Example 728x250
Kesehatan

Mengapa Lansia Memiliki Bau Tubuh Khas? Ini Penjelasan Ilmiahnya

436
×

Mengapa Lansia Memiliki Bau Tubuh Khas? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Sebarkan artikel ini
bau khas lansia
seorang lansia Indonesia yang bau badan

Golansia.com – Setiap fase kehidupan membawa perubahan, termasuk pada aroma tubuh manusia. Mulai dari wangi alami bayi, bau khas remaja saat pubertas, hingga aroma tertentu pada orang lanjut usia (lansia). Fenomena ini bukan terkait parfum atau produk tubuh yang digunakan, tetapi perubahan biologis alami.

Bagi yang tinggal bersama orang tua berusia lanjut atau kakek-nenek, mungkin familiar dengan aroma yang menyerupai campuran minyak dan kapur barus. Di Jepang, bau khas ini dikenal sebagai kareishu, istilah yang menggambarkan “aroma bertambahnya usia.”

Asal Mula Bau Tubuh Manusia

Aroma tubuh terbentuk dari interaksi keringat dan zat-zat alami yang diproduksi tubuh. Dua jenis kelenjar keringat memegang peran penting:

  • Kelenjar apokrin, terletak di area berambut seperti ketiak dan genital.

  • Kelenjar ekrin, tersebar di seluruh tubuh, termasuk telapak tangan dan kaki.

Pada usia 30 hingga 40 tahun, terutama pada pria, tubuh menghasilkan aroma menyerupai minyak tengik. Menurut penelitian perusahaan perawatan tubuh asal Jepang, Mandom, bau ini berasal dari bagian atas dan belakang kepala, dan memuncak pada usia akhir 40-an. Penyebabnya adalah meningkatnya kadar diacetyl, hasil pemecahan asam laktat oleh bakteri.
Produk beraroma kayu manis atau licorice dapat membantu menurunkan kadar diacetyl karena mengandung flavonoid.

Mengapa Muncul Bau Khas Lansia?

Menurut Dr. Eileen Tan dari RS Mount Elizabeth Novena, Singapura, bau khas lansia tidak berhubungan dengan kebersihan diri, melainkan perubahan fisiologis.

Beberapa faktor pemicunya antara lain:

1. Peningkatan Asam Lemak Omega-7

Penelitian menunjukkan bahwa kadar omega-7 pada permukaan kulit dapat meningkat hingga enam kali lipat seiring bertambahnya usia. Reaksi oksidasi dari lemak ini menghasilkan aroma khas yang umum ditemukan pada lansia.

2. Produksi Keringat Berkurang

Seiring penurunan kolagen, lansia berkeringat lebih sedikit. Artinya, aktivitas bakteri yang memecah keringat juga menurun, sehingga menghasilkan aroma tubuh yang berbeda dari orang muda.

3. Minyak Kulit yang Semakin Sedikit

Kombinasi antara berkurangnya minyak kulit, faktor genetik, pola makan, kondisi kesehatan, serta konsumsi obat-obatan memengaruhi aroma yang muncul pada tubuh lansia.

Tan menyebutkan bahwa bau khas lansia cenderung lebih kuat setelah usia 60 tahun.

Bisakah Bau Khas Lansia Dikurangi?

Tentu bisa, meskipun tidak dapat dihilangkan sepenuhnya. Beberapa langkah yang dapat membantu adalah:

  • Konsumsi makanan kaya antioksidan (buah beri, sayuran hijau, kacang-kacangan).

  • Minum air putih yang cukup agar tubuh tetap terhidrasi.

  • Gunakan produk perawatan kulit yang melembapkan.

  • Terapkan pola makan sehat dan seimbang.

Dengan perawatan yang tepat, aroma khas lansia dapat diminimalkan tanpa menghilangkan keunikan alami yang dimiliki setiap tahap kehidupan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *