Oleh: Prof. Nasaruddin Umar – Menteri Agama Republik Indonesia, Imam Besar Masjid Istiqlal
Golansia.com – Jika bukan karena penelitian yang dilakukan oleh Dr. Masaru Emoto dari Yokohama Municipal University, Jepang, pada tahun 2005, mungkin banyak dari kita yang belum mengetahui atau mempercayai keajaiban air. Dalam penelitiannya, Dr. Emoto menemukan bahwa ketika air didinginkan hingga -5°C, ia akan membentuk kristal. Menariknya, jika air tersebut diberikan rangsangan berupa pesan, ungkapan, atau emosi—baik melalui tulisan, gambar, foto, maupun musik—dan kemudian difoto menggunakan teknologi tinggi setelah mengkristal, hasilnya menunjukkan berbagai bentuk kristal yang beragam. Hal ini membuktikan bahwa air mampu menangkap serta merespons pesan dari lingkungannya.
Menurut Dr. Emoto, semua benda memiliki kemampuan untuk menyimpan dan menyalurkan informasi, namun air adalah yang paling sensitif. Getaran yang diterima air dapat merambat hingga ke molekul air dalam tubuh manusia, yang terdiri dari sekitar 75% air. Oleh karena itu, jika seseorang terus-menerus mendapatkan rangsangan negatif, perilakunya bisa menjadi agresif, kasar, dan tidak terkendali. Sebaliknya, jika diberikan energi positif, seseorang akan menjadi lebih lembut, tenang, dan terkendali.
Hal ini juga selaras dengan pengalaman Nabi Muhammad SAW, yang kerap menggunakan doa pada air untuk membantu menyembuhkan sahabatnya. Dalam beberapa kasus kesurupan atau gangguan sihir, air yang telah didoakan juga digunakan untuk diminumkan atau dipercikkan ke wajah pasien sebagai metode penyembuhan.
Selain itu, praktik wudhu dalam Islam juga mencerminkan hubungan spiritual dengan air. Sebelum berwudhu, seseorang dianjurkan untuk berniat, membasuh anggota tubuh dengan penuh kesadaran, serta menghindari percakapan agar lebih khusyuk. Setiap bagian tubuh yang dibasuh disertai doa tertentu, dan setelah selesai, dianjurkan untuk membaca doa khusus serta melaksanakan salat sunnah wudhu dua rakaat jika memungkinkan.
Rasulullah juga menganjurkan agar setiap kali mau minum atau makan agar kita berdoa dan membaca: “Bismillahirrahmanirrahim”. Menurut Emoto, doa-doa secara islam pada air akan membentuk gambar Kristal tersendiri yang sangat indah. Ia menyerukan agar setiap kita berurusan dengan air terlebih dahulu kita menghembuskan vibrasi positif kepadanya agar bisa memberi manfaat positif. Air bermuatan doa bisa menyembuhkan tubuh dan jiwa. Wajar jika unsur air di otak dan tubuh manusia akan beresonansi atas pesan-pesan positif. Bahkan menurut Emoto, unsur air yang ada pada binatang dan tumbuh-tumbuhan dapat bergetar bersama oleh doa-doa yang diperdengarkan kepadanya. Ini juga membuktikan bahwa seluruh ciptaan Allah SWT “hidup” dan terus bertasbih kepada Allah SWT, sebagaimana ditegaskan dalam beberapa ayat, antara lain: Langit yang tujuh, bumi dan semua yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah. Dan tak ada suatu pun melainkan bertasbih dengan memuji-Nya, tetapi kamu sekalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia adalah Maha Penyantun lagi Maha Pengampun. (Q.S. al-Isra’/17: 44).
Pesan utama yang dapat diambil dari pembahasan ini adalah pentingnya memperlakukan air dengan baik dan bijaksana. Kita seharusnya tidak menyia-nyiakan air, apalagi menggunakannya dengan cara yang berlebihan atau disertai kesombongan. Rasulullah SAW juga pernah mengingatkan agar tidak mencemari air, baik yang mengalir (al-ma’ al-jari) maupun yang tergenang (al-ma’ al-rakid).
Jika kita memperlakukan air dengan penuh kasih sayang, air pun akan merespons dengan memberikan manfaat yang baik bagi kita. Salah satu contohnya adalah Air Zamzam, yang selalu didoakan dan akhirnya dikenal sebagai “obat bagi berbagai penyakit.”
