Hajinews.co.id — Tim Kesehatan Haji Indonesia melakukan visitasi ke tiga Rumah Sakit Arab Saudi (RSAS) untuk memantau kondisi jemaah haji yang tengah menjalani perawatan. Langkah ini merupakan bagian dari upaya memastikan kesehatan jemaah tetap terjaga, sekaligus bentuk nyata kehadiran negara dalam mendampingi warga negaranya di Tanah Suci.
Kepala Seksi Kesehatan Daerah Kerja (Daker) Madinah, Novitasari Nurlalila Bahramsyah, menegaskan bahwa visitasi ini tidak sekadar pemantauan klinis, tetapi juga bentuk dukungan emosional bagi para jemaah.
“Dengan melakukan visitasi, kami dapat memantau perkembangan kondisi kesehatan pasien secara langsung yang dirawat inap,” ujar Novitasari di Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, seperti dikutip dari siaran pers, Selasa (6/5/2025).
Ia menjelaskan, terdapat tiga fokus utama dalam kegiatan visitasi ini. Pertama, berkomunikasi langsung dengan tenaga medis dan paramedis yang menangani para jemaah untuk memperoleh informasi terkini terkait kondisi kesehatan mereka.
“Kedua, memberikan perhatian kepada pasien dan keluarga seperti layaknya keluarga sendiri. Ketiga, memberikan dukungan psikologis kepada jemaah agar mereka merasa tenang dan nyaman,” tambah dr. Novitasari.
Delapan Jemaah Haji Dirawat di RSAS
Visitasi kali ini dilakukan di tiga RSAS, yaitu RS King Fahad, RS King Salman, dan RS Mouwasat. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Tim KKHI Madinah di bawah komando Rohayat Bilmahdi. Selama kunjungan, tim melakukan pendampingan dan observasi terhadap delapan jemaah haji Indonesia yang tengah menjalani perawatan.
“Para dokter dan tenaga kesehatan dari ketiga RSAS telah menangani para pasien jemaah haji Indonesia dengan baik. Pasien-pasien tersebut membutuhkan penanganan lanjutan yang cukup intensif terhadap kondisi kesehatannya,” ujar dr. Rohayat.
Beri Dukungan Moril bagi Jemaah
Tidak hanya fokus pada aspek medis, visitasi ini juga menjadi momen bagi tim kesehatan untuk menyuntikkan semangat kepada para jemaah yang tengah dirawat.
“Kami berbincang dengan para jemaah yang sedang dirawat dengan memberikan dukungan moril agar mereka tidak merasa sendirian dan terus semangat untuk sehat,” pungkas Rohayat sembari menyuapi salah seorang pasien jemaah yang enggan makan.
Dengan pendekatan yang hangat dan penuh perhatian, diharapkan para jemaah dapat merasakan kehadiran negara di tengah keterbatasan fisik mereka, sekaligus menumbuhkan optimisme untuk segera pulih dan kembali melaksanakan ibadah dengan tenang.
Sumber: Liputan6
