Example 728x250
Dokter Geriatri

Kapan Lansia Sebaiknya Menemui Dokter Geriatri?

789
×

Kapan Lansia Sebaiknya Menemui Dokter Geriatri?

Sebarkan artikel ini
Menemui Dokter Geriatri
Menemui Dokter Geriatri

Golansia.com – Bagi mereka yang mendekati usia 60-70 tahun, ada baiknya menjaga kesehatan semaksimal mungkin. Daripada memiliki perawat swasta, mereka sebaiknya menemui dokter spesialis geriatri. Mereka adalah dokter keluarga atau penyakit dalam yang memiliki pelatihan khusus dalam kebutuhan kesehatan orang dewasa. Menurut American Geriatrics Society, sekitar 30 persen orang yang berusia di atas 65 tahun memerlukan dokter geriatri.

Namun, tidak semua lansia perlu menemui dokter geriatri. Seorang pria berusia 65 tahun dengan tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, dan diabetes tipe 2 mungkin mendapat manfaat dari ini. Namun seorang pria berusia 80 tahun yang masih bisa berjalan beberapa kilometer sehari dan hanya meminum satu atau dua obat yang diminumnya secara rutin setiap hari tidak memerlukannya.

Tanda Seseorang Perlu Segera Mengunjungi Dokter Geriatri

Melansir American Association of Retired Persons, berikut ini empat tanda bahwa lansia mungkin memerlukan dokter spesialis geriatri, yaitu:

Mulai Membutuhkan Banyak Obat

Lebih dari sepertiga orang dewasa di atas usia 62 menggunakan setidaknya lima obat resep setiap hari. Lebih dari 60 persen juga menggunakan beberapa jenis suplemen herbal atau diet. Namun, semakin banyak obat yang dikonsumsi, semakin besar kemungkinan lansia mengalami efek samping seperti memiliki masalah kognitif atau bahkan berakhir di rumah sakit.

Semakin tua usia seseorang, semakin sulit memetabolisme dan membersihkan obat-obatan dari tubuh. Selain itu, semakin banyak obat yang digunakan, semakin besar kemungkinan lansia mengalami interaksi obat-obatan. Dokter geriatri akan meninjau semua obat-obatan dan menentukan mana yang benar-benar dibutuhkan dan mana yang tidak perlu dikonsumsi rutin.

Muncul Masalah Terkait Ingatan

Menurut penelitian Fakultas Kedokteran Universitas Johns Hopkins yang diterbitkan dalam Journal of General Internal Medicine menyatakan hampir 60 persen orang di atas usia 65 dengan kemungkinan demensia tidak terdiagnosis atau tidak menyadari bahwa mereka mengidapnya. Dokter geriatri dapat mendiagnosis lansia terkait gangguan kognitif ringan atau mild cognitive impairement (MCI), yang merupakan prekursor demensia. Mereka juga membantu mendeteksi tanda depresi yang kerap terjadi pada lansia.

Keterbatasan Gerak Tubuh

Ketika lansia merasa tidak nyaman untuk berjalan seperti dulu, adalah momentum yang tepat untuk segera menemui dokter geriatri. Mereka akan menilai keseimbangan dan gaya berjalan. Pasalnya, jatuh adalah salah satu penyebab utama cedera dan kematian akibat cedera di kalangan orang dewasa di atas usia 65 tahun.

Ahli geriatri juga dapat memberi lansia latihan penguatan keseimbangan untuk dilakukan di rumah dan/atau meresepkan kursus terapi fisik, serta mengirim terapis fisik atau terapis okupasi ke rumah untuk melakukan penilaian risiko jatuh. Langkah ini dapat membantu lansia untuk bisa tetap mandiri.

Dirawat di Rumah Sakit

Penelitian menunjukkan bahwa orang dewasa yang mendapatkan perawatan dari ahli geriatri di rumah sakit memiliki kondisi yang lebih baik begitu mereka keluar. Menurut sebuah studi Universitas Michigan, orang yang berusia di atas 65 yang mendapat konsultasi geriatri akibat cedera traumatis dapat melanjutkan sekitar dua pertiga lebih dari kegiatan sehari-hari mereka daripada mereka yang tidak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *