Golansia.com – Ibadah puasa tetap dapat dijalankan oleh kalangan lanjut usia (lansia) selama kebutuhan nutrisi dan cairan tubuh terpenuhi dengan baik. Namun, selain memperhatikan jenis makanan, pengaturan jadwal makan juga menjadi faktor penting agar kondisi tubuh tetap stabil selama bulan Ramadan.
Dokter spesialis gizi klinik dari RS Pondok Indah, Ida Gunawan, menjelaskan bahwa lansia yang berpuasa perlu menjaga pola makan yang teratur agar kebutuhan energi tetap terpenuhi sepanjang hari.
Menurutnya, pemenuhan gizi lansia saat puasa harus memperhatikan tiga hal utama, yakni jumlah kalori, jenis makanan yang dikonsumsi, serta pengaturan waktu makan.
Jadwal Makan Perlu Diatur Lebih Terstruktur
Pengaturan waktu makan membantu tubuh lansia mendapatkan energi secara bertahap sehingga tidak membebani sistem pencernaan dalam satu waktu.
Ia menyarankan kebutuhan kalori harian lansia saat puasa dapat dibagi ke beberapa waktu makan sebagai berikut:
- 10 persen kalori dikonsumsi saat berbuka dalam bentuk makanan ringan
- 40 persen kalori dipenuhi setelah salat Maghrib melalui makanan utama dengan gizi seimbang
- 10 persen kalori dikonsumsi kembali setelah salat Tarawih sebagai camilan ringan
- 40 persen kalori lainnya dipenuhi saat sahur sebagai makanan utama sebelum memulai puasa
Pembagian ini membantu tubuh menerima asupan energi secara bertahap dan menjaga kestabilan kondisi fisik lansia selama menjalankan puasa.
Menu Harus Mengandung Gizi Seimbang
Selain jadwal makan, jenis makanan juga harus diperhatikan. Menu harian lansia dianjurkan mengikuti prinsip gizi seimbang yang mencakup karbohidrat, protein hewani dan nabati, lemak sehat, serta serat dari sayur dan buah.
Kombinasi nutrisi tersebut membantu menjaga stamina dan mencegah penurunan energi selama berpuasa.
Ia juga mengingatkan agar lansia tidak mengonsumsi makanan yang terlalu manis saat berbuka karena dapat memicu lonjakan gula darah.
Kebutuhan Cairan Tak Boleh Diabaikan
Selain asupan makanan, kebutuhan cairan juga menjadi perhatian penting bagi lansia yang berpuasa. Dehidrasi lebih mudah terjadi pada usia lanjut sehingga konsumsi air putih harus dijaga.
Lansia dianjurkan mengonsumsi sekitar 1,5 hingga 2 liter air putih setiap hari yang dibagi antara waktu berbuka hingga sahur.
Cara ini membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dan mencegah rasa lemas selama menjalankan puasa.
Pola Makan Sedikit tetapi Lebih Sering
Untuk menjaga kesehatan pencernaan, lansia juga dapat menerapkan pola makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering di antara waktu berbuka dan sahur.
Pola tersebut membuat tubuh tetap mendapatkan energi tanpa membebani sistem pencernaan secara berlebihan.
Dengan pengaturan jadwal makan yang tepat, pemilihan makanan bergizi seimbang, serta kecukupan cairan, lansia tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan lebih aman dan nyaman.
