Kesehatan

Otot Lansia Mulai Melemah? Ini Pentingnya Protein dan Aktivitas Fisik

86
Lansia mengonsumsi makanan berprotein dan melakukan aktivitas fisik untuk menjaga kekuatan otot
Asupan protein yang sesuai dan aktivitas fisik dapat menjadi bagian penting dalam menjaga fungsi dan kekuatan otot pada usia lanjut.

Golansia.com – Bertambahnya usia membawa berbagai perubahan pada tubuh. Salah satunya adalah berkurangnya massa dan kekuatan otot yang dapat terjadi secara bertahap.

Jika tidak mendapat perhatian, penurunan fungsi otot dapat membuat lansia semakin kesulitan melakukan berbagai aktivitas sehari-hari, seperti berjalan, berdiri, naik tangga, atau melakukan pekerjaan rumah.

Karena itu, menjaga kesehatan otot sebaiknya tidak baru dilakukan ketika tubuh mulai terasa lemah. Asupan nutrisi yang memadai dan aktivitas fisik yang sesuai menjadi bagian penting untuk membantu mempertahankan fungsi tubuh pada usia lanjut.

Dokter spesialis penyakit dalam konsultan geriatri dari RS Kariadi, dr. Khairunnisa Ayu K., Sp.PD, Subsp.Ger(K), FINASIM, menjelaskan bahwa kesehatan otot lansia perlu diperhatikan melalui dua aspek utama, yaitu nutrisi dan aktivitas fisik.

“Untuk menjaga otot itu tentunya dari nutrisi, terutama protein, dan juga aktivitas fisik,” ujar dr. Nisa dalam talkshow Keluarga Sehat Radio Kesehatan Kementerian Kesehatan, dikutip Kamis (24/9/2026).

Protein Penting untuk Mempertahankan Massa Otot

Protein merupakan salah satu zat gizi yang dibutuhkan tubuh untuk membantu mempertahankan dan memperbaiki jaringan, termasuk otot.

Pada usia lanjut, perhatian terhadap kecukupan protein menjadi semakin penting karena perubahan tubuh dapat memengaruhi massa dan kekuatan otot.

Namun, kebutuhan nutrisi setiap lansia tidak bisa disamaratakan.

Kondisi kesehatan, penyakit yang sedang dialami, kemampuan mengonsumsi makanan, kondisi organ tubuh, hingga kebutuhan energi perlu dipertimbangkan ketika menentukan pola makan.

Karena itu, lansia dengan kondisi kesehatan tertentu sebaiknya mendapatkan saran dari dokter atau ahli gizi mengenai kebutuhan makanannya.

Kondisi Gigi Lansia Juga Perlu Diperhatikan

Asupan makanan yang baik tidak hanya bergantung pada pilihan menu. Kemampuan lansia untuk mengunyah juga dapat memengaruhi kecukupan nutrisi.

Masalah gigi, gusi, atau penggunaan gigi palsu yang tidak nyaman dapat membuat seseorang kesulitan mengonsumsi makanan tertentu.

Akibatnya, lansia mungkin cenderung memilih makanan yang lebih mudah dikunyah meskipun kandungan gizinya belum tentu mencukupi.

Karena itu, tekstur makanan dapat disesuaikan dengan kemampuan mengunyah masing-masing lansia. Makanan dengan tekstur lebih lunak dapat menjadi pilihan apabila diperlukan.

Sementara itu, makanan utuh dengan kandungan gizi yang beragam tetap perlu menjadi bagian dari pola makan. Produk susu dapat digunakan sebagai pelengkap apabila sesuai dengan kebutuhan, tetapi sebaiknya tidak diposisikan sebagai satu-satunya sumber nutrisi.

Tidak Hanya Makan, Lansia Juga Perlu Tetap Aktif

Menjaga otot tidak cukup hanya dengan memperhatikan makanan.

Aktivitas fisik juga berperan dalam membantu mempertahankan kekuatan dan kemampuan tubuh. Bentuk aktivitasnya tentu perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing lansia.

Bagi sebagian orang, aktivitas sederhana seperti berjalan dapat menjadi bagian dari rutinitas. Sementara lansia lainnya mungkin membutuhkan latihan yang dirancang secara khusus sesuai kondisi kesehatan dan kemampuan fisiknya.

Yang terpenting adalah menghindari pola hidup yang terlalu pasif jika kondisi tubuh memungkinkan untuk tetap bergerak.

Jangan Menunggu Tubuh Melemah

Penurunan kekuatan otot dapat berpengaruh terhadap kemampuan seseorang dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Ketika kemampuan fisik menurun, aktivitas yang sebelumnya mudah dilakukan dapat menjadi lebih sulit. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut dapat memengaruhi kemandirian lansia.

Karena itu, pemeliharaan fungsi tubuh sebaiknya dilakukan sedini mungkin.

“Prinsipnya adalah kita pertahankan fungsi yang baik sejak sedini mungkin. Jadi mulai sekarang. Jangan nunggu sampai sakit,” kata dr. Nisa.

Pesan tersebut menunjukkan bahwa menjaga kesehatan lansia bukan hanya tentang mengobati penyakit setelah muncul. Mempertahankan kemampuan tubuh sebelum terjadi penurunan yang berat juga merupakan bagian penting dari perawatan kesehatan.

Pemeriksaan Lansia Tidak Hanya soal Penyakit

Dalam pemeriksaan geriatri, perhatian tidak berhenti pada satu penyakit tertentu.

Dokter juga dapat menilai berbagai aspek yang berhubungan dengan kemampuan lansia menjalani kehidupan sehari-hari.

Beberapa hal yang dapat menjadi perhatian antara lain:

kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari;

  • kondisi nutrisi;
  • kekuatan dan fungsi fisik;
  • fungsi kognitif;
  • obat-obatan yang dikonsumsi;
  • kondisi psikologis; serta
  • keadaan sosial dan lingkungan.

Pendekatan yang menyeluruh diperlukan karena lansia dapat memiliki beberapa masalah kesehatan secara bersamaan.

Pengobatan dan rekomendasi aktivitas pun perlu mempertimbangkan kondisi keseluruhan seseorang, bukan hanya satu keluhan.

Kekuatan Otot Membantu Menjaga Kemandirian

Kemampuan bergerak dan melakukan aktivitas sehari-hari merupakan bagian penting dari kualitas hidup lansia.

Karena itu, menjaga asupan makanan, memenuhi kebutuhan protein sesuai kondisi, tetap aktif, serta mengelola penyakit yang sudah ada dapat membantu mempertahankan fungsi tubuh.

Keluarga juga dapat berperan dengan memperhatikan pola makan lansia, kondisi gigi dan mulut, aktivitas harian, serta perubahan kemampuan fisiknya.

Jika terlihat adanya penurunan kekuatan, kesulitan berjalan, penurunan berat badan yang tidak direncanakan, atau perubahan kemampuan melakukan aktivitas sehari-hari, sebaiknya dilakukan evaluasi oleh tenaga kesehatan.

Kesimpulan

Menjaga kesehatan otot pada usia lanjut membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Protein yang cukup dan aktivitas fisik sesuai kemampuan merupakan dua hal yang perlu diperhatikan.

Namun, kebutuhan setiap lansia berbeda. Kondisi kesehatan, penyakit yang dimiliki, fungsi organ, kemampuan makan, serta kondisi fisik perlu menjadi pertimbangan.

Karena itu, jangan menunggu sampai tubuh mengalami kelemahan berat. Menjaga nutrisi dan mempertahankan aktivitas sesuai kemampuan sejak dini dapat menjadi bagian dari upaya mempertahankan kemandirian dan kualitas hidup di usia lanjut.

Exit mobile version