Golansia.com – Nyeri lutut bukan hanya dialami oleh lansia, tetapi juga bisa terjadi pada kalangan remaja. Pada usia muda, keluhan ini umumnya disebabkan oleh penggunaan lutut yang berlebihan, cedera, atau gangguan medis tertentu yang memengaruhi sendi lutut.
Selain itu, nyeri lutut juga dapat bersifat sementara dan tidak selalu berkaitan dengan cedera. Kondisi tersebut biasanya muncul akibat perubahan intensitas aktivitas fisik atau olahraga.
Lalu, apa saja faktor lain yang bisa menjadi pemicu nyeri lutut di usia muda? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini!
Penyebab Lutut Sakit di Usia Muda
Penggunaan lutut yang berlebihan, seperti gerakan menekuk berulang kali saat berlari, melompat, atau melakukan aktivitas fisik lainnya, merupakan salah satu penyebab paling umum nyeri lutut pada usia muda.
Selain itu, masalah keselarasan struktur tubuh—seperti posisi tempurung lutut yang tidak sejajar dengan benar di dalam sendi lutut atau kondisi kaki datar (flat feet)—juga dapat menjadi pemicu timbulnya rasa sakit pada area lutut.
Sementara itu, beberapa penyebab umum sakit lutut lainnya adalah:
- Ketidakseimbangan otot.
- Keseleo
- Osteochondritis dissecans atau kegagalan fusi tulang rawan artikular. Kondisi ini terkadang dapat diatasi tanpa operasi. Namun, operasi lubang kunci biasanya akan dilakukan untuk memperbaiki fragmen.
- Ligamen pecah. Kondisi ini akan menyebabkan ketidakstabilan dan merusak permukaan artikular/meniskus.
- Kelebihan berat badan atau obesitas. Kondisi ini bisa meningkatkan tekanan pada sendi lutut yang memicu lutut sakit..
- Kurangnya kekuatan dan fleksibilitas dapat meningkatkan risiko cedera lutut. Otot yang kuat membantu menstabilkan dan melindungi persendian, dan fleksibilitas otot dapat membantu mencapai rentang gerak penuh.
- Beberapa jenis olahraga juga bisa memberikan tekanan yang lebih besar pada lutut, seperti lompatan ataupun gerakan berulang lainnya.
Namun, ketika kamu mengalami sakit lutut, ada berbagai pilihan obat minum dan topikal yang dapat digunakan untuk meredakan gejalanya.
Gejala dan Diagnosis Sakit Lutut
Pada umumnya, sakit lutut akibat olahraga adalah kondisi yang umum dan akan menghilang dengan sendirinya. Akan tetapi, kamu perlu waspada bila mengalami hal-hal berikut ini:
- Sakit lutut yang tidak hilang dengan istirahat.
- Nyeri lutut yang memburuk di malam hari.
- Nyeri lutut apa pun yang terkait dengan penurunan berat badan.
- Nyeri lutut dengan gejala mekanis seperti mengklik/menangkap atau mengunci lutut
- Nyeri lutut yang melibatkan ketidakstabilan seperti saat hendak jalan.
- Nyeri lutut yang berhubungan dengan pembengkakan
- Nyeri lutut berhubungan dengan penurunan rentang gerak.
Pemeriksaan yang dilakukan sebagai langkah penanganan lutut sakit lutut untuk mengetahui penyebab pasti nyeri lutut. Ketika pemeriksaan, biasanya dokter akan menanyakan beberapa hal seperti:
- Berapa lama rasa sakit itu muncul?
- Area mana saja yang terasa sakit?
- Apakah rasa sakit membuat kamu sulit tidur di malam hari?
Untuk menegakkan diagnosis terhadap nyeri lutut, dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh, termasuk mengevaluasi stabilitas lutut dan tempurung lutut, kesejajaran antara paha dan kaki bagian bawah, serta posisi tempurung lutut. Selain itu, pemeriksaan juga mencakup penilaian terhadap rentang gerak pada sendi pinggul dan lutut, kekuatan otot paha, kelenturan, dan tingkat kekencangan sendi lutut.
Jika diperlukan, dokter dapat merekomendasikan pemeriksaan penunjang berupa pencitraan medis, seperti rontgen untuk melihat kondisi tulang, serta CT scan atau MRI guna menilai jaringan lunak seperti tendon dan ligamen.
Demikian informasi mengenai penyebab nyeri lutut pada usia muda serta prosedur pemeriksaan yang biasanya dilakukan oleh tenaga medis.
