Daftar Penyakit

Tiga Faktor yang Membuat Lansia Lebih Pendiam

588
Faktor yang Membuat Lansia Lebih Pendiam
seorang pria lansia Lansia menjadi Pendiam

Golansia.com – Banyak orang menggambarkan lansia sebagai pribadi yang tenang dan jarang berbicara. Mereka kerap menghabiskan waktu seorang diri, seolah lebih nyaman dalam keheningan.

Namun, benarkah sifat pendiam itu muncul semata-mata karena faktor usia? Ataukah ada alasan lain yang membuat seseorang menjadi lebih tertutup ketika memasuki masa lanjut usia?

Penyebab lansia menjadi pendiam

1. Memiliki karakter yang pendiam

Pandangan umum yang menyebut lansia cenderung pendiam ternyata tidak sepenuhnya benar. Menurut psikolog Adventia Emilia Krysna Sipi Seda, sikap diam bukanlah akibat langsung dari pertambahan usia.

“Ini sebenarnya hanya stigma. Diam atau tidaknya seseorang di usia lanjut kembali pada karakter masing-masing. Bukan berarti lansia otomatis menjadi pendiam,” jelasnya.

Ia menambahkan, jika sejak muda seseorang terbiasa jarang berbicara, maka sifat itu biasanya semakin terlihat ketika memasuki usia lanjut. Sebaliknya, mereka yang aktif berkomunikasi umumnya tetap ekspresif meski sudah menjadi lansia.

2. Terbiasa sendirian

Bukan hanya faktor karakter, kondisi lingkungan juga dapat memengaruhi sikap lansia. Menurut psikolog Adventia Emilia Krysna Sipi Seda, seseorang yang terbiasa sendirian—baik karena pilihan maupun keadaan—berpotensi menjadi lebih pendiam ketika memasuki usia lanjut.

Sebagai contoh, ada lansia dengan kepribadian aktif dan gemar bersosialisasi. Namun, ketika anak-anak mereka sibuk bekerja dan jarang meluangkan waktu untuk sekadar berbincang, rasa kesepian bisa muncul.

“Anaknya jarang mengajaknya bicara atau berdiskusi, bahkan hal sederhana seperti politik atau sinetron. Dari situ timbul jarak di dalam keluarga,” ujar Adventia.

Dalam kondisi seperti ini, lansia kerap memilih untuk menyendiri. Lama-kelamaan, mereka merasa lebih nyaman menghabiskan waktu sendirian ketimbang bersosialisasi. Akibatnya, sifat pendiam pun semakin menonjol.

3. Senang berefleksi

Selain faktor karakter dan kesepian, ada pula lansia yang menjadi lebih pendiam karena dorongan psikologis. Menurut psikolog Adventia Emilia Krysna Sipi Seda, sebagian lansia cenderung lebih suka berefleksi seiring bertambahnya usia.

“Ada juga lansia yang dalam perkembangan psikologisnya lebih menikmati waktu untuk merenung dan berefleksi,” jelasnya.

Kecenderungan ini membuat mereka tampak lebih tenang dan jarang berbicara. Bukan karena kehilangan kemampuan bersosialisasi, melainkan karena mereka memilih untuk menyalurkan energi pada proses perenungan diri.

Exit mobile version