Golansia.com – Penyakit Paget dapat menyerang bagian tulang mana pun. Penyakit ini paling banyak menyerang tulang belakang, panggul, tulang panjang tungkai dan tengkorak.
Penyakit Paget tidak hanya menyerang satu bagian tulang, namun beberapa bagian tulang. Menurut informasi kesehatan yang diterbitkan oleh American Academy of Orthopaedic Surgeons, penyakit Paget lebih sering terjadi pada orang lanjut usia. Informasi lengkap mengenai penyakit Paget ada di bawah ini!
Kenapa Risiko Lansia Lebih Besar?
Seiring pertambahan usia, tubuh akan mengalami sejumlah perubahan. Kita mungkin bergerak lebih lambat karena sakit punggung kronis, nyeri sendi, atau otot yang melemah. Mobilitas di usia lansia juga kerap dialami yang salah satunya dikarenakan penyakit paget.
Penyakit paget adalah penyakit tulang yang paling umum terjadi pada lansia yang memengaruhi pembentukan tulang dalam tubuh. Pada tulang yang sehat proses remodeling (menghilangkan potongan-potongan tulang lama) dan menggantikannya dengan tulang baru berjalan sebagaimana mestinya.
Penyakit Paget menyebabkan ketidakseimbangan dalam proses ini, sehingga menghasilkan tulang baru yang bentuknya tidak normal, lemah, dan rapuh. Penyakit Paget sebagian besar menyerang orang lanjut usia, menyerang sekitar 2 hingga 3 persen penduduk berusia di atas 55 tahun.
Pertumbuhan yang tidak sempurna ini menyebabkan tulang baru menjadi terlalu lunak atau cacat, sehingga menimbulkan rasa sakit dan bahkan patah tulang. Perawatan untuk kondisi ini biasanya melibatkan pembedahan atau penggunaan obat anti inflamasi.
Penyebab penyakit Paget belum diketahui, namun sejauh ini dokter telah mengidentifikasi sejumlah faktor risiko yang meningkatkan kemungkinan tertular penyakit ini pada manusia. Salah satu faktor tersebut adalah genetika, yang menyumbang 25 hingga 40 persen kasus Paget pada orang yang memiliki riwayat keluarga penyakit Paget.
Komplikasi Penyakit Paget
Komplikasi penyakit paget bisa mencakup patah tulang karena rapuh, kelainan bentuk tulang, termasuk membungkuknya tulang yang terkena serangan paget, artritis lanjut pada sendi di dekat tulang yang terkena, kompresi pada saraf tetangga dari tulang yang membesar sehingga menyebabkan hilangnya sensasi atau gerakan.
Gejala juga dapat timbul dari efek penyakit pada kadar kalsium dalam aliran darah. Ketika penyakit paget menyerang beberapa tulang, osteoklas yang terlalu aktif dapat melepaskan kalsium dari tulang sehingga memicu peningkatan kadar kalsium dalam darah.
Komplikasi langka ini dapat menyebabkan sejumlah gejala, termasuk tubuh melemah dan merasa lelah, kehilangan selera makan, sakit perut, dan sembelit. Kondisi yang sangat jarang tetapi bisa saja terjadi, ketika penyakit paget berkembang menjadi sejenis kanker tulang yang disebut sarkoma paget.
Ketika ini terjadi, gejala mungkin termasuk rasa sakit yang parah dan tak henti-hentinya di daerah yang terkena penyakit paget. Sarkoma paget hanya terjadi pada sekitar 1 persen pasien dengan penyakit paget.
Pasien-pasien ini biasanya berusia lebih dari 70 tahun. Jenis tumor tulang ganas ini sangat agresif dan memiliki prognosis yang buruk. Tak satupun dari perawatan medis untuk penyakit paget diketahui menurunkan risiko pengembangan sarkoma paget.
