Example 728x250
Daftar Penyakit

Lansia Rentan Mengalami Neutropenia, Ini Penjelasannya

681
×

Lansia Rentan Mengalami Neutropenia, Ini Penjelasannya

Sebarkan artikel ini
Lansia Rentan Mengalami Neutropenia
Lansia

Golansia.com – Lansia merupakan kelompok usia yang lebih rentan terhadap berbagai penyakit, termasuk neutropenia, yang merupakan gangguan pada sel darah putih. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko infeksi, terutama di area seperti mulut dan kulit. Lalu, mengapa lansia lebih mudah terserang neutropenia? Berikut ulasannya!

Mengapa Lansia Rentan Mengalami Neutropenia? 

Neutropenia adalah kondisi di mana jumlah neutrofil, jenis sel darah putih yang berperan melawan infeksi, berada di bawah normal. Meskipun bukan penyakit, neutropenia meningkatkan kerentanan tubuh terhadap infeksi. Kondisi ini dapat bersifat akut (muncul tiba-tiba), kronis (berlangsung lama), atau siklik (datang dan pergi). Jika tidak ditangani, neutropenia dapat menyebabkan infeksi bakteri yang serius.

Neutropenia sering kali tidak menimbulkan gejala hingga ditemukan melalui tes darah. Pada beberapa kasus, masalah ini terdeteksi secara tidak sengaja selama pemeriksaan untuk kondisi lain. Penyebab utama neutropenia sering kali berkaitan dengan kemoterapi untuk pengobatan kanker, meskipun gejala infeksi juga bisa muncul akibat kondisi ini.

Infeksi menjadi risiko serius bagi pengidap neutropenia karena tubuh kekurangan neutrofil untuk melawan mikroorganisme penyebab penyakit. Area yang paling sering terinfeksi meliputi selaput lendir, seperti bagian dalam mulut, dan kulit. Infeksi dapat muncul dalam bentuk bisul, abses, ruam, atau luka yang sulit sembuh.

Mengapa Lansia Lebih Berisiko?

Seiring bertambahnya usia, sistem kekebalan tubuh lansia melemah, membuat mereka lebih rentan terhadap neutropenia. Penurunan fungsi tubuh dan vitalitas memperparah risiko ini. Selain itu, efek samping dari kemoterapi, seperti penurunan produksi sel darah putih, menjadi faktor utama penyebab neutropenia pada lansia yang menjalani pengobatan kanker.

Bagi lansia yang menjalani kemoterapi, pemeriksaan darah secara rutin sangat penting untuk mendeteksi kemungkinan neutropenia. Perawatan neutropenia mencakup upaya mengurangi efek samping, yang dikenal sebagai perawatan paliatif atau suportif. Lansia perlu berkonsultasi dengan dokter jika ada perubahan gejala selama perawatan.

Proses Pemulihan dari Neutropenia

Tingkat neutrofil biasanya menurun sekitar satu minggu setelah kemoterapi dimulai, mencapai titik terendah pada hari ke-7 hingga ke-14, yang dikenal sebagai nadir. Setelah itu, neutrofil mulai diproduksi kembali oleh sumsum tulang, tetapi memerlukan waktu 3 hingga 4 minggu untuk kembali ke tingkat normal.

Jika neutrofil tidak pulih dengan cepat, dokter mungkin menunda kemoterapi atau menyesuaikan dosisnya. Selain itu, antibiotik dapat direkomendasikan untuk mencegah infeksi selama periode neutropenia yang berkepanjangan. Dalam beberapa kasus, dokter mungkin memberikan obat berupa faktor pertumbuhan sel darah putih untuk membantu tubuh memproduksi lebih banyak neutrofil.

Dengan penanganan yang tepat, risiko infeksi akibat neutropenia pada lansia dapat diminimalkan, dan kualitas hidup mereka tetap terjaga.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *