Selain usia, terdapat sejumlah kondisi yang dapat meningkatkan kemungkinan seseorang mengalami aneurisma otak.
Beberapa faktor yang perlu diperhatikan antara lain:
- Memiliki anggota keluarga dengan riwayat aneurisma otak.
- Berjenis kelamin perempuan.
- Memiliki gangguan tertentu pada pembuluh darah.
- Mempunyai kelainan genetik yang memengaruhi jaringan ikat.
- Memiliki gangguan ginjal tertentu.
- Memiliki kondisi bawaan yang berkaitan dengan pembuluh darah.
- Mempunyai riwayat tekanan darah tinggi.
- Merokok.
- Mengalami infeksi tertentu.
- Pernah mengalami cedera kepala.
Adanya faktor risiko tidak otomatis berarti seseorang akan mengalami aneurisma. Namun, faktor-faktor tersebut dapat menjadi alasan untuk lebih memperhatikan kesehatan pembuluh darah dan berkonsultasi dengan dokter bila memiliki kekhawatiran.
Bagaimana Aneurisma Otak Ditangani?
Penanganan aneurisma tidak bisa disamaratakan. Dokter akan mempertimbangkan sejumlah hal, termasuk ukuran dan lokasi aneurisma, kondisi kesehatan pasien, serta apakah aneurisma sudah pecah atau belum.
Untuk aneurisma yang belum pecah, dokter dapat memilih pemantauan secara berkala pada kondisi tertentu, sekaligus menangani faktor risiko yang dapat meningkatkan kemungkinan aneurisma berkembang atau pecah.
Pada kondisi tertentu, tindakan medis diperlukan untuk mengurangi risiko aneurisma mengalami kebocoran atau pecah.
Salah satu pilihan adalah clipping, yaitu prosedur pembedahan dengan menempatkan klip kecil pada bagian aneurisma untuk menghentikan aliran darah menuju tonjolan tersebut.
Pilihan lainnya adalah coiling endovaskular. Dalam prosedur ini, dokter memasukkan kateter melalui pembuluh darah menuju lokasi aneurisma, kemudian menempatkan perangkat khusus seperti lilitan kecil untuk membantu menghambat aliran darah ke aneurisma.
Pemilihan tindakan sangat bergantung pada kondisi masing-masing pasien dan harus ditentukan oleh tim medis.
Kenali Risikonya, Jangan Abaikan Gejala
Aneurisma otak memang tidak selalu menimbulkan masalah. Namun, ketika aneurisma pecah, akibatnya dapat sangat serius dan membutuhkan penanganan segera.
Lansia perlu lebih memperhatikan kesehatan pembuluh darah, terutama jika memiliki tekanan darah tinggi, kebiasaan merokok, atau riwayat keluarga dengan aneurisma.
Yang paling penting adalah mengenali tanda bahaya. Sakit kepala yang sangat hebat dan muncul tiba-tiba, terutama disertai gangguan kesadaran, muntah, leher kaku, atau kelainan saraf, membutuhkan pertolongan medis segera.
Pemeriksaan dan penanganan sejak dini dapat membantu dokter menentukan langkah yang paling tepat sesuai kondisi setiap pasien.
