BerandaBeritaKesehatan

Stok Vaksin Imunisasi Dasar Dipastikan Aman, Termasuk Campak hingga 9 Bulan ke Depan

178

Golansia.com — Kementerian Kesehatan memastikan ketersediaan vaksin untuk program imunisasi dasar nasional dalam kondisi aman. Persediaan berbagai jenis vaksin, termasuk vaksin campak, dinilai cukup untuk memenuhi kebutuhan layanan imunisasi dalam beberapa bulan ke depan.

Plt Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dokter Andi Saguni mengatakan ketersediaan vaksin untuk imunisasi dasar di Indonesia aman. Termasuk stok vaksin campak yang aman sampai 9 bulan ke depan.

“Kita pastikan aman sepanjang tahun, bahkan sudah dihitung-hitung stok vaksin campak untuk sembilan bulan ke depan aman. Bahkan ada pengadaan lagi di paruh kedua,” kata Andi dalam peringatan Pekan Imunisasi Dunia di Depok, Jawa Barat, Sabtu (2/5/2026) pagi.

Ia memastikan tidak ada lagi stok vaksin kosong. Termasuk memastikan bersama dengan Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan bahwa alat suntik untuk imunisasi dasar terjamin.

“Sehingga tidak ada lagi kekurangan vaksin termasuk vaksin campak,” lanjut Andi.

Andi mengatakan bahwa selama 2025, cakupan imunisasi dasar lengkap mencapai 80,2 persen. Meski menunjukkan kemajuan dibanding tahun-tahun sebelumnya, masih terdapat hampir 960.000 anak zero-dose yang belum menerima imunisasi sama sekali.

Karena itu, Kemenkes terus mendorong agar anak-anak yang belum mendapatkan vaksin segera memperoleh imunisasi. Tanpa perlindungan imunisasi, risiko terjadinya kejadian luar biasa (KLB) penyakit menular seperti difteri atau pertusis dapat meningkat.

“Kita tidak boleh lengah karena risiko kejadian luar biasa seperti campak, difteri, atau pertusis bisa meningkat jika cakupan tidak optimal,” tegas Andi.

Vaksinasi Telah Selamatkan Ratusan Juta Jiwa

Dari sisi global, perwakilan WHO Indonesia, dokter Olivia, menyampaikan bahwa imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan masyarakat paling efektif dan berdampak luas.

“Vaksin telah menyelamatkan lebih dari 150 juta jiwa di dunia. Ini adalah investasi kesehatan yang sangat cost-effective dan harus terus diperkuat melalui sistem yang berbasis bukti ilmiah,” ujar Olivia di kesempatan itu.

Ia juga mengapresiasi komitmen Indonesia dalam menyelenggarakan Pekan Imunisasi Dunia secara aktif.

“Tidak semua negara merayakan Pekan Imunisasi Dunia secara masif seperti Indonesia. Ini menunjukkan komitmen kuat dalam meningkatkan kesadaran masyarakat. Namun, tantangan masih ada, terutama dalam menjangkau anak zero-dose dan meningkatkan kepercayaan masyarakat,” tambahnya. (Dbs)

Exit mobile version