Golansia.com – Banyak orang lanjut usia (lansia) tampak lebih sering tertidur atau terlihat mudah lesu dan menguap sepanjang hari. Kondisi mengantuk berlebihan ini bukan sekadar tanda penuaan, tetapi bisa dipicu oleh sejumlah faktor, baik dari sisi kesehatan mental maupun fisik.
Menurut penjelasan Dr. dr. Purwita Wijaya Laksmi, Sp.PD-KGer, rasa kantuk yang berlebih pada lansia kerap berkaitan dengan masalah psikologis, salah satunya depresi.
“Lansia mungkin mengalami depresi sehingga enggan beraktivitas dan lebih memilih tidur,” kata Purwita.
Selain soal mental, kondisi fisik yang menurun juga berperan besar. Lansia umumnya menghadapi masalah kesehatan seperti anemia, kadar gula darah tinggi, atau gangguan jantung yang menyebabkan tubuh lebih cepat lelah.
“Ada kondisi yang disebut kerentaan, yaitu lansia mudah lelah akibat proses penuaan atau penyakit seperti gangguan jantung,” jelasnya.
Seiring bertambahnya usia, risiko penyakit kronis memang meningkat. Diabetes, hipertensi, nyeri kronis, hingga insomnia dapat mengganggu kualitas tidur malam. Alhasil, tubuh menebus kurangnya istirahat dengan rasa kantuk berat di siang hari. Pada kasus tertentu, kebiasaan tidur terlalu lama bahkan bisa menjadi sinyal penurunan kesehatan yang lebih serius.
Pendekatan Sesuai Penyebab
Cara mengatasi kantuk berlebihan pada lansia harus disesuaikan dengan faktor yang melatarbelakanginya. Jika penyebabnya psikologis, keluarga berperan penting membantu menemukan akar permasalahan.
“Keluarga bisa melakukan pendekatan dan menciptakan suasana rumah yang lebih hangat dan membahagiakan,” ujar Purwita.
Ia juga menekankan bahwa banyak lansia hanya dapat berkumpul dengan keluarga pada akhir pekan. Kondisi ini membuat mereka rentan merasa kesepian dan tidak bahagia—dua hal yang memperburuk kualitas hidup.
Untuk penyebab fisik, aktivitas yang terlalu padat bisa membuat lansia cepat lelah dan mudah mengantuk. Karena penyebabnya beragam, Purwita menekankan pentingnya memeriksakan kondisi lansia ke fasilitas kesehatan untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.

















