Kesehatan

Kenapa Lansia Lebih Sering Mengompol? Ini Penjelasan Dokter

432
penyebab lansia mengompol
ilustrasi: seorang lansia pria yang sedang mengompol tanpa sengaja

Golansia.com – Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami banyak perubahan, terutama saat memasuki usia 60 tahun ke atas. Salah satu kondisi yang kerap dialami lansia adalah sulit menahan buang air kecil (BAK), sehingga mereka lebih sering mengompol.

Menurut dr. Ika Fitriana, SpPD-KGer, risiko mengompol meningkat seiring bertambahnya usia. Faktor lain seperti obesitas serta jumlah persalinan yang pernah dialami perempuan turut memengaruhi kelemahan otot panggul.

Dalam dunia medis, kondisi mengompol dikenal sebagai inkontinensia urine, yaitu keluarnya urine secara tidak terkendali yang dapat mengganggu kesehatan maupun aktivitas sosial.

Berdasarkan Panduan Tatalaksana Inkontinensia Urine pada Dewasa Edisi ke-3, sekitar 37 persen perempuan di Asia pernah mengalami inkontinensia, terutama di kelompok lanjut usia. Namun banyak dari mereka memilih menyembunyikannya karena dianggap memalukan.

Penyebab Lansia Mengompol

Dr. Ika menjelaskan bahwa inkontinensia pada lansia dipicu oleh berbagai faktor, mulai dari penuaan, kelebihan berat badan, hingga banyaknya proses persalinan yang melemahkan otot dasar panggul.

Selain itu, beberapa penyakit kronis seperti stroke, diabetes, dan demensia juga berperan. Pada penderita demensia, masalah muncul karena ketidaksinkronan antara sinyal kandung kemih dan kemampuan otak memproses bahwa mereka harus buang air kecil.

Ada dua mekanisme utama dalam proses BAK:

  1. Gagal menyimpan urine, sehingga urine keluar tanpa disadari.

  2. Gagal mengosongkan kandung kemih, misalnya pada pria dengan pembesaran prostat. Akibatnya, urine keluar sedikit demi sedikit meski sudah ke kamar mandi.

Dua Jenis Inkontinensia Urine

Inkontinensia dibagi menjadi dua kategori: akut dan persisten.

  • Inkontinensia akut biasanya terjadi akibat kondisi medis sementara seperti infeksi saluran kemih atau setelah melahirkan. Kondisi ini muncul secara cepat dan dapat hilang setelah penyebabnya ditangani.

  • Inkontinensia persisten berlangsung lebih lama dan sering terkait proses penuaan atau penyakit kronis.

Exit mobile version