Example 728x250
Daftar Penyakit

Sering Dikira Demensia, Kenali 3 Gejala Hidrosefalus Tekanan Normal pada Lansia

227
×

Sering Dikira Demensia, Kenali 3 Gejala Hidrosefalus Tekanan Normal pada Lansia

Sebarkan artikel ini
Lansia mengalami gangguan berjalan yang dapat menjadi gejala hidrosefalus tekanan normal
Gangguan berjalan, gangguan kontrol urine, dan perubahan fungsi kognitif dapat menjadi gejala hidrosefalus tekanan normal atau NPH pada lansia.

Obat bukan terapi utama untuk menghilangkan penumpukan cairan pada NPH.

Namun, pada kondisi tertentu, dokter dapat memberikan obat untuk menangani masalah lain yang menyertai pasien, misalnya gangguan suasana hati, gangguan tidur, nyeri saraf, atau keluhan tertentu yang memengaruhi kualitas hidup.

Jenis obat dan dosisnya harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.

Hal ini menjadi semakin penting pada lansia karena penggunaan obat tertentu dapat menyebabkan efek samping seperti kantuk, pusing, gangguan keseimbangan, tekanan darah berubah, atau peningkatan risiko jatuh.

Karena itu, obat seperti gabapentin, pregabalin, sertraline, amitriptyline, maupun suplemen atau obat pendukung fungsi kognitif tidak boleh digunakan sebagai pengobatan mandiri untuk NPH.

Penggunaan obat harus berdasarkan indikasi dan resep dokter setelah mempertimbangkan penyakit lain serta obat yang sedang dikonsumsi pasien.

Faktor yang Bisa Memperburuk Kondisi Lansia

Selain mendapatkan penanganan medis yang tepat, keluarga juga perlu memperhatikan berbagai faktor yang dapat membuat kondisi lansia semakin sulit.

Kurang bergerak dalam waktu lama dapat memperburuk kelemahan otot dan kemampuan berjalan. Gangguan tidur juga dapat memengaruhi konsentrasi dan fungsi sehari-hari.

Penggunaan alkohol atau obat penenang tanpa pengawasan dokter juga dapat meningkatkan risiko gangguan keseimbangan dan jatuh.

Sementara itu, stres dan perubahan kondisi emosional dapat membuat kebingungan atau gangguan konsentrasi terasa semakin berat pada sebagian lansia.

Karena itu, lingkungan yang aman, aktivitas fisik sesuai kemampuan, pola tidur yang baik, dan pemantauan obat menjadi bagian penting dalam perawatan.

Jangan Anggap Perubahan Berjalan sebagai Hal Biasa

Perubahan kemampuan berjalan pada lansia memang dapat disebabkan oleh banyak faktor. Namun, apabila gangguan tersebut muncul bersama inkontinensia urine dan penurunan fungsi kognitif yang berlangsung progresif, keluarga sebaiknya tidak langsung menganggapnya sebagai proses penuaan biasa.

Semakin cepat kondisi diperiksa, semakin cepat pula dokter dapat membedakan NPH dari penyakit lain yang memiliki gejala serupa.

Diagnosis NPH membutuhkan evaluasi medis, bukan sekadar mencocokkan gejala dari informasi di internet.

Kapan Lansia Perlu Dibawa ke Dokter?

Segera konsultasikan kepada dokter jika lansia mengalami beberapa perubahan berikut:

  • Cara berjalan semakin lambat atau langkah menjadi sangat pendek.
  • Kaki terasa sulit diangkat ketika berjalan.
  • Sering kehilangan keseimbangan atau jatuh.
  • Frekuensi buang air kecil meningkat atau sulit menahan urine.
  • Daya ingat dan kemampuan berkonsentrasi semakin menurun.
  • Perubahan kemampuan berpikir terjadi secara bertahap.
  • Beberapa gejala tersebut muncul bersamaan.

Jika dokter mencurigai NPH, pasien dapat menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan diagnosis dan menentukan pilihan penanganan.

Intinya, tiga gejala berupa gangguan berjalan, gangguan kontrol urine, dan penurunan fungsi kognitif tidak seharusnya langsung dianggap sebagai tanda normal penuaan. Pada sebagian lansia, kombinasi tersebut dapat menjadi petunjuk adanya NPH yang membutuhkan evaluasi medis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *