Tidak semua kasus limfedema dapat dicegah. Terlebih apabila kondisi tersebut berkaitan dengan kerusakan sistem limfatik akibat penyakit atau tindakan medis.
Meski begitu, menjaga berat badan dan menerapkan gaya hidup aktif dapat membantu menjaga kesehatan secara umum sekaligus mendukung pengelolaan faktor risiko tertentu.
Beberapa kebiasaan yang dapat dilakukan antara lain:
1. Jaga Berat Badan
Kelebihan berat badan dapat meningkatkan beban pada tubuh dan menjadi salah satu faktor yang berkaitan dengan risiko limfedema. Pola makan seimbang dapat membantu mempertahankan berat badan dalam rentang yang sehat.
2. Tetap Aktif Bergerak
Terlalu lama duduk atau kurang melakukan aktivitas fisik dapat membuat pergerakan cairan tubuh menjadi kurang optimal.
Lansia dapat memilih aktivitas sesuai kemampuan, seperti berjalan kaki, latihan ringan, atau aktivitas fisik lain yang telah disesuaikan dengan kondisi tubuh.
3. Lakukan Peregangan
Latihan fleksibilitas dan peregangan secara rutin dapat membantu mempertahankan ruang gerak sendi serta menjaga tubuh tetap aktif.
4. Latihan Penguatan Secara Bertahap
Latihan kekuatan dapat menjadi bagian dari aktivitas fisik lansia. Namun, intensitas latihan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi kesehatan dan kemampuan masing-masing.
Bagi seseorang yang sudah mengalami limfedema atau memiliki riwayat operasi maupun terapi kanker, program olahraga sebaiknya dibicarakan terlebih dahulu dengan dokter atau fisioterapis.
5. Perhatikan Pola Makan
Pola makan bergizi seimbang membantu menjaga berat badan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan. Perbanyak makanan bergizi, seperti sayuran, buah, sumber protein, serta biji-bijian, dan sesuaikan asupan dengan kebutuhan individu.
Jangan Anggap Semua Kaki Bengkak sebagai Limfedema
Pembengkakan kaki pada lansia tidak selalu disebabkan oleh limfedema. Kondisi tersebut juga dapat berkaitan dengan masalah pembuluh darah, jantung, ginjal, obat-obatan, infeksi, cedera, maupun berbagai kondisi lainnya.
Oleh sebab itu, pembengkakan yang baru muncul, menetap, semakin berat, atau disertai nyeri dan perubahan kulit perlu diperiksa oleh tenaga medis agar penyebabnya dapat diketahui.
Terlebih jika pembengkakan muncul setelah menjalani operasi atau terapi kanker yang melibatkan kelenjar getah bening.
Pada akhirnya, bertambahnya usia memang membawa berbagai perubahan pada tubuh. Namun, lansia tetap dapat menjaga kualitas hidup dengan aktif bergerak, mempertahankan berat badan sehat, mengonsumsi makanan bergizi, dan tidak mengabaikan perubahan fisik yang muncul.
Jika lengan atau kaki mulai sering membengkak dan disertai rasa berat, jangan buru-buru menganggapnya sebagai keluhan akibat usia. Pemeriksaan medis dapat membantu menemukan penyebabnya lebih dini.
