Example 728x250
Daftar Penyakit

Mengapa Lansia Berisiko Terkena Penyakit Menular Seksual?

915
×

Mengapa Lansia Berisiko Terkena Penyakit Menular Seksual?

Sebarkan artikel ini
Lansia Berisiko Terkena Penyakit Menular Seksual
lansia

Golansia.com – Meski telah memasuki usia lanjut, risiko terkena penyakit menular seksual (PMS) tetap ada selama seseorang masih aktif secara seksual. PMS dapat menular melalui hubungan intim berisiko, baik secara vaginal, anal, maupun oral. Beberapa jenis penyakit menular seksual yang umum terjadi pada lansia antara lain herpes genital, kutil kelamin, klamidia, gonore, sifilis, dan HIV.

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), sekitar 20 juta kasus PMS terjadi setiap tahunnya, namun hanya sebagian kecil yang mendapatkan penanganan medis. Lebih mengkhawatirkan, angka PMS di kalangan lansia justru mengalami peningkatan.

Di Amerika Serikat, tingkat infeksi gonore pada lansia usia 65 tahun ke atas meningkat dua kali lipat antara 2015 hingga 2019. Selain itu, pada tahun 2020, tingkat sifilis pada pria berusia 55-64 tahun lebih tinggi dibandingkan pada remaja usia 15-19 tahun.

Meningkatnya angka PMS pada lansia dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti penurunan kesadaran akan perlindungan diri, perubahan fisiologis akibat penuaan, serta kurangnya edukasi mengenai kesehatan seksual di usia lanjut. Oleh karena itu, pencegahan dan pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi hal yang sangat penting bagi lansia yang masih aktif secara seksual.

Lantas, mengapa lansia rentan terkena penyakit menular seksual? Simak ulasannya di sini.

Alasan Lansia Rentan Terkena Penyakit Menular Seks

Menurut Dr. Khady Diouf dari Brigham and Women’s Hospital, Harvard Medical School, mengatakan ada beberapa kecenderungan yang membuat lansia terinfeksi penyakit menular seksual. Beberapa di antaranya adalah:

  • Lansia sering kali merasa enggan untuk mendiskusikan masalah seksual dengan tenaga medis. Hal ini mungkin disebabkan oleh rasa malu karena di usia yang semakin lanjut masih membahas topik terkait seks. Selain itu, edukasi tentang penyakit menular seksual umumnya lebih banyak ditujukan kepada generasi muda, sehingga lansia cenderung merasa kurang diperhatikan dalam aspek ini..

Hal ini membuat para lansia merasa tidak perlu khawatir akan mengidap penyakit berbahaya. Seolah-olah ada “keyakinan” tak tertulis yang mengatakan penyakit menular seks hanya terjadi pada anak muda saja.

  • Usia lanjut membuat sistem kekebalan tubuh menurun, sehingga kemampuan tubuh melawan infeksi semakin memburuk. Situasi ini membuat para lansia lebih mudah mengidap penyakit menular seks tertentu. Jika ditelusuri lebih lanjut, beberapa penyakit menular seksual dapat memperlambat kerja motorik. Misalnya penurunan daya ingat atau kebutaan.
  • Usia tua, perceraian, atau pasangan yang meninggal meningkatkan risiko para lansia melakukan hubungan seksual tanpa pengaman dan berganti-ganti. Pemikirannya adalah, “Apalagi yang ditakutkan? Sudah tua juga.”
  • Minimnya informasi mengenai cara hubungan intim yang benar serta aman membuat para lansia kerap melakukan hubungan intim berisiko.
  • Menggunakan pengaman seperti kondom tidak menjadi keharusan buat para lansia, dengan pertimbangan kehamilan tidak akan terjadi saat melakukan hubungan intim. Padahal, kehamilan tidak diinginkan bukan menjadi satu-satunya kekhawatiran. Justru penyakit menular seksual yang perlu diwaspadai.
  • Maraknya pertumbuhan bisnis obat kuat juga mungkin menjadi penyumbang peningkatan perilaku seksual di kalangan lansia.
  • Penurunan lubrikasi pada vagina juga menjadi penyebab para lansia cenderung lebih mudah mengidap penyakit menular seks. Minimnya lubrikasi alami akan membuat vagina lebih mudah terluka, sehingga penyebaran penyakit lebih mudah terjadi. Apalagi ketika berhubungan tanpa menggunakan pengaman.

Cara Mencegah PMS pada Lansia

Usia lanjut seharusnya tidak menjadi alasan bagi para lansia untuk mengabaikan keamanan dalam berhubungan intim. Justru, mereka perlu lebih waspada karena gejala penyakit menular seksual bisa muncul lebih lambat pada lansia. Hal ini terjadi akibat proses penuaan yang membuat tubuh kurang responsif terhadap perubahan kondisi kesehatan.

Oleh karena itu, untuk mencegah penyakit menular seksual, berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan para lansia:

Menggunakan Kondom

Kondom adalah salah satu metode yang efektif dalam mencegah penyakit menular seksual (PMS). Alat kontrasepsi ini tersedia dalam berbagai varian, termasuk beragam warna dan rasa. Selain kondom untuk pria, ada juga kondom khusus untuk wanita. Apa pun jenis yang digunakan, penting untuk memakainya dengan benar setiap kali berhubungan intim agar perlindungannya maksimal.

Berhubungan Hanya dengan Satu Orang

Selain menjaga kesetiaan, berhubungan hanya dengan satu pasangan juga memiliki keuntungan, yaitu mengurangi risiko terkena penyakit menular seksual (PMS). Namun, pastikan bahwa kamu dan pasangan bebas dari infeksi PMS. Oleh karena itu, penting untuk berbicara secara terbuka dan jujur dengan pasangan mengenai hal ini.

Melakukan Skrining Secara Rutin

Tidak perlu merasa malu untuk menjalani tes skrining guna mengetahui apakah kamu terinfeksi penyakit menular seksual (PMS) atau tidak. Tes ini sangat penting untuk mencegah penyebaran PMS. Jika terdiagnosis positif, kamu dapat segera mengambil langkah-langkah perlindungan bagi diri sendiri dan pasangan. Sebagian besar PMS dapat dideteksi dan diobati dengan mudah. Jika kamu dan pasangan terinfeksi, keduanya perlu menjalani perawatan secara bersamaan guna mencegah infeksi berulang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *