BeritaKesehatan

Terungkap, Rahasia Umur Panjang Perempuan Tertua di Dunia yang Hidup 117 Tahun

549

Golansia.com — Maria Branyas Morera tetap menjadi objek penelitian meski telah wafat pada usia 117 tahun. Dalam studi mutakhir yang diterbitkan di Cell Reports Medicine, para ilmuwan menemukan bahwa tubuhnya secara biologis “23 tahun lebih muda” dibanding usianya. Kondisi ini membuka wawasan tentang bagaimana kombinasi gen dan gaya hidup dapat memisahkan proses penuaan dari penyakit serius.

Maria Branyas Morera dikenal sebagai wanita tertua di dunia. Meskipun telah meninggal pada tahun lalu, rahasia umur panjangnya terus dibedah oleh komunitas ilmiah.

“(Morera) menang undian genetik,” kata Ketua Departemen Genetika di University of Barcelona School of Medicine dan penulis senior dalam penelitian ini, Manuel Esteller. (The Washington Post)

Dalam penelitian tersebut, sejumlah faktor dianggap berperan penting dalam memungkinkan Morera hidup jauh melebihi rata-rata harapan hidup manusia. Yang menarik, meski usianya sudah amat lanjut, kondisi kesehatannya tetap terjaga—sehingga disebut bahwa umur biologisnya jauh lebih muda dibanding usia kronologisnya.

Rahasia di balik umur panjang Maria Branyas Morera

Varian genetik langka & sistem imun seimbang

Morera memiliki varian genetik yang jarang ditemui, yang berhubungan dengan mekanisme perbaikan DNA, pengaturan peradangan, serta proteksi terhadap kerusakan sel. Ia juga dipastikan tidak membawa gen risiko tinggi untuk penyakit berat seperti kanker, Alzheimer, atau diabetes.

Pada aspek sistem imun, para peneliti mencatat dia memiliki jumlah tinggi sel T memori—yang mampu “mengingat” infeksi lama dan bertindak cepat saat ancaman muncul. Keunikan lain: sistem imunnya tidak hiperaktif sehingga terhindar dari penyakit autoimun. Bahkan ketika terinfeksi Covid-19 di usia 113 tahun, ia termasuk yang tertua di Spanyol yang sembuh dari penyakit itu tanpa komplikasi besar. (El País)

Umur biologis vs umur kronologis: sel yang “muda”

Dalam studi multiómik—dengan sampel darah, air liur, urin, dan tinja—para ilmuwan membandingkan profil molekuler Morera dengan perempuan seusianya dan dengan kelompok yang lebih muda. Dari analisis epigenetik, didapati bahwa usianya secara biologis lebih muda sekitar 23 tahun dibanding usia kronologisnya. (News-Medical)

Peneliti juga mencatat adanya “dualitas” menarik: meskipun Morera menunjukkan tanda penuaan ekstrem seperti telomer yang sangat pendek, ia tidak menderita penyakit kronis yang biasanya menyertai usia lanjut. (infobae)

Gaya hidup: diet Mediterania, yogurt, aktivitas & interaksi sosial

Gaya hidup Morera juga mendapat sorotan. Ia mengonsumsi tiga yogurt per hari, konsumsi ikan, buah-buahan, minyak zaitun—bagian dari pola makan Mediterania yang seimbang. (The Washington Post)

“Mungkin kamu tidak perlu makan tiga yogurt sehari, tapi satu saja cukup, ditambah aktivitas fisik dan interaksi sosial,” ujar Esteller.

Ia senang berjalan kaki dan berkebun hingga usia lanjut. Selain itu, Maria aktif bersosialisasi dengan teman-temannya di panti jompo, yang turut memperkuat aspek kesehatan mentalnya.

Exit mobile version