lansia adalah senam otak atau brain gym. Latihan ini dinilai mampu merangsang fungsi saraf dan meningkatkan kemampuan kognitif secara bertahap jika dilakukan rutin.

Senam otak bukan sekadar aktivitas fisik biasa. Gerakan yang dilakukan menggabungkan koordinasi tubuh, konsentrasi, serta stimulasi mental yang bertujuan mengaktifkan kembali koneksi sel saraf yang mulai melambat akibat proses penuaan.

Selain membantu menjaga memori, latihan ini juga bermanfaat meningkatkan keseimbangan tubuh, fokus, hingga koordinasi motorik lansia.

Penelitian Sebut Senam Otak Bantu Tingkatkan Fungsi Kognitif

Sejumlah penelitian menunjukkan senam otak memiliki dampak positif terhadap kesehatan mental lansia. Studi yang dilakukan di LKS-LU Beringin Kabupaten Gorontalo menemukan adanya peningkatan fungsi kognitif setelah lansia menjalani program senam otak secara rutin.

Dalam penelitian tersebut, sebagian responden awalnya mengalami gangguan kognitif ringan hingga berat. Namun setelah dilakukan intervensi, hasil analisis statistik menunjukkan adanya perubahan signifikan pada kemampuan berpikir dan daya ingat lansia.

Penelitian lain di Panti Wredha Dharma Bhakti Kasih Surakarta juga menemukan senam otak efektif membantu penderita demensia meningkatkan kemampuan kognitif mereka.

Hasil uji statistik menunjukkan latihan yang dilakukan secara terstruktur mampu memperbaiki fokus, konsentrasi, dan fungsi memori pada kelompok lansia.

Berapa Kali Senam Otak Sebaiknya Dilakukan?

Para ahli menyarankan senam otak dilakukan secara rutin agar manfaatnya terasa optimal. Berdasarkan sejumlah kajian ilmiah, latihan minimal dilakukan satu kali dalam seminggu dengan durasi sekitar 15 menit per sesi.

Program latihan juga dianjurkan dilakukan secara konsisten selama minimal enam minggu berturut-turut agar perubahan fungsi otak mulai terlihat.

7 Gerakan Senam Otak untuk Lansia

Berikut beberapa gerakan sederhana yang bisa dilakukan di rumah untuk membantu menjaga daya ingat lansia:

1. Gerakan Silang

Gerakan ini dilakukan dengan menyentuhkan tangan kanan ke lutut kiri dan sebaliknya secara bergantian. Latihan ini membantu koordinasi otak kanan dan kiri serta meningkatkan keseimbangan tubuh.

2. Membentuk Angka Delapan

Lansia diminta menggerakkan tangan membentuk simbol angka delapan tidur sambil mata mengikuti arah gerakan. Latihan ini baik untuk fokus dan koordinasi visual.

3. Gerakan Relaksasi Energi

Gerakan dilakukan dengan menggosok telapak tangan hingga hangat lalu menempelkannya di area pelipis sambil menarik napas dalam. Teknik ini membantu tubuh lebih rileks dan segar.

4. Brain Buttons

Gerakan menekan area di bawah tulang selangka dipercaya membantu melancarkan aliran darah menuju otak sehingga meningkatkan konsentrasi.

5. Putaran Leher

Memutar leher secara perlahan membantu mengurangi ketegangan otot dan memperlancar sirkulasi darah menuju otak.

6. Pijat Telinga

Pemijatan lembut pada daun telinga diyakini dapat merangsang saraf yang berkaitan dengan daya ingat dan pendengaran.

7. Energy Yawn

Gerakan menguap sambil memijat rahang membantu meredakan stres dan membuat otot wajah lebih rileks.

Perhatikan Keamanan Saat Latihan

Meski tergolong ringan, senam otak tetap perlu dilakukan dengan hati-hati sesuai kondisi fisik lansia. Gunakan kursi yang stabil jika keseimbangan tubuh mulai menurun dan hindari gerakan yang terlalu memaksa.

Jika muncul keluhan seperti pusing, sesak napas, atau kelelahan berlebihan, latihan sebaiknya dihentikan sementara.

Pendampingan keluarga juga menjadi faktor penting agar lansia tetap semangat menjalani latihan secara rutin. Kombinasi aktivitas fisik, nutrisi seimbang, dan lingkungan yang suportif dinilai menjadi langkah efektif untuk membantu mencegah kepikunan sejak dini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *