Example 728x250
Daftar Penyakit

6 Penyebab Lansia Susah Buang Air Kecil

3812
×

6 Penyebab Lansia Susah Buang Air Kecil

Sebarkan artikel ini
Penyebab Lansia Susah Buang Air Kecil

Golansia.com – Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami banyak perubahan, termasuk kondisi fisik dan bagian tubuh. Selain perubahan kulit yang menjadi tanda penuaan, bertambahnya usia juga dapat menyebabkan menurunnya fungsi organ tubuh, termasuk saluran kemih.

Menurunnya aktivitas saluran kemih tentu menimbulkan berbagai keluhan, seperti sulit buang air kecil. Inkontinensia urin disebut juga inkontinensia urin dan sangat umum terjadi pada orang lanjut usia atau lansia, terutama wanita. Jadi apa alasannya? Berikut ulasannya.

Penyebab Lansia Sulit Menahan Buang Air Kecil

Kesulitan buang air kecil terjadi saat seseorang buang air kecil. Kondisi ini menyebabkan orang tersebut lebih sering mengompol. Meski inkontinensia urin tidak berbahaya bagi kesehatan, namun jika tidak ditangani dengan baik dapat menyebabkan gangguan psikologis pada penderita inkontinensia urin.

Menurut National Institute on Aging, inkontinensia urin dapat disebabkan oleh berbagai hal. Infeksi saluran kemih, infeksi vagina, dan masalah sembelit bisa membuat seseorang sulit menahan kencing. Namun dengan pengobatan yang tepat, kondisi ini tidak akan bertahan lama.

Namun, ketika inkontinensia urine yang dialami terjadi dalam waktu yang cukup panjang dan akibat usia yang semakin bertambah, hal ini bisa disebabkan oleh faktor lainnya, seperti:

  • Otot kandung kemih yang mengalami kelemahan karena faktor usia.
  • Otot kandung kemih yang menjadi terlalu aktif.
  • Otot panggul yang melemah.
  • Penurunan fungsi saraf yang mengontrol kandung kemih.
  • Mengalami penyakit radang sendi.

Pada pria, umumnya inkontinensia urine terjadi akibat penyumbatan dari gangguan prostat yang dialami.

Meskipun tidak berbahaya, jika kamu mengalami beberapa gejala, seperti salah satu tubuh bagian mengalami kondisi lemas, bagian tubuh kesemutan, gangguan berjalan, gangguan berbicara, penglihatan kabur, tidak dapat menahan BAB, dan alami penurunan kesadaran, segera kunjungi rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Kamu bisa menggunakan aplikasi Halodoc dan bertanya lebih banyak mengenai kondisi inkontinensia urine pada dokter yang terpercaya.

Pemicu Lain dari Inkontinensia Urine

Selain terjadi pada lansia, ada beberapa faktor pemicu lainnya yang menyebabkan seseorang memiliki risiko yang tinggi untuk mengalami kondisi inkontinensia urine. Melansir Urology Care Foundation, kebiasaan merokok meningkatkan seseorang mengalami inkontinensia urine. Untuk itu, terapkan gaya hidup yang sehat dan hentikan kebiasaan merokok untuk menghindari berbagai gangguan kesehatan, salah satunya inkontinensia urine.

Selain itu, pola makan, seperti mengonsumsi makanan atau minuman yang mengandung kafein dapat meningkatkan risiko seseorang alami inkontinensia urine. Sebaiknya penuhi kebutuhan nutrisi dan gizi yang dibutuhkan tubuh agar kondisi ini dapat dihindari. Kelebihan berat badan menjadi salah satu faktor pemicu lainnya dari kondisi inkontinensia urine.

Jangan ragu untuk rutin melakukan olahraga setiap hari agar kamu dapat menjaga berat badan tetap stabil dan terhindar dari obesitas. Selain inkontinensia urine, obesitas dapat menyebabkan berbagai gangguan kesehatan lainnya. Untuk itu, selalu jaga kesehatan kamu dengan baik seiring dengan bertambahnya usia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *