Example 728x250
KankerKesehatan

Benarkah Makanan yang Dibakar Bisa Memicu Kanker? Simak Penjelasannya

474
×

Benarkah Makanan yang Dibakar Bisa Memicu Kanker? Simak Penjelasannya

Sebarkan artikel ini

Golansia.com — Bagi sebagian besar keluarga, malam tahun baru menjadi momen istimewa untuk berkumpul. Salah satu tradisi yang sering dilakukan adalah pesta makanan, seperti membakar jagung atau daging bersama. Namun, tahukah Anda bahwa ada perdebatan mengenai makanan yang dibakar, yang diduga dapat meningkatkan risiko kanker?

Kanker, yang sering menjadi perhatian terutama di usia lanjut, adalah penyakit yang ditandai dengan pertumbuhan sel yang tidak terkendali. Sel-sel ini dapat menyerang bagian tubuh lainnya jika tidak ditangani dengan baik. Lalu, apakah makanan yang dimasak dengan cara dibakar benar-benar berbahaya bagi kesehatan?

Mengutip Web MD, makanan tertentu, terutama yang mengandung karbohidrat seperti roti dan kentang, dapat menghasilkan zat kimia bernama akrilamida jika dimasak pada suhu tinggi. Menurut Neil Inyengar, MD, seorang ahli onkologi di New York City, proses memasak berlebihan dapat menciptakan zat berbahaya dalam makanan.

“Beberapa penelitian menunjukkan bahwa memasak terlalu lama atau membakar makanan dapat menghasilkan karsinogen, yang berpotensi membahayakan tubuh,” jelas Inyengar. Namun, ia juga menambahkan, “Ini masih hipotesis saat ini. Saya tidak yakin ini benar-benar terjadi.”

Penelitian pada hewan pengerat menunjukkan bahwa akrilamida dalam jumlah tinggi dapat memicu tumor. Meski demikian, bukti serupa pada manusia masih sangat terbatas. Studi besar yang mencoba menemukan hubungan antara akrilamida dan berbagai jenis kanker seperti prostat, kandung kemih, ginjal, dan usus besar, umumnya tidak menunjukkan hasil yang signifikan.

Hal serupa terjadi pada penelitian terkait metode memasak daging seperti memanggang atau menggoreng. Proses ini dapat menghasilkan senyawa berbahaya lain, seperti amina heterosiklik dan hidrokarbon aromatik polisiklik. Pada hewan, paparan senyawa ini dapat menyebabkan tumor, tetapi efeknya pada manusia masih belum jelas.

Namun, beberapa studi memang menyebut bahwa konsumsi daging yang terlalu matang atau gosong mungkin terkait dengan risiko kanker kolorektal dan pankreas. Meski begitu, banyak penelitian lain gagal menemukan bukti serupa.

Untuk Anda yang gemar makanan bakar, ada baiknya memperhatikan beberapa hal: gunakan api kecil saat memasak, hindari bagian gosong, dan imbangi konsumsi makanan tersebut dengan sayuran segar serta buah-buahan.

Meskipun belum ada bukti yang benar-benar kuat bahwa makanan gosong memicu kanker pada manusia, menjaga pola makan sehat tetap menjadi langkah bijak. Mengingat usia yang makin bertambah, merawat kesehatan tubuh dengan mengurangi konsumsi makanan yang dibakar berlebihan adalah salah satu cara untuk mencegah risiko penyakit di masa depan.

Mari rayakan kebersamaan dengan lebih bijak, tanpa mengurangi kenikmatan hidup sehat!

(Dbs)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *