BerandaKolom Kesehatan

Prof. Dr. Amri, Guru Besar Multy Talenta Tetap Muda

802

Oleh : Dr.Abidin
Observer Kesehatan 🇲🇨
Kord WAG Menua Bermartabat.
Ketum PP PDHMI.

Prof.Dr.Amri Amir,Sp.F, Sp.Akup DFM SH

Golansia.com — Gurubesar FKUSU ini sudah “kukenal” sejak sebelum masuk Fakultas Kedokteran USU di Medan 1976.

Sering muncul di media cetak mendampingi Polri dalam investigasi kasus² besar dan penuh misteri.
Bisa kasus bunuh diri, dibaķar atau terbakar, meledak atau diledakkan, tabrakan atau ditabrak, dipuķul atau terpukul, diperkosa atau..

Semua “atau” menjadi misteri yang menantang, dan sebagai pembaca koran jadi penasaran.

Keterangan Dokter Forensik menjadi bahagian penting dalam pembuktian sebelum Pengadilan memutuskan.

Menjadi dekat sama siabang yang “ngaku” berusia 48 diusia ke 84 ini (2025), saat saya menjadi Direktur Bina Pelayanan Kesehatan Tradisional Alternatif dan Komplementer Kemenkes 2011-2013.
Prof Amri sudah mengembangkan Tehnik dan Pelayanan Akupunktur di Medan sejak 2004. .

Mengapa? Semua tokoh seperti Prof Amri Amir, kita perlakukan sebagai Narasumber dan Stakeholders strategis Pembangunan Kesehatan Tradisional di Indonesia.

Beliau punya ilmu lain, ahli akupunktur bahkan punya lembaga Pelatihan akupuntur yang muridnya sudah ribuan.
Namun, di balik dedikasinya di dunia medis, ia juga memiliki kepedulian besar terhadap lingkungan, yang diwujudkan melalui karya seni unik, lukisan dari jarum Akupunktur bekas.

Sejak tahun 2015, ia mulai memikirkan cara untuk mengolah jarum bekas tersebut agar tidak mencemari lingkungan.

Dari kegelisahan inilah, tercipta ide brilian untuk mengubah limbah medis menjadi karya seni yang bernilai tinggi.

Lihat Harimau itu, dilukis dengan jarum-jarum bekas akupunktur !!..

Prof. Amri membuat lukisan tersebut dengan belajar secara otodidak.

Ia berharap, karyanya tidak hanya menjadi penghias dinding, tetapi juga menginspirasi masyarakat, khususnya para lansia, untuk tetap produktif dan peduli terhadap lingkungan.

Kini dimasa Purna bakti kami bersama dalam Perkumpulan Dokter Herbal Medik Indonesia (PDHMI) untuk menghadirkan Herbal Medik berintegrasi dengan Pelayanan Konvensional (modern) berbasis pengobatan berbahan kimiawi.
Dengan dukungan pengobatan berbasis Bahan Alam yang sudah ditelìtì secara ilmiah, maka sisi sehat tubuh (90%) akan ditingkatkan imunitasnya sehingga proses self-healing bekerja menyembuhkan lebih cepat, aman dan lebih baik..

Akupunktur, sebagai salah satu metode pengobatan tradisional, telah lama diakui keefektifannya oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak tahun 1978.

Saudara kita Prof.Dr.Amri Amir adalah bukti bahwa usia bukanlah penghalang untuk terus berkontribusi dan menginspirasi.

Tak hanya menjadi Menua Bermartabat tetapi juga Tetap Bermanfaat..

Bravo Prof Amri Amir, putra Payakumbuh, Teladan di Medan..

Jakarta, 080525

Exit mobile version