Example 728x250
BerandaKesehatanTips Lansia

Sepele tapi Berisiko: 5 Kesalahan Minum Air Putih Pagi yang Harus Dihindari Lansia

922
×

Sepele tapi Berisiko: 5 Kesalahan Minum Air Putih Pagi yang Harus Dihindari Lansia

Sebarkan artikel ini

Golansia.com — Minum air putih di pagi hari sering dianggap sebagai kebiasaan sederhana yang menyehatkan. Namun, bila dilakukan tanpa memperhatikan cara dan waktu, justru dapat menimbulkan risiko kesehatan, terutama bagi lanjut usia (lansia).

Lansia memiliki fungsi organ yang menurun, sehingga tubuh mereka lebih sensitif terhadap asupan cairan. Kesalahan kecil dalam minum air dapat berdampak besar, mulai dari gangguan pencernaan, beban ginjal, hingga masalah kardiovaskular.

Menurut kanal YouTube dr. Syarif dan sejumlah referensi medis, ada lima kesalahan umum yang sering dilakukan saat minum air putih pagi hari. Berikut penjelasan dan tips agar setiap tegukan benar-benar memberi manfaat.

1. Air Terlalu Dingin: Mengganggu Sirkulasi dan Lambung

Meminum air es segera setelah bangun tidur terasa menyegarkan. Namun, pada lansia, air bersuhu rendah bisa menyebabkan penyempitan pembuluh darah secara tiba-tiba. Kondisi ini membuat jantung bekerja lebih keras dan dapat memicu lonjakan tekanan darah pada mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung.

Meski penelitian medis menyebutkan air dingin tidak langsung menyebabkan serangan jantung, sensasi kontraksi pembuluh darah tetap bisa membebani sistem sirkulasi. Karena itu, pakar kesehatan merekomendasikan minum air bersuhu ruang (25–30 °C) atau hangat ringan agar tubuh lebih siap menerima cairan.

2. Minum Terlalu Banyak dan Terlalu Cepat: Risiko Hiponatremia

Sering kali orang meneguk segelas besar air sekaligus. Pada lansia, kebiasaan ini bisa membebani ginjal dan menyebabkan hiponatremia, yaitu kadar natrium dalam darah yang terlalu rendah akibat cairan berlebih.

Menurut MSD Manual, hiponatremia dapat menimbulkan gejala mual, lemas, pusing, hingga kebingungan pada lansia. Bila parah, kondisi ini bahkan bisa memicu pembengkakan otak dan berakibat fatal.

Tips sederhana adalah memulai dengan 200–250 ml air, diminum perlahan. Biarkan tubuh beradaptasi beberapa menit sebelum menambah jumlah air.

3. Air Disimpan di Botol Plastik Semalaman: Ancaman Zat Kimia dan Bakteri

Air yang disimpan semalaman dalam botol plastik dapat terkontaminasi zat kimia, seperti BPA, atau mikroplastik, terutama bila terpapar panas. Selain itu, pertumbuhan bakteri pada air yang tidak segar juga bisa terjadi.

Lansia dengan ginjal yang rentan berisiko lebih tinggi mengalami kerusakan organ akibat paparan racun. Karena itu, pastikan air yang diminum segar, bersih, dan disimpan dalam wadah yang aman seperti kaca atau stainless steel.

4. Minum Tanpa Gosok Gigi: Bakteri Mulut Masuk ke Pencernaan

Saat tidur, bakteri menumpuk di rongga mulut. Bila langsung minum air sebelum gosok gigi, bakteri tersebut ikut masuk ke saluran pencernaan.

Pada lansia dengan daya tahan tubuh yang lebih lemah, hal ini bisa menimbulkan gangguan seperti diare, infeksi lambung, atau ketidaknyamanan perut. Karena itu, biasakan membersihkan mulut terlebih dahulu sebelum meneguk air pertama di pagi hari.

5. Minum Saat Perut Kosong Tanpa Pendamping: Risiko Perih Lambung

Air putih memang baik dikonsumsi pagi hari, tetapi jika diminum dalam jumlah banyak saat perut kosong, dapat memicu peningkatan asam lambung. Gejalanya bisa berupa rasa perih, mulas, atau refluks pada mereka yang memiliki riwayat gastritis.

Solusinya, minumlah sedikit demi sedikit, lalu lanjutkan dengan sarapan ringan, misalnya buah atau roti. Dengan begitu, lambung lebih siap menerima cairan dan nutrisi tanpa menimbulkan rasa tidak nyaman.

Berapa Banyak Cairan yang Dibutuhkan Lansia?

Menurut situs kesehatan Hello Sehat, kebutuhan cairan lansia cenderung lebih rendah dibanding usia produktif karena fungsi ginjal menurun. Rekomendasinya:

  • Wanita lansia: sekitar 1,6 liter per hari
  • Pria lansia: sekitar 1,8 liter per hari

Artinya, memenuhi kebutuhan cairan tidak harus sekaligus, tetapi bisa dibagi dalam beberapa waktu agar tubuh lebih stabil.

Kesimpulan: Minum dengan Cara yang Benar

Air putih tetaplah sumber kesehatan utama. Namun, pada lansia, cara minum yang salah justru bisa menjadi risiko. Mulailah dengan segelas air hangat atau suhu ruang, diminum perlahan, setelah mulut dibersihkan, dan jangan langsung dalam jumlah besar.

Dengan cara sederhana ini, lansia dapat menjaga fungsi ginjal, jantung, pencernaan, dan energi tubuh tetap optimal. Setiap tegukan pun benar-benar menjadi sumber kehidupan, bukan sumber masalah.

(Dari berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *