Example 728x250
BerandaLiverTips Sehat Manula

Kenali Sejak Dini, Ini 5 Gejala Liver Bermasalah yang Sering Dianggap Sepele

645
×

Kenali Sejak Dini, Ini 5 Gejala Liver Bermasalah yang Sering Dianggap Sepele

Sebarkan artikel ini

Golansia.com — Banyak orang, terutama lansia, sering mengabaikan tanda-tanda tubuh yang tampak sepele seperti mudah lelah, nyeri perut, atau mata yang mulai menguning. Padahal, gejala-gejala ini bisa menjadi sinyal awal bahwa hati atau liver sedang tidak sehat.

Liver adalah organ penting yang terletak di bagian kanan atas perut dan beratnya sekitar 1,8 kilogram. Fungsinya sangat vital, mulai dari membantu metabolisme, mengatur kadar gula darah, hingga membersihkan racun dalam tubuh. Jika fungsinya terganggu, maka tubuh pun akan ikut terdampak.

Menurut Cleveland Clinic, liver memiliki kemampuan untuk memperbaiki diri. Namun jika gangguan terjadi terus menerus, organ ini bisa mengalami kerusakan permanen.

Tahapan Masalah pada Liver

Kerusakan pada liver berkembang secara bertahap. Berikut empat tahapan utamanya:

Hepatitis adalah peradangan pada jaringan hati. Penyebabnya bisa berupa infeksi virus atau gangguan autoimun.

Fibrosis terjadi ketika jaringan hati mengeras, membuat fungsinya mulai terganggu. Pada tahap ini, kondisi masih bisa diperbaiki.

Sirosis atau cirrhosis adalah kerusakan permanen pada hati yang sudah tidak dapat disembuhkan. Meski begitu, kerusakan ini masih bisa dihentikan agar tidak semakin parah.

Gagal hati atau liver failure adalah kondisi ketika liver tidak mampu lagi menjalankan fungsinya dengan baik.

Lima Gejala Liver Bermasalah yang Sering Diabaikan

Dikutip dari Mayo Clinic, penyakit hati sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas di awal. Namun, ada beberapa tanda penting yang patut diwaspadai.

1. Mudah Lelah atau Fatigue

Kerusakan liver, seperti akibat virus hepatitis, membuat tubuh kesulitan mengolah energi. Ini menyebabkan tubuh terasa lemah dan cepat lelah, meskipun tidak melakukan aktivitas berat.

“Kebanyakan penderita tidak menyadari jika dirinya sedang terinfeksi virus hepatitis C akut. Gejala seperti mual, lelah, dan perut begah sering dianggap gejala masuk angin, maag, atau kelelahan,” kata dr Femmy Nurul Akbar SpPD KGEH dalam sebuah wawancara dengan detikcom.

2. Nyeri di Perut Kanan Atas

Lokasi liver berada di bagian kanan atas perut. Meski liver tidak memiliki saraf nyeri, lapisan pelindungnya yang disebut Glisson’s capsule memiliki reseptor nyeri. Peradangan atau pembengkakan bisa menyebabkan rasa tidak nyaman atau nyeri di area tersebut.

3. Mata dan Kulit Menguning

Kondisi ini disebut jaundice. Ini terjadi karena penumpukan bilirubin yang tidak berhasil diproses oleh liver yang rusak.

“Infeksi pun bisa menyebabkan kuning akibat kerusakan sel-sel hati akibat infeksi,” ujar dr Aru Ariadno, SpPD-KGEH.

4. Urine Berwarna Gelap

Bilirubin yang tidak terproses juga bisa menyebabkan warna urine menjadi lebih gelap, bahkan kecokelatan. Warna ini tidak akan hilang meski Anda minum air putih dalam jumlah cukup.

5. Penurunan Berat Badan Tanpa Sebab yang Jelas

Jika liver tidak dapat memproses nutrisi secara optimal, maka nafsu makan bisa menurun dan berat badan ikut turun drastis. Jika terjadi penurunan berat badan yang cepat tanpa alasan jelas, sebaiknya segera periksa.

Kapan Sebaiknya Periksa?

Jika salah satu atau beberapa gejala di atas terjadi terus menerus, sebaiknya segera konsultasi ke dokter. Pemeriksaan dini sangat penting untuk mencegah kondisi yang lebih parah.

Pemeriksaan yang Bisa Dilakukan

Untuk mengetahui kondisi liver, beberapa tes yang umum dilakukan antara lain:

Tes darah untuk melihat enzim hati, protein, dan kadar bilirubin.

Pemindaian seperti USG perut, CT Scan, atau MRI.

Elastography, yaitu pemindaian untuk mengetahui apakah ada pengerasan jaringan hati.

Endoskopi, yaitu pemeriksaan dengan kamera kecil yang dimasukkan ke dalam tubuh.

Menjaga kesehatan liver bukan hanya penting untuk usia muda. Bagi lansia, mengenali gejala sejak awal bisa mencegah komplikasi yang lebih serius dan memperpanjang kualitas hidup. Jangan anggap enteng sinyal yang diberikan tubuh. Semakin cepat ditangani, semakin besar peluang untuk pulih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *