Khazanah

Makna Ucapan “Kembali ke Fitrah”

532
Kembali ke Fitrah
Kembali ke Fitrah

Golansia.com – Ungkapan “saatnya kembali ke fitrah” sering terdengar saat perayaan Idul fitri. Namun, apa sebenarnya makna dari kembali ke fitrah?

Setiap tahun, umat Muslim merayakan Lebaran dengan berbagai tradisi setelah melaksanakan salat Id. Mereka saling bersilaturahmi, bermaaf-maafan dengan keluarga dan kerabat, mengenakan pakaian baru, menikmati hidangan khas seperti ketupat, serta mengunjungi tempat wisata.

Pada 1 Syawal, umat Islam diperintahkan untuk kembali makan dan minum setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan. Bulan Ramadan sendiri berperan sebagai sekolah spiritual yang membentuk pribadi bertakwa. Selama sebulan, umat Muslim belajar menjauhi dosa, mengendalikan hawa nafsu, serta melaksanakan ibadah sesuai ajaran agama. Mereka yang mampu menjalani ujian ini dengan kesabaran dianggap telah meraih kemenangan.

Hari raya Idul fitri menandai momen kembalinya seseorang ke keadaan fitrah. Istilah “Id” berasal dari limpahan rahmat Allah kepada umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW). Oleh karena itu, ucapan “kembali ke fitrah” diartikan sebagai keberhasilan dalam menahan diri selama Ramadan dan kembali dalam keadaan suci.

Secara etimologi kata Fitrah berasal dari bahasa Arab fathora (فطر) dari masdar fathrun yang berarti belah atau pecah. Dari akar kata yang sama maka lahir kata Fitrah yang berarti sifat atau pembawaan luhur sejak lahir.

Dalam Al-Qur’an, kata “fitrah” memiliki beberapa makna. Salah satunya adalah Al-Insyiqaq atau Al-Syaqq, yang berarti pecah atau terbelah. Di ayat lain, fitrah juga diartikan sebagai Al-Khalqah Al-Iijad atau Al-Ibda’, yang bermakna penciptaan. Secara umum, fitrah merujuk pada sifat alami manusia atau tabi‘iyatul insan.

Menurut Imam Al-Auza’i, fitrah identik dengan kesucian. Beliau menghubungkan makna kesucian ini dengan hadis yang berkaitan dengan kebersihan fisik. Dari Ummul Mukminin Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Sepuluh macam yang termaksuk dalam kategori fitrah yaitu (1) mencukur kumis (2) membiarkan jenggot panjang dan lebar (3) bersikat gigi/bersiwak (4) menghirup air untuk membersihkan hidung (5) menggunting kuku (6) membersihkan jari jemari (7) mencabut bulu ketiak (8) mencukur bulu kemaluan (9) membersihkan kencing dengan air, dan (10) berkumur.” (HR Muslim dan Abu Dawud)

Hikmah Idul fitri

Setiap Muslim yang kembali ke fitrah akan tetap teguh dalam menjalankan ajaran Islam. Keyakinannya semakin kuat bahwa Allah adalah Dzat yang Maha Hidup dan Maha Sempurna, satu-satunya tempat bergantung dan tujuan akhir.

Dalam kesehariannya, ia akan senantiasa berbuat baik dan berkata jujur. Seorang Muslim yang telah kembali ke fitrah memiliki jiwa dan tubuh yang bersih. Selain menjadi hamba Allah yang bertakwa, ia juga akan lebih peduli terhadap sesama manusia (hablum-minannas).

Inilah tanda keberhasilan seseorang dalam menjalani ibadah puasa Ramadan. Mereka yang mampu melewati ujian tersebut akan menunjukkan perubahan positif dalam diri mereka. Sebaliknya, jika tidak ada peningkatan kebaikan setelah Ramadan, itu menandakan bahwa puasanya hanya sebatas menahan lapar dan dahaga, tanpa makna yang bernilai di sisi Allah. Semoga kita semua mendapatkan bimbingan-Nya.

Di hari yang penuh berkah ini, marilah kita terus berdoa agar Allah senantiasa memberikan taufik dan hidayah-Nya. Tanpa rahmat dan kehendak-Nya, kita tidak akan memperoleh keberkahan serta kebahagiaan yang sejati.

Mari kita bersihkan hati dari sifat iri, dengki, kebencian, permusuhan, kesombongan, dan sikap berlebihan dalam membanggakan diri, sebagaimana kita mengagungkan Allah melalui lantunan takbir di hari kemenangan ini.

جَعَلَنَا اللَّهُ وَاِيَّاكُمْ مِنَ العَائدِيْنَ والفَائِزِينَ

Ja’alanallaahu wa Iyyakum Minal ‘Aaidiin wal Faaiziin.

Artinya: “Semoga Allah menjadikan kita menjadi bagian dari orang-orang yang kembali dan orang-orang yang mendapatkan kemenangan/keberuntungan.”

Wallahu A’lam

Sumber: kalamsindo, telah di ubah oleh ai

Exit mobile version